September 9, 2009...7:11 am

Pahlawan

Lompat ke Komentar

pahlawan. siapa dia? mengapa di dunia perlu ada konsepsi tentang pahlawan. karena dunia perlu sepenggal cerita dari seorang pelaku dimasa lalu. karena penguasa ingin menanamkan nilai dengan semaunya tentang siapa yang pahlawan dan yang tidak. tentang hidup yang berguna ala konsep pengertian pahlawan dan seterusnya.

juga pun pahlawan yang identik dengan kaum elit dan ningrat dari masa lalu. tentu saja banyak yang telah menjadi sosok pahlawan bagia tiap pribadi, tinggal bagaimana cara dia memaknai dan menempatkan sosok pahlawan bagi dirinya. apakah dia yang berjasa pada bangsanya, pada kampungnya, pada temannya, pada komunitasnya, pada keluarganya, dan seterusnya.

beberapa hari lalu saya mendapatkan pengalaman unik. diminta mengisi training organisasi di salah satu kampus swasta universitas di Surabaya (kawasan semolowaru). dengan mengangkat tema “menjadi mahasiswa, sebuah kekuatan demokrasi tanpa batas”. sepintas saya belum mengerti dengan kalimat ini, dan tentunya menjadi hak bagi si penulis dan penyepakat tema teks ini.

saat masuk pada sesi pengenalan materi training organisasi. saya menunggu panggung benar-benar siap. dan sang senior selalu mengajak “menguji tiap kelompok barisan” untuk merespon Yel dan mengenalkan slogan kekompakan mereka.

unik. ketika saya masuk ke ruangan aula besar. ternyata berbaris pemuda-pemuda berbaju putih dengan caping tani berwarna merah ala tentara vietkong saat melawan amerika di penghujung perang dunia 2.

saya mengamati nama-nama pahlawan besar yang dituliskan oleh penguasa Republik dan Indonesia. hampir semua ada, tak terkecuali bung Tomo yang belum dinobatkan jadi pahlawan nasional hingga tahun 2008 kemarin. kalo nama-nama yang lain ada semua.

tapi ditengah proses penyampaian slide, tepatnya hampir slide presentasi penutup saya. kebetulan saya tuliskan makna berorganisasi itu adalah untuk meraih perubahan. dan PERUBAHAN ITU MENCIPTA! saya langsung tegaskan dengan bertanya, apakah ada yang tahu siapa yang mendengungkan kata-kata itu? mereka semua diam. kontan sedikit bercanda saya langsung menyampaikan bahwa ini ditulis oleh orang pertama yang menuliskan kata MENUJU REPUBLIK INDONESIA. “apakah ada yang tahu?”, untuk kedua kalinya forum sejumlah orang muda 300 ini pada diam.

okay. pahlawan, didepan saya banyak sekali nama-nama pahlawan, termasuk WS Rendra yang baru saja meninggal, yang matinya tidak mendapat pidato presiden justru Mbah Surip yang mendapatkan pidato. okay tidak apa-apa, mungkin otak Presiden lagi “kebalik”. hmm… “apakah sudah ada yang tahu” siapa tokoh pencetus konsepsi Repblik Indonesia dengan kekuatan imajinasi dan seorang buronan politik interpol sejak jaman belanada hingga jepang?

melihat “wajah-wajah sunyi” yang rasanya memang tiada mengenal sosok orang satu ini yang menuliskan MADILOG. langsung saja saya sebutkan, dia “mati ditembak” prajurit Tentara Nasional Indonesia yang entah ikut merebut kemerdekaan apa tidak. tapi dia adalah penggagas Indonesia yang lebih Indonesia, MERDEKA 100% dari kolonialisme. yang hingga kini tidak ditetapkan menjadi pahlawan. Ya, TAN MALAKA “sutan Ibrahim” orang asli Sumatera yang dilupakan sejarah bangsanya. yang tiada pernah dikenalkan sejarah dan kontribusi dia untuk mewujudkan proklamasi, revolusi pasca proklamasi dan seterusnya.

okay, tidak apa-apa. inilah wajah dinamika belajar di beberapa kalangan generasi kita tentang memaknai pahlawan dan siapa yang layak untuk diteladani dalam mengihidup-hidupi cita-cita kemajuan Indonesia.

terima kasih sudah melibatkan saya dalam proses ospek kalian wahai semua panitia dan peserta ospek. semoga kalianlah pahlawan dimasa depan dan selalu menjadi pahlawan bagi diri sendiri.
selalu mengobarkan api innovasi untuk perubahan sosial yang lebih cerah! (poel’s).

Tinggalkan Balasan