Manifesto I S I

Manifesto I S I


“MERAYAKAN PROSES MENCIPTAKAN”

Yayasan ISI

Yayasan ISI

ISI adalah Yayasan Inovasi Sosial Indonesia yang percaya bahwa belajar itu proses mencipta. Mengapa proses mencipta? Karna kami percaya bahwa Perubahan dan Proses ibarat kata adalah kembar identik, ada perubahan ada proses dan sebaliknya. Maka sebagai perayaan terjadinya perubahan di lingkup Inovasi Sosial bisa dikerjakan dengan “merayakan proses menciptakan” oleh para pelaku inovasi sosial.

Karena ISI percaya bahwa tiap manusia hidup bisa seperti gelas isi air separo. Separo mengandung air, separonya berisi udara. Bisa saja air dalam gelas tiap orang itu adalah air putih, air kopi, cat berwarna, sari buah dan yang lainnya. Dan separo udaranya adalah semangat hidup, cita-cita, vis misi yang selalu memiliki minat, hobi, pengalaman, gairah dan suara jiwanya yang tidak sama dengan orang lain.

Karena ISI percaya tiap orang bisa menjadi pelaku perubahan. Bahwa tiap orang yang memiliki suara jiwa untuk menjadi bagian dari kebaikan. Maka senantiasa melihat setiap orang berkelimpahan dengan kekuatan dan kecerdasan yang membedakan adalah nilai penting dalam memaknai proses terjadinya perubahan.

Karena kami percaya, dengan ketrampilan personal dan ketrampilan sosial, maka setiap individu yang terlibat dalam suatu program pembangunan sosial bisa semakin memperkuat terwujudnya visi dan misi yang sedang dikerjakan bersama kelompoknya. Maka secara terus menerus berinvestasi sosial, mengelola dan memperluas jaringan, mendoumentasikan dan merefleksikan pengalaman belajar dari praktek terbaik akan menyediakan produk pengetahuan yang berlimpah bagi para pelaku perubahan.

Dan kami percaya bahwa kemiskinan gagasan/ide inilah yang menjadi salah satu sumber mandegnya berbagai perkembangan sosial. Termasuk yang berkaitan dengan pendidikan, lingkungan hidup, ekonomi, kesehatan, teknologi, seni dan budaya serta lainnya. Maka menghidupkan kembali impian bersama dan imajinasi pada situasi terbaik yang diinginkan bisa dengan formula STMJyang berarti sederhana (bisa di bayangkan cara mengerjakan dan hasilnya), terukur (berbatas waktu dan jumlah capaian), mudah (bisa dikerjakan dengan berbagi minat dan peran, termasuk skema pembiayaan), jelas (siapa yang mengerjakan dan dimana wilayah-lokasinya).

Inilah jejak kehidupan yang ISI dambakan. Ketika setiap orang memilih peran terbaiknya, membagi kekuatan nya dan terus-menerus saling berbagi dan saling sinau. Maka impian lahirnya jejaring masyarakat sosial yang mampu mengubah ketegangan sosial menjadi ketegangan kreatif bisa menjadi inspirasi bagi masa depan masyarakat dunia dalam merayakan proses menciptakan.

14 oktober 2014.
Yayasan Inovasi Sosial Indonesia ;
“membantu Indonesia makin berisi”

Sabun Pensil Kertas

Sabun Pensil Kertas


Solomon Northup. seorang korban penculikan yang pada tahun 1841 di USA waktu itu masih terjadi jaman kegelapan dalam perbudakannya. berjuang menuntut sistem perbudakan dan penculikannya. kalah di pengadilan, kemudian menerbitkan buku “Tweleve Years A Slave”.

buku inilah kemudian menginspirasi sutradara Steve Mcqueen memvisualkannya dalam layar lebar yang sejak mendengar musiknya suasana syahdu dan menyayat-nyayat perasaan. sisi gelap amerika dengan segala rangkaian penguasaan manusia atas manusia. yang menurut para pemilik budak hasil jual belinya dari sesama penjual budak. melihat film ini saya teringat akan kisah perubdakan di jazirah arab yang filmnya pernah saya tonton. seperti yang di ksiahkan dalam pribadi billal bin rabbah. bagaimana abad 600 masehi itu di jazirah arab juga berlangsung sistem kegelapan [begitu kisah yang sejak masih madrasah ibtidaiyah] dulu diceritakan oleh para guru sekolah.

kisah pada film ini dimulai dari sebuah keluarga Solomon Northup yang piawai memainkan biola dan hidup tentram berubah dalam waktu semalam. ketika Solomon menerima tawaran dua orang yang mengaku sebagai pesulap ulung untuk main kolaborasi dalam pertunjukan sulapnya. dengan ketrampilan musikalnya pada biola di tawari gaji 1 dollar perhari dan tambahan 3 dolla r per minggu dengan kontrak selam sebulan.

usai menerima tawarannya. solomon bersama dua orang yang mengajaknya baru 3 hari kemudian dia paham kalau dia diculik dan di jebak usai jamuan makan ketika di tuangi anggur hingga membuatnya mabok. dan besoknya dia sudah dalam posisi kaki serta tangan di rantai di sebuah ruangan pengap.

