kemarin memfasilitasi pertemuan para konvernor dan pakar WALHI dalam sebuah forum sehari untuk mereview, mengorgasniasikan dan merancang program nyata yang bisa dimaknai WALHI institute itu ada.
akhirnya berlanjut juga gagasan sejak setahun terakhir untuk membuat performas WALHI makin meningkat dan menampung energi para alumni, individu yang bersedia secara sukarela menyumbangkan skillnya untuk gerakanWALHI. dalam waktu dekat EKNAS walhi dan dinamisator nasional WALHI akan merumuskan nota kesepahaman yang menyatan peran dan tanggung jawab masing-masing untuk menguatkan gerakan WALHI. juga program dan aktivitas yang benar-benar nyata dan berdampak.
saya teringat pernah juga menulis secara konseptual tentang WI. kebetulan masih mnyimpan pandangan saya tentang WI yang menjadi bahan juga waktu itu di Pra PNLH IX Gabusan Yogykarta.
berikut tulisan lengkapnya : ……
WALHI INSTITUTE
Setiap gerakan perubahan di dunia selalu membutuhkan hadirnya kelompok bijak bestari (mavenis) yang mampu menggenerasi pengetahuan. Sebuah penciptaan pengetahuan yang berakakar pada proses berbagi lingkar aktivis-komunitas-kelompok kritis yang penuh kekayaan pengalaman nyata menciptakan perubahan. Disisi yang lain, sebuah pengetahuan terapan yang telah dilakukan ”aplikatif” yang diciptakan oleh kelompok clusster gerakan lingkungan menjadi makin berkembang dan lebih punya daya perubahan jika berpadu dengan proses berbagi pengetahuan dikelompok kritis pelaku perubahan lainnya.
Tumbuh kembangnya gagasan kritis, argumentasi cerdas, mampu menjadi pengetahuan tanding bagi para pihak diwujudkan dengan cara mudah dan menyenangkan. Melalui pelibatan secara terbuka dan menempatkan asas saling mendapat manfaat atas makna memperjuangkan keadilan lingkungan. Maka diperlukan banyak orang yang bergerak memadukan sistem sosial dan sistem ekologis sebagai kesatuan paradigma mengelola gerakan keadilan lingkungan
Gagasan WALHI Institute, sejak awal merupakan supporter aktif yang diberikan oleh para pendukung setia yang sudah clear yang menjadi Visi-Misi dan nilai-nilai organisasi di WALHI. Untuk itu kerja menyinergikan proses kritis dan aplikasi inilah yang kemudian diharapkan mampu dikerjakan oleh walhi institute untuk didokumentasi dan diperdalam menjadi Manajemen Pengetahuan bagi gerakan memperjuangkan keadilan lingkungan oleh WALHI.
Tersedianya converner circle, expert circle dari alumni struktural WALHI, peneliti kritis, dosen kreatif, jurnalis environmentalist dan multi skill individu yang menyediakan keahliannya bagi aktivitas WALHI sangat strategis keberadaanya. Sebab dengan temuan data, pendalaman, kajian kritis, dan aneka pengembangan pengetahuan yang bernuansa ”innovatif” dan menjadi upaya tanding yang berdampak sosial, membawa manfaat dan didesain untuk mendapatkan dukungan publik. Maka gerakan WALHI semakin menjadi mainstream bagi gerakan lingkungan di Indonesia dan dunia.
Maka membuka dimensi keterlibatan para pakar, mengelola pertemuan, menginvestasi pengetahuan para expert dan melahirkan berbagai kajian strategis terkait gerakan advokasi WALHI sebagai pilihan utama. Senantiasa peka pada perubahan kecenderungan sosial, bekerja secara innovatif melahirkan hal-hal baru adalah nilai yang dikedepankan di ”lingkar virtual” yang menjadikan para pihak yang terlibat punya kebebasan untuk memilih kontribusi dan perannya. Hal ini sesuai dengan semangat WALHI yang berkomitmen menjadi organisasi publik. Sehingga menempatkan sumberdaya publik pada ranah dukungan ide/gagasan, waktu, tenaga dan dana membutuhkan manajemen, komitmen dan akuntabilitas untuk memperkuatnya menjadikan gerakan WALHI benar-benar unggul dan berkualitas.