Maret 2, 2009...2:01 pm

suara jiwa

Lompat ke Komentar

selama di bali pada akhir bulan peburari hingga awal maret. mendapat kesempatan belajar bersama master vibrant tuk berkolaborasi menjadi fasilitator di acara Workshop Appreciative Inquiry. pesertanya adalah para pengurus organsiasi dan jaringan dari world Neighbour. proses 4 hari saya belajar banyak hal.

AI yang dikenalkan sebagai sebuah peristiwa hidup dan nafas hidup untuk selanjutnya, menecerahkan saya. “bahwa memang ada yang memandang dan memaknai AI adalah tools/metode mengelola workshop”. karena dia adalah sikap hidup. jika kita percaya mencipta perubahan dengan kekuatan terbaik yang kita miliki memang AI akan menjadi energi yang luar biasa.

itu bisa saya rasakan dari energy belajar semua orang yang menjadi peserta. seperti yang dirasakan oleh Ijah, peserta dari sumba “selama empat hari ini saya merasa hidup di dunia yang tanpa aturan, tetapi aneh koq justru malah bisa teratur ya?”, semua orang mengatur dan melatih dirinya sendiri untuk belajar. bahkan meski ini adalah sesi dan hari terakhir, tetapai saya ingin menyebutnya sebagau hari pertama” (begitu refleksi si ijah).

semangat sejak proses belajar di sesi discovery memang dasyat energi teman-teman ini. ada Raing yang dari Maumere dia mengenalkan cara menjaani hidupnya ketika bangun di pagi hari, dia akan berucap “ayo mencipta surga dihari ini”. amazing kata-akata ini buat saya.

terus belajar, menagasah ketrampilan, menguatkan skill adalah hal yang tidak saya lupakan. untuk itu selama di acara ini saya banyak belajar dari Mas Dani dan budi yang begitu luar biasa.
temukan suara jiwamu! itu pesan mas Dani kepada saya dan teruslah belajar. adalah pesan yang sangat bernilai. agak lama sejak dari bali saya merenungkan kata-kata ini. jika suara jiwa adalah energi kata-kata yang menyertai bahasa tubuh kita untuk berkomunikasi dia adalah ukuran yang ideal atas bayangan seperti apa yang mau kita skasikan kepada orang lain saat kita “memberikan pertanyaan maupun pertanyaan komunikasi”.
bersyurkur saya akhirnya menemukan salah satu dari makna pesan ini di hari kemarin. bahwa suara jiwa saya rekosntruksi pada bagaimana memandang realitas sosial yang ada saat ini. saya semakin yakin apa yang dipercaya orang sebagai kerumitan, keruwetan dan aneka kesemaruwatan sosial hanya persepsi pikiran. dan jiwa jelas bukan pikiran. saya mengisitilahkannya “jika Anda membayangkan merubah situasi sosial lebih pada cara, maka itu sebenarnya itu bukan hal yang rumit” sebab semua cara telahs tersedia. mulai dari bagaimana pergi ke bulan, membuat undang-undang, memasak dan meramu obat, juga mengelola limbah dan sampah. semua telah tersedia! pertanyaannya, bukankah tentang cara ini yang sering diutamakan tetapi nga ketemu jawabnya. maka bagaimana cara bisa menular atau menginspirasi sebuah pribadi? maka sebelum cara hal yang lebih dalam diperlukan adalah Suara Jiwa.

Ya! sebuah ledakan energi yangmelampui untuk meyakini. bahwa di hari ini dan masa depan “saya bis amembuat hidup untuk lebih hidup! dengan cara apa? tentu bukan cara pikiran untuk menemukan ledakan eergi jiwa. tetapi mengasah “rasa”, refleksi atas siapa kita, darimana dan mau kemana? adalah tahap pertama untuk beajar. lalu bagaimana cara kita hiduplah yang akan menjelaskan kemana energi kita akan mengarahkan getaranyya!

Suara jiwa dimana engkau? tentu Anda dan saya sebagai pribadi yang punya jawabanya masing-masing… selamat menikamti hidup.

ipoel

Tinggalkan Balasan