darik satu tuan ke tuan lainnya. dari perkebunan satu ke perkebunan lainnya. perjalanan panjang dan berbagai kisah kekerasan dialaminya. di beberapa adegan saya sendiri tak kuasa untuk tidak memalingkan muka ketika penyiksaan para orang2 yang diperbudak oleh para tuan dan nyonya ini menerima ukuman apapun. tidak hanya penyiksaaan karena memanen kapas yang terlalu sedikit dari target harian. tapi untuk yang perempuan juga harus siap melayani tuannya untuk dibangunkan tengah malam agar bisa memuaskan nafsu sexnya.

ditengah film ada peristiwa ketika solomon tergerak pikirannya untuk menuliskan surat kepada keluarga dan temanya. pada saat mendapat kesempatan mengambilkan paket2 kebutuhan nyonyanya di toko langganan untuk mendapatkan benag, kertas dan alat perlengkapan rumah. di tengah jalan dia menyelipkan satu kertas yang diambilnya untuk menuliskan suratnya.

harga satu kertas ini terlalu mahal. ketika di perjalanan dia mencoba untuk berbelok dari jalan biasanya. ternyata menjumpai dua orang yang berkulit yang sama dengannya sedang bersiap menghadapi akhir dari nafas hidupnya. sudah berada dalam tangan di ikat dan di lehernya dikalungkan tali yang siap ditarik oleh para penghukumnya [entah salah apa]. sambil mendengar erangan dan adegan ini saya tidak kuasa untuk menatap layar.

sedih. ngeri. sekaligus mengajak belajar. dialog2 satir penuh kedalaman makna dari rasa putus asa dan mengelola harapan antara solomon dengan patsey [budak perempuan] yang dengan memelas meminta agar satu permintaannya untuk menjadi harapan terbaiknya bisa dilakukan oleh solomon agar dia membantu patsey untuk mengakiri hidupnya dengan meneggelamkan di danau.

ahhh….. betapa di film ini selain penguasaan manusia atas manusia. juga digambarkan bahwa para tuan dan nyonya itu bukan lagi percaya yang berkulit hitam di hadapannya adalah manusia. tetapi mereka menyebutnya sebagi property [peralatan] yang bisa di perlakukan semaunya.

seperti itulah ketika suatu pagi patsey ditemukan tidak berangkat ke kebun dan baru siang dia kembali. sontak ketika sejak diketahui tidak ada tuduhannya adalah melarikan diri. dengan tuduhan ini maka kalimat apapun menghadirkan cambukan hingga kulit punggung mengelupas. padahal yang sebenarnya adalah “saya tidak lari. tapi saya sedang memelas kepada nyonya di sebelah blok sebelah sana [perkebunan terdekat dari blok tempat dia perbudak] untuk mendapatkan ini. hal ini ku lakukan karena aku sudah tidak tahan dengan bau badanku sendiri”. begitulah patsey memberikan pejelasan singkat. begitulah mahalnya harga sebutior sabun yang di dapatkan patsey. seratus cambukan untuk sebutir sabun demi melawan bau badannya.

selain sabun. pensil kertas huruf dan kata yang bisa dibaca serta dituliskan dalam seseorang sedang menjadi manusia kehilangan kebebasan [diperbudak] maka itu merupakan sebuah dosa dan bersiaplah menghadapi hukuman. sebab bisa membaca dan menulis itu adalah kutukan bagi seorang [maaf; negro], begitu digambarkan dalam film ini sebagai kesalahan besar.

perjuangan solomon northup ini adalah kisah nyata dari buku yang di tulisnya sendiri. hingga dimana dia mati, kapan tanggalnya dan di kuburkan dimana dalam perjalanannya kemudian tidak ada yang pernah tahu. hal itu setelah dia bebas dari perbudakan karena pertolongan seorang tuan yang pernah dia ikuti, berhasil dia kirimi surat berkat bantuan salah satu rekannya bernama Bass yang dari kanada yang juga di perbudak oleh tuan terakhirnya. usai membantu solomon sepertinya si bass juga hilang dari muka bumi.

setelah bebas karena solomon berhasil berkirim surat [tentu berkat pensil dan tinta dari buah arbey]. dia kembali pada keluarganya. setelahnya dia dalam kisah nyatanya dia bergabung dengan gerakan obolisi untuk perjuangan kebebasan dari perbudakan. banyak melakukan ceramah dan pembebasan budak di kereta api bawah tanah pad ajamannya. itulah yang dituliskan dalam barisan tulisan di layar begitu film ini selesai.

Anda mau lihat utuhnya dan mengenali kekejaman abad kegelapan di AS pada tahun2 1841-1900an. ini layak menjadi referensi. maka bener2 sejarah memang ketika seorang obama yang skr bisa menjadi presiden di AS. bahwa keadilan memang tidak pernah jatuh dari langit. tetapi selalu melalui proses perjuangan dan didalamnya mengundang resiko serta pengorbanan.

tepian bendungan,
12 Juni 2014.

