Januari 19, 2009...1:59 pm

Klub Ngaji Ceria

Lompat ke Komentar
warisan sosial kang naimmm

warisan sosial kang naimmm

kring……….. kring……… “hallo. begitu ku bersahutan dengan si naim” teman semasa di pesisir Utara Lamongan. siang hari, 6 jam sebelum acara pengajian klub, dia meminta saya menjadi pengisi acara di rumahnya. sekarang dengan energi kreatifnya dia membuat club bersama kaum muda belia. ada yang baru kelas 6 SD hingga SMP kelas 1 dan 2 yang jadi anggotanya. SABTU malam minggu dimana biasanya menjadi hari besar anak sekolah, begitu juga sejak dimasa saya seusia segitu. saya pertama kali berjumpa dengan mereka ketika si Naim mengajak mereka menonton film Laskar Pelangi di fortune Hi Tech Surabaya Mall. saya salut sama naim yang mampu mengajak mereka menabung dengan menysihkan uang jajannya untuk menonton aksi si lintang dan kawan2 dari novel Andrea Herata yang Fenomenal.

menarik dan membanggakan malam itu saya bisa menjadi bagian sebuah klub ngaji. ya ngaji. tapi ngaji yang satu ini bukan yang seperti biasanya. memang di hari2 non sabtu biasanya mereka mengaji kitab suci alquran, lalu membaca tartil, dikenalkan juga sejarah islam dan berlatih qiro’ah (membaca ayat2 suci dengan lantunan nada yang penuh tilawah).
saya tekesan dengan cara belajar semua kaum mua belia usia belasan yang jumlahnya juga belasan. berhimiptan di ruang tamu si Naim dengan papan tulis putih mungil, tidak mempersempit semangat mereka untuk menunggu bintang tamu malam minggunya (begitu istilah yang berlaku dimereka jika sabtu malam minggu).
setelah proses berkenalan dengan menggunakan kartu-kartu bergambar benda dn tokoh kartun, serta beragam aktifitas yang sudah lama saya simpan. malam kemarin saya gunaan untuk menjadi alat bantu. mereka pun menyebut gambar dan mengungkapkan cerita apapun yang dirasa ada kaitannya dengan perasaannya. ya ini lah proses merasakan buat mereka yang saya gunakan sebagai caranya.

baru setelah ini saya minta mereka menuliskan satu kata minimal dan maksimal lima kata yang mengungkapkan apa yang ingin mereka pelajari saat ini. hebat semua menuliskan keinginannya dengan benar-benar berbeda. si gelles lelaki muda yang mungil menulskan ingin belajar sejarah kebudayaan islam, avi yang sudah SMP menulis ingin tahu dampak pemansan global. wow!! hebat sekali mereka selain keinginan wawan, bram, nikmah, aji sang ketua klub.

setelah itu saya ajak membuat ibaratnya keinginan ini adalah daftar “jajanan” yang ada di warung apakah mau di beli semuanya atau dibeli satu dulu dan dijadikan bahan menikmati bersama. menarik mereka memilih tema dampak pemanasan global. akhirnya saya ajak mengenali makna kata tersebut satu persatu. dan saya hanya bertanya ternyata jawaban bisa mereka temukan semua. misalnya kata dampak pemanasan, mereka menyebut suhu makin panas, sumpek dan lainnya. kata global, secara sederhana saat saya ingatkan dengan iklan telepon selular yang “AGUS. AGUS WALAH…. AGUSSSS” ternyata mereka dengan gampang menyebut lintas wilayah. ya inilah kekuatan belajar dengan menempatkan semua orang itu bisa.

untuk mengapresiasi apa yang mereka lakukan dengan semangat belajar serta membangun sebuah klub mengaji CERIA. maka saya ajak mengurai dan memahami makna belajar degan memutar film NEMO. ya si ikan kecil yang menyelatkan serombongan ikan yang terjaring pada jala. dengan serius mereka menontonnya. setelah ini saya tanya apa yang mereka rasakan. senang, kompak, bersatu, itu yag ada di flm kata mereka. lalu saya tanya lagi jika kita pahami lagi apa yang menjadi pesan lain di film tadi? mulai mereka menggali, khususnya belajar selain mencipta adalah juga perjuangan. begitu rangkuman saya pada film, dan itu dibuktikan oleh si nemo dengan memilih melakukan hal berbeda dan mengorbankan dirinya. situasi itu bisa terjadi karena memang nemo berani berbeda dan bertanya paa bapaknya? apa yang harus kita lakukan ayah? jawab nemo sendiri ” ajak semua ikan berenang kebawah”. dan bener hasilnya jebakan jala bisa dilawan, hingga terbebas.

demikianlah peradaban sebuah kampung dan kehidupan sosial masyarakat. jika tiadk ada seseorang, sekelompok kecil yang berusaha dengan berani, berbeda dan selalu bertanya bagaimana memajukan kampung saya. maka tidak akan pernah ada perubahan. inilah akhir kata saya di Dusun Klampok, Desa Tenaru kab.gresik dimana Klub Ngaji Ceria berada. jika kawan-kawan berminat mengembangkan hal yang mirip, jika tidak mau sama. saya merekomendasikan untuk berkunjung ke pojok timur wilayah kab Gresik ini.

& Komentar


Tinggalkan Balasan