selama 3 hari (3-5 maret) memfasilitasi workshop Advokasi Sampah di kota Bandung. pesertanya ada yang dari komunitas yang telah berhasil mengelola sampah, ahli persampahan, Lsm dan mahasiswa, juga dari kalangan peneliti kampus.

apa yang anda bayangkan jika plastik dari kulit singkong?
Rutah yang dalam bahasa sunda berarti sampah sementara ora perkoro adalah bahasa jawa yang bearti bukan masalah.
menarik kalimat itu adalah sebuah latihan mencipta mantra perubahan yang saya berikan sebagai tantangan belajar pada kelompok ketika membuat tangga perubahan.
saya terkesan dengan semangat belajar peserta untuk mencipta jabar dan kota bandung impian. saya mengimpikan ukuran sehat dan terjadinya perubahan periaku pada lingkungan adalah kalau sungai yang melitasi kota bandung bisa dibuat tempat bermain, mandi, berenang oleh siapapun. bukan berwarna seperti sekarang dan diisii oleh sampah di pintu-pintu airnya. dasyat! itulah mimpi kelompok si David dan Arifin dikelompoknya untuk mencipta vision Board.
satu hal sebelum saya pulang kembali ke surabaya. bandung di guyur hujan sangat deras. dan taxi pun full booking, waktu sudah menunjukkan jam 6 dan angkutan yang membawa saya ke stasiun belum juga ada. bersyukur ketika teman-teman WALHI Jabar berhasi meyakinkan pengelola hotel bumi kitri untuk mengeluarkan mobil hotel. seorang petugas sudah bersiap untuk mengantar saya, tiba-tiba telepon resepsoinis berdering mengabarkan kalau ada keluarga si sopir mobil hotel ini ada yan meninggal.
nggak jadilah dia mengantar saya. sementara petugas yang lain pada pulang dan ada beberapa untuk menjaga hotel. kotan si Pak Edy (manager hotel) yang duduk di kursi depan langsung menawarkan “biar saya yang menyopiri”. wow!! terharu saya, berangkat ke stasiun dan di sopiri oleh manager hotel. sungguh pengalaman yang mengesankan. saya belajar dari pak Edy untuk menempatkan pelayanan dan ketulusannya membantu orang lain. selama di jalan dia juga banyak bercerita tentang bagaimana bisa masuk ke hotel bumi kitri. begitu juga dengan inisiatif mencipta pensiunan abadi yang dikerjasamakan dengan pihak Bank. meski pernah ditawari oleh Hotel terkemuka dibandung untuk jadi manajer dia menolaknya. itu karena profesinya tidak menjamin jangka panjang atas penisiunan hari tua. untuk seorang room boy jika mau bekerja selama 30 tahun, konon akan mendapt pensiunan sekitar 500 juta. saya kagum pada dia atas cara memandang cara orang bekerja dan memberinya kemampuan menciptakan loyalitas.
terima kasih pa k Edy, kawan-kawan pegawai hotel yang telah melayani dengan baik selama acara berlangsung. juga terima kasih kepada semua peserta plus panitia dari ED Walhi Jabar. “mari merayakan 5 tahun lagi kota bandung yang impian”.
pagi hari tiba di stasiun gubeng saya di jemput bapak saya dan bertemu dengan seluruh anggota keluarga kecil saya…
1 Komentar
Agustus 13, 2009 pukul 8:07 am
hebat kon pul….
ai lop yu ful….