Ananging Ni


Apa yg sudah kamu pahami dan pelajari dari huruf – bahasa belanda ni?” tanya ibu yang diminta jd selir bupati Japara pada putrinya Kartini. 

“Kebebasan bu” jawab kartini singkat. Lalu di tanya lagi sama ibunya “apa yg tidak ada dalam huruf dan bahasa belanda itu Ni?”. Sambil berpikir lama akhirnya “tidak tau Bu”
“Bhakti Ni. Itu yg tdk diajarkan oleh huruf dan bahasa belanda”. Lalu muncullah bayangan lama saat kartini kecil diajari membaca huruf Ha yg di pangkur kemudian huruf Na yg di suku dan huruf La yg di pangku. Maka bisa di baca Trinil. 
“Mereka tidak mengenal dan tidak akan paham makna di pangku Ni”.

Demikian bagian pilem yang paling kuat pesannya pilem kartini adalah di jaman kolonialisme Belanda.
Cerita diatas adalah dialog Ibu dan anak yang di perankan bunda Christine Hakim sama dik Dian Sastro ini nyaris sprti sdg tidak syuting filem. Untuk ini saya bangga bisa menyaksikan akting beliau yg kesekian. selain jd cut nya dien yang juga dahsyat aktingnya bunda christine.
Dialog di tepian telaga yg membahas Bhaktu dan hubungan Ibu dan Anak ini bikin saya meleleh kali kedua. Selain saat Ni memulai menggoreskan kapur di papan tulis ketik mengenalkan huruf A.
Entah melihat goresan kapur yg di slow motion itu seperti menggores bathin bangsa yg pernah sebegini dalamnya menjadi pintar perempuanx adalah suatu dosa.
“Pak kyai.. Adakah kisah dalam alquran yg menyatakan peran ilmu adalah sangat penting?” demikian Ni bertanya. Lalu pak kyai menjelaskan kedudukan surat Iqra. Kemudian diperjelas lah sama Ni.
“Apakah di surat itu dijelaskan membaca itu hanya untuk laki-laki dan tidak boleh untuk perempuan?” dengan tersenyum pak kyai ini menjawab mempelajari ilmu adalah ibadahnya kaum laki dan perempuan.
“Remeng.. Remeng… Raditya kingkin….” lamat-lamat tembang suluk pesisiran ini mengalun menyertai malam demi malam tiga gadis pingitan pendopo Japara.

 
Pada satu sisi film karini besutan hanung yg ini mengambil sisi lain yg menujukkan kuwalitas risetnya. Pun bagaimana Ni perduli pada situasi perempuan di jamannya. Juga dilakukan dg wawancara dan dialog yg berisi penjelasan2 perlunya perempuan belajar, berilmu dan menentukan apa yg ingin di dalaminya.
Saat dia menggali data umur berapa dikawinkan? Kenapa pemahat kayu dan pengukir itu di jaman itu tdk beranu melukis wayang karena takut kuwalat. Tapi stelah dijelaskan. Akhirnya banyak pesanan yg mengalir.
Dari sekian banyak kata dialog dan adegan. Saat kartini menjawab lamaran bupati rembang. Adalah bagaimana dia mau menunjukkan telah berilmu dan menginginkan kebebsan menenetukan nasibnya.
“Kula nuwun Rama.. Saya menerima lamaran kang mas bupati rembang. ANANGING (tapi). Saya mengajukan syarat”
“Katakan apa yg menjadi syaratmu Ni..” dg singkat ramanya menjawab.
Kaping setunggal “saat di pelaminan saya tdk mau mebasuh telapak kaki suami saya. Kaping kalih… Ah saya lupa. Tapi “kaping tigo saya mau dia menjamin saya boleh membuka kelas belajar dan mengajar di pendopo rembang”.
Lalu kaping sekawan “saya mau yu Ngasirah di pindah ke griyo depan bukan di griya belakang”
Itulah bbrp adegan asiek dan kuat. Selain bbrp kejadian bagmna putri pendopo ini bermainya adalah ngerumpi dg panjat tangga kayubdan di tembok pembatas wilayah dalem pendopo. Selain bermain cublek2 suweng yg juga dimainkan oleh kartini, kardinah dan rukmini.
Menjadi tergambar kuat sieh satu diantara yg lain konteks sistem sosial yg berlaku. Ini pilem berhasil menggambarkan hubungan mesra ningrat jawa dg belanda.
Lalu melahirkan pencerahan kartini yg banyak belajar dr buku2 belanda yg di tinggal kakaknya raden Sosrokartono yg fenomenal itu. Juga besaar saat dia membaca buku hylda dan karya stela (feminist).
Dari situlah kartini bersurat dg kakaknyaRM Sosrokartono. Yg juga berperan menjdi faktor pemicu otodidak kartini bisa menulis artikel yg terbit di jurnal antropologi dan bahasa yg diterbitkan kerajaan belanda.
Ananging …. Oeee ciyuuuzs amatt. Saya saraknken buat yg belum nonton. Saya sarujuk buat menyiapkan slayer, saputangan dan bedak buat yg suka bermake up.

Karena betapa anak2 perempuan dan remaja yg di lepas dari bhakti kasih ibunya. Memang mengundang haru dan banyak mengaduk-aduk emosi tanpa ampun.
Seperti pamitnya kartini saat berangkat menerima pinangan bupati Rembang yg menghampiri bu Ngasirah (ibunya). “Kula pamiet nggieh….”
Dengan linangan airmata dan kalimat terbata. menjadi penutup film kartini. 
Saya lirik si alent sibuk dg kue keringnya.

Semeentra bundanya di sebelahnya terlihat sembab.
Sambil menunggu hujan reda, jemari tergoda menuliskan apa yg barusan di liatbsbg cara kami belajar sejarah. Dg menikmati filem besutan hanung B. 

Bahwa perjuangan kartini untuk menjadi setara mendapatkan hak atas pendidikan dijamannya. Memang tidak mudah. 

Betapa libgkaran sosial pendopo ningrat. Sejak di kekerabatan. Himpitan dan tekanan sistem hegemoni bekerja sampai pd struktur yg paling kecil.

Tapi itulah kartini. Yang sudah pengin dipanggil cukup kartini saja. Karena menulis bagi perempuan di jamannya benar2 tidak mudah. Memgingatkan kekejaman julia butterfly yg di peru apa nikaragua. Bahwa perempuan tidak boleh sekolah.

Lalu fiperjuangkan boleh kuliah. Tapi tidak boleh mengambil jurusan hukum karena bisa digunakan untuk membela para marginal.

Tapi itulah perempuan2 tangguh yg selalu dilahirkan oleh jaman. Untuk menjadi terang. Ananging ni jika boleh dapat ilham di jaman kini.

Habis gelap terbitlah terang. Ananging ni habis terang lalu apa? Dan inilah warisan sekaligus tantangan bagaimana jowa kartini yg pembelajar layak mendapat tempat di hati para pembaharu.

Selamat merayakan keabadian dalam meretas karya2 berkebaikan…. 

Guru Partikelir Bercerita


​Perkenalan yang berdampak


Pagi ini jam 05.00 bersama si silver meluncur ke Trowulan. Hari pertama si guru partikelir masuk kelas dan berkenalan dg para siswa kelas 1 SMA Majapahit Mojokerto. 
seperti acara konser cerah yg dimana-mana itu. Bagi saya semua peristiwa manggung adalah istimewa. Begitu jug zemua orang yg hadir di ruangan kelas adalah spesial.
Setelah mengenalkan diri secara singkat. Saya langsung ajak seluruh pelajar remaja ini bermain. Ya bermain sambil belajar dan mengasah kemampuan bercerita. Lalu saya tanya apa yg diraskaan dan apa yg jadi cita2 setiap orang seusai msreka bercerita.
Saya ditantang oleh pengelol yayasan yg menaungi skolah SMA MAJAPAHIT 1 di desa sentono rejo. Untuk mendampingi dan menantang para murid belajar membuat KARYA ILMIAH REMAJA.
Bagi saya ini tantangan menarik. Hari ini ketika biasanya ikut berada di jalanan memperingati hari tani (24 sept 2016). Tadi pagi dan skr baru selesai di ruang kelas perkenalan.
Menjadi guru magang. Sekaligus sdg melakoni jadi guru partikelir itu kece. Bagaimana saya harus belajar bahasa remaja yg beranjak dewasa ini mengenal, mengetahui, memahami, mengerti dan bisa memaknai kenapa berkarya ilmiah itu penting? 
Secara sederhana saya tidak menyiapkan kurikulum khusus untuk menemani paramuda kelas 1 SMA. Tapi alur dan prinsip belajar yg asiek, memudahkan, menggembirakan dan berdampak adalah alurnya.
Secara tahapan saya menyiapkan tiga tahapan dalam satu semester. Bahwa ada tahap mengenalkan aneka ragam karya ilmiah. Begitu juga dengan tema dan topiknya. 
Ditahap mengenal ini. Peristiwa mengalami akan banyak saya gunakan. Termasuk ini tadi untuk minggu depan kami menjalin kontrak belajar untuk empat kelompok bersedia membawa karya ilmiah sbg referensi. Lalu membuat satu karya di tulis tangan level kelompok ttg tema yang berkaitan dengan masa depan remaja.
Pada tahap kedua saya akan fokus pada bagaimana belajar dari melakukan dan memahami rasa suka pada berkarya. Lalu bagaimana tujuan tahap ini makin diarahkan pada menyukai berkarya. Sehingg materi, metode, prosesny adalah membuat menyukai berkarya itu asiek dan menyenangkan.
Nah baru tahap ketiga adalah memperbanyak latihan berkarya dan menciptakan pasar ide serta gagasan imajiner. Selanjutnya akan di peras untuk menemukan ide prioritas buat dikerjakan dg terukur.
Saya bersyukur usai sesi 90 menit ini tadi ada sekitar 5 siswa yg langsung bergairah usai suasana dalam kelas. Saya ajak duduk dibruang perpustakaan. Lalu mulailah mereka mengajukan pertanyaan2 segar “pak, bagaimana dulu jenengan belajarnya? Apa saja yg dipelajari” demikian Amanah bertanya.
“Lalu gimana pak caranya agar bisa seperti panjenenegan. Saat tadi menyimak cara menyampaikan. Saya langsung pengin jadi seperti jenengan”. Demikian Tantri yg bercita2 jadi dokter ini dg jujur mengungkapkan isi hatinya. “Ouh…. Terimakasih buat apresiasinya yaa tantri”. Sahut saya singkat.
Kristina tidak mau pasif “pak kenapa hanya 90 menit? Sebaiknya dibuat kelas ekskul yg bapak ajar ini lebih lama. Ayooo pak masuk kelas lagi”. Dengan wajah serius dia mengajukan permintaannya.
Putri yg sejak di kelas sangat aktif juga bertanya dan sorot matanya yg tajam. Selalu punya gagasan segar diajukan. “Pak anggota kelompok saya itu semua orang2 sulit diajak belajar. Ada yg sebukan masuk seminggu saja. Lalu satunya tdk mau ngomong. Gimana saya bisa berdiskusi kelompok?”
Apa yg disampaikan putri ini menarik. Betapa kelas ini beragam dan benar2 unik. “Coba di alami dulu ptosesnya put. Semua calon pemimpin itu memang diuji tuk pinter momong. Demikian juga kamu bersama kelompok. Pasti nanti ada pelajaran menarik.”
“Iya tapi sulit pak.” secara cepat dia menyambar kalimat saya. “Naah disitu pelajarannya. Saat semakin sulit. Karena kalau nga ada sulitnya kita cenderung tidak belajar hal baru”
Wulan yg memilih duduk dibawah sendirian saat yang lain bersemangat ngobrol di kursi dan mengelilingi meja. Lebih banyak menyimak dan memperhatikan saat yg lain ngobrol.
Terimakasih hidup…. Terimakasih pelajaran hidup. Saya masih diperjumpakan peristiwa berbagi dengan paramuda calon pemimpin di jalan kehidupannya masing-masing.
Minggu depan pasti lebih seru pemirsaa. Saat si guru partikelir ini nanti akan menggunakan alat bantu belajar yg di desain memudahkan proses belajar.
Salam kebaikan
Trowulan, 24 Sept 2016

Tanah Air Angin Batu

Tanah Air Angin Batu


Mahakarya Budaya

Membumi
Tapi bisa menangkap angin
Mengukir batu
bersahabat dengan air
Berhenti berpikir
Belajar merasa
Setia pada aturan main
Permainan

Melibatkan bukan jd penonton
Memanfaatkan daun biji-biji
Mewarna diri dengan lumpur
Berlari berhitung
Menyanyi memadukan irama

Gembira bersama sahabat
Kalah dan menang bukan tujuan
Mencipta dunia kecil penuh keriangan

Berceloteh
Mengucap doa
Sebelum mulai
Melakoni peran
Bukan menghukum

Menjadi peduli bukan diminta
Selesai ya mulai lagi
Dimulai lagi dengan doa
Hompimpah alaihom gambreng!

Terimakasih
Pencipta permainan anak desa
Yang mendunia
Mewujud
Tapi para penciptanya
Tidak ingin terkenal
Juga bebas dari ingin dikenal
Permainan tradisional
Menjadi terkenal
Oleh ketidakterkenalan itu sendiri

Pelanjut
Pelestari
Pemain
Pelaku
Tidak perlu wasit
Menerima
Memahami
Peran masing-masing
Belajar tanggungjawab
Mengelola diri

Bersikap
Berperilaku
Fairplay
Menjadi
Kebiasaan
Yang mencari celah
Justru tersingkir

Ada budi
Lahir daya
Ada pakerti
Berbunga mulia
Ada sikap
Berbuah karakter

Hom
pimpah
Alaihom
Gambreng

Mainlah tapi
Tidak main-main
Kembali serius
Bermain

Sebelah bendungan seusai hujan
Sabtu, 24 sept 2016

Juru kunci kamajo

Kalimat itu


​Berbisik Kepada Terimakasih

Menyimak ceritanya, juga berbagi cerita bapaknya telah berkegiatan apa yg terbaru. 
Berdialog dengan saling mengajukan pertanyaan2 saling sinau sprti “kenapa permainan tradisionalnya di Trowulan?”. Membuat saya berpikir sejenak. *karena dapat tempat yang mau kerjasama disitu* …. Ya sesederhana itu 

Lalu mulai bercerita lagi tentang cerita terbaru. Rencana ikut kompetisi menyanyi di sekolahnya. “Bagainana jika ku ikut lagi?”. Begitu tanya kakak jihan pada saya.
“Ya ikut saja. Dan ikuiti dengan segenap dan sebesar perasaan kakak sendiri mendapatkan kesenangan dengan bernyanyi” saya coba beri pendapat.
“Nah itu. Tetapi kadang di kultun itu bbrp pesan yg disampaikan menyanyi itu bisa menjadi penyebab orang lupa dan lalai pada dunia yg lain?”. Kakak jihan mengajukan pendapat yg lain.
“Ouw. Begitu pesannya. Menyanyi itu seperti ilmu pada umumnya. Saat digunakan untuk kebaikan dan menebar manfaat. Ya semakin bagus, selain buat diri si penyanyi” saya tambahkan sedikit perspektif.
Masuk menjelang suasana dhuhur saya beranjak keluar sbntar. Lalu membungkus nasi putih, kuah kare (tanpa rajungan). Dg lauk cumi goreng kesukaannya dan ikan bakar kerapu. Dilengkapi es teh khas kesukaannya.
Saat tiba kembali di beranda tempat perjumpaan. Bersama-sama kami mulai membuka bungkusan makan siang. Seusai sesuap nasi masuk…. Tiba2 dia berucap dengan tatapan mata yg berbeda.
Satu bagian kalimat yg membuat saya bahagia adalah “terimakasih yah, sdh bawa jajan, buah dan makanan”. Demikian kakak memberi apresiasi dg bahaasa jiwa penghargaan.
Buat saya uni sangat menyejukkan selain bahagia. Saat banyak di luar sana kehilabgan apresiasi pd hal2 kecil yg di saksikan dan alami setiap hari. Jiwanya kini telah makin belajar.
Ah kata terimakasih ini. Mengingatkan saya oada seorang penyajak jalanan yg memikih selera penyuka “kopi diatas got”. Bbrp hari lalu di seblah terminal bus antar kota. Kami berjunpa sesaat. Lalu dia berbagi ttg sebuah judul buku yg segera terbit judulnya “SURAT KEPADA TERIMA KASIH”.
Anda tidak perlu penasaran. Tapi cukup dirasakan saja kekuatan judulnya.
Melihat jam menjelabg ashar. Saya bilang kepadanya tuk berpamitan balik. Demi melanjutkan putaran perjalanan selanjutnya. Satu kecupan sayang di keningnya. Menjadi cara kami melanjutkan cerita masing-masing.
Jaga diri. Makin menikmati proses belajar, banyak baca buku, tetap baik sama teman dan berbagi apa yg bisa brrmanfaat ya kak….. 
Selamat sore dunia!
Pantura berbau amis darah hewan qurban…

Goal Setting


​Salam kebaikan.. Selamat siang semuanya…. Itulah salam saling sinau hari ini bersama survivor. 

Sesi sembilan puluh menit mendedah materi goal setting tanpa definisi awalnya. Di akhir sesi menjawab kenapa dia penting? Untuk apa? Dengan prinsip apa saja dia bisa bekerja? Dan melalui langkah apa saja bisa diwujudkan.

Sebagai seniman pertemuan. Sejak sesi membangun kekuatan bersama. Memanfaatkan tarot jumbo. Saya ajak para pendamping prog survivor ini berbagi cerita. 

Tentang apa yang menarik saat ini? Tentang masa lalu membanggakan. Tentang masa sekarang yg menginspirasi. Dan tentang apa yg mau di ciptakan.

Sesi feedback perkenalan. Adalah kesempatan bagi seniman pertemuan untuk menggali dan belajar dari proses. Dengan alat bantu pertanyaan apakah ada tujuan yg di tetapkan dalam cerita tarot diri barusan? Juga mengkonfirmasi, apakah ada unsur2 dalam menetapkan tujuan sbgmna materi goal setting yg sdg dibahas?

“Ada. Contohnya adalah  rangkaian cerita yg kita lakukan barusan”, demikian bryan lelaki yg sdh jadi bapak ini merespon pertanyaaan. 

Masuk sesi membangun komitmen. Saya minta tiap orang menuliskan dua tujuan belajar pada siang yg terik di oke plato.
Baru lanjut komitmen (kontrak dan prinsip belajar) secara singkat. Bahwa sesi ini bisa berlangsung 90 menit dari yg disepakati.

Menggali potensi diri dan memiliki kesadaran karakter. Dengan pengantar apeeciative inquiry. Lalu perspektif ABT vs DBT (asset based thinking dan defisit based thinking). 

Secara cepat langsung praktek dengan simulatif bikin diagram T. Melalui rumus sederhana 5:1. Adalah salah satu cara mudah mengenalkan aaset diri. Sebelum melihat asset organisasi dan asset relasi. 

Menuliskan lima keberhasilan dengan lima sumber kekuatannya. Lalu saat selesai semua orang punya daftar list. Baru diminta menuliskan satu hal yg belum berhasil.

Kemudian perjelas konteksnya yg ga ada kaitannya dengan pekerjaan. Tapi lebih pribadi dan berbatas waktu 1-2 minggu. Hasilnya akan kuat sekali sampai pada mengenali perilaku selama waktu itu yang berkelimpahan.

Mas didit misalnya salah satu yg menyebut hal yg belum berhasil adalah berhenti (diet) makan jerohan. Tapi dari koleksi deposito assetnya ada daftar kekuatan komitmen dan menghargai pola hidup sehat. 

Di sesi penutup saya ajak melakukan feedback. Dengan menggunakan pendekatan prinsip theorinya. Inilah sesi akhir.  baru saya tampilkan rumusan theory goal setting yg dilahirkan melalui penelitian si dr edwin locke pd tahun 1960. Juga dikembangkan oleh orang lain.

Penekanan pada rumusan theori goal setting ada 5 prinsip dasar. Yakni kejelasan tujuan, komitmen, terukur kerangka waktu, melahirkan program yg jadi tindakan dan memiliki kompleksitas.

Kemudian bagaimana menyusun langkah apa saja yang bisa menghantarkan peristiwa goal setting bisa kejadian. Dasarnya adalah yakin dulu. Dan ini ga ada di theorinya. 😉 😉
“Apakah proses belajar 90 menit ini tadi terdapat lima prinsip goal setting?” tanya saya pada semuaorang. satu persatu saya cek kelima prinsip itu dan saya ajak falsh back sebentar di sesi mana ada kejelasan tujuan, perlu komitmen, berkerangka waktu, melahirkan kegiatan dan ada kompleksitas metode belajarnya.
Syukurlah. 

Saya senang belajar goal setting dengan menjadikan proses belajar ala cerah institute yg di kelola dg semangat juru kunci KAMAJO. bisa sampai pada praktek peristiwa goal setting sbg pengetahuan yg telah dipraktekkan menjadi pengalaman.

Disinilah tantangan belajar tanpa mengajari. Tapi menantang proses, memandu tahapan dan menciptakan alat babtu belajar.

Sehingga belajar tema or teori goal setting. Lalu proses penyampauannya sendiri adalah bentuk sederhana dan praktek mencapai goal setting.

Terimakasih PLATO FOUNDATION yang sudah memberi kepercayaan dan kesempatan saling  sinau. Semoga bermanfaat. 

Terimakasih Dita Amalia yang sudah ngajak kolaborasi.

Salam survivor kece maksimal… 

😀 😀 😀 😀

Ospek Inspiratif


begitulah saya menyebutnya. Untuk konser setengah hari kemarin (minggu, 4/9/2016) di trowulan. Ajang penyambutan mahasiswa baru di kampus STITNU ALHIKMAH Mojokerto.


Apa saja yang membuatnya layak jd ajang inspiratif..? Selain kemasan san desain acara. Juga energi dan semangat panitia serta para pesertanya.
Sedianya setelah saya bersama ki dulurd Zaini (ketua sekaligus pendiri komunitas Hong). Melakukan trips singkat di situs2 bersejarah percandian, kolam segaran dan museum trowulan. Akan melakukan pemetaan lahan yg mau di jadikan pusat permainan tradisional bernuansa bahari. 
Untuk itu kami masih mau memilih nama areanya. Apakah KAMPOENG MAIN MOJOPAHIT (KaMaJo). Atau cukup dengan sebutan HONG MOJOPAHIT “permainan tradisional nusantara”. 
Any wey. Ternyata setelag de keliling situs sejak jam 08.00-10.30 ternyata dominta tandem buat ngisi ospek mahasiswa baru.
Setelah diberi pengantar singkat oleh pak sinin (ketua STITNU ALHIKMAH). Lalu beliau menyilahkan Kang Zaini Alif buat mengambil sesi pertama. 
Persiapan dilakukan buat menggunakan alat bantu laptop dan proyektor. Ternyata ada gangguan kecil yg memerlukan penanganan khusus. Hingga ki dulurd menyilahkan saya untuk tampil duluan.
Wah … Tantangan menarik ini. Mengambil sesi pertama bersama seorang inapirator yg sdh mendunia dan mengumpulkan dokumen, menyebarkan, memainkan permainan tradisional. 
Setelah menawarkan pasword pertemuan yg bisa jadi kode kembali kw fokus. Saya coba mengajak memberi nilai seberapa penting acara ini buat semua warga pertemuan (mahasiswa baru).

Kompak. Angkanya mwndekati sempurna. Lalu saat mengajak memainkan otak kanan dengan kuis sederhana. Alhamdulillah hadiahnya aman…. Kekekekekkeeee
Lalu masuklah saya pada materi proses belajar adalah mencipta. Dengan memanfaatkan momen perjumpaan yg setelah saya tanya. “Apakah sudah saling mengenal?” 
Ternyata banyak yg tidak saling mengenal. Maka saya gunakan untuk mengajak saling berkenalan lebih dekat. Dengan alat bantu tarot dan empat pertanyaan (perasaan saat ini, masa lalu berkesan, sumber semangat masa kini dan masa depan yg mau diciptakan). 
Suasana kelas yang semula rapi dan duduk teratur tiba2 langsung meriah saatsaya minta menjadi lingkaran kecil berjumlah 8 orang. Dengan boleh memutar kursi duduknya. 
Ini momen riuh rendah suara kelas yang khas. Usai sesi berkenalan. Saya coba periksa dan mengajak belajar pada proses. 

Selanjutnya sesi ki dulurd yang juga lebih keren daripada saya. Langsunf mengenalkan perjalanan masa kecil. Masa remaja. Masa belajar dan bermain. Juga awal2 mendirikan HONG.
sesi mengenalkan gerakan khusus buat mengajak anak2 bisa fokus pada Wirasa, wiraga, wirama. Menjadikan semua krang antusias. Apalagi saat dapat naik level pada latihan gerak dan fokusnya.
Usai istirahat siang. Acara di lanjut. Lalu saya diminta oleh pak ulil buat mengajak clossing dan melakukan kembali refleksi proses belajar.
Dengan menegaskan ospek inapiratif dan tridharma perguruan tinggi. Saya ajak peserta berkomitmen untuk melakukan tridharma sejak hari pertama masuk kampus.
Bahwa proses ospek hari ini. Mesti di jadikan bentuk nyata tridharma. Tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Nah penakanannya untuk hari ospek ini adalah dijadikan sebuah tulisan yang beecerita pada proses. sesuai dengan gaya penulisan, gaya bercerita dan pilihan kata setiap orang. Idenya pihak kampus akan menjadikan sekitar 10 tulisan yang menarik. Untuk diunggah di website resmi STITNU ALHIKMAH.
“Aapakah berani saya tantang menjadikan proses belajar hari ini menjadi bahan penelitian sederhana dan menjadi tulisan?” beberapa orang menjawab “beraniii….”
Lalu saya coba ulangi kalimat tantangan dan hasilnya bertambah lebih banyak. Tahap selanjutnya tentu saya serahkan saja pada yag maha kuasa dan yg bagian mengawal do kampus.
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dr acara ini. Lama pernah menginginkan sejak ketemu ki dulurd Zaini Hong. Kapan ya bisa konser bareng? Eeeeh nga taunya bisa dapat duet tanpa janjian dan perencanaan. Asieeek dan hebooh benerlahhhh jadiny kelas ospeknya.
Laikny ospek itu memang bukan ajang membentak2, memplonco, apalagi ajang menciptakan jarak senior dan yunior. Kemasan acara yang seperti inilah mestinya yg diperbanyak.
Selamat bersiap mengamalkan tugas pengabdian masyarakat sejak masih jadi mahasiswa di kampus yaa teman2 semua.
Salam kebaikan…. 

Menangis


​Tidak Habis Cerita


Luruuh jiwa dan berlipat semangadtnya bapakmu nak klo sdh dengar kisahmu yg terbaru kakak Jihanreida Elridho 
Pelajaran geografi tentang apa daerah paciran bisa terjadi gempa masih menjadi pertanyaanmu yang butuh sinau buat menjawabnya.
Begitu juga dengan pertanyaan zejarah “kenapa pak soekarno diberhentikan jadi presiden dan kuq bisa digantikan soeharto?”. Lalu blm sempat jawab masih dilanjut “pak Moh Hatta itu kan wakil presiden, kenapa tidak menggantikan pak Karno?”
Lalu baru mau jawab. Eh masih di sergap dengam satu pertanyaan susulan. “Pak karno itu memenuhi kategori tiga godaan manusia di dunia nga Yah?”. 
“Lho godaan apa yg dimaksud?” jawab saya dengan tanya.
“Ya kmrn pak yai itu sampaikan tentang godaan manusia yg disebut Harta, Tahta, Wanita.”
“Ouw itu…. Begini nak. Pak karno itu seorang pejuang sejak muda. Selain bisa dibilang cakep dan ganteng. Sejak usia skitar belasan dia sudah jago berpidato diatas podium. Dia bisa menggantikan gurunya atau diminta tampil sama pembimbingnya yg bernama HOS Cokroaminoto”
“Lalu tentang harta. Sampai dia meninggal setelah jd tahanan kota dan diberhentikan sama MPRS yg diketuai pak Jenderal Abdul Haris Nasution. Sepertinya dia tdk banyak mewariskan surat tanah, kebun, mobil dan rumah bagus. Malah untuk beli buah di seorang penjual buah dia dibelikan si tukang kebun yg membantunya.”
“Sementara untuk yang ketiga. Tentang wanita. Memang istri pak karno bisa dibilang banyak. Meski pun itu resmi semua dan tidak ditutup2i”.
“Begini kak…. Jika nanti menyukai pelajaran sejarah dan politik. Kakak banyak baca buku dan nonton filem serta aneka sumber. Tentu agar meluas bisa sebanyak-banyaknya yg mesti dibaca. Selain bertambah wawasan, itu akan membuat kita terbuka buat memahami sejarah sebagai ilmu dan pengetahuan. Bukankah Alquran itu selain ayat perintah, larangan dan kalimat hukum (fiqih). Dia juga lebih dr separonya adalah sejarah?”
Diam-diam saya amati ekspresi si sulung. Yang pasang muka serius dan fokus. Lalu tiba2 nyeletuk. “aku nga seberapa suka pelajaran sejarah..” saya pun tersenyum simpul… 😀 😀 
“dulu kak… Mbah uti yg di malang bercerita masa mudanya. Jika pak karno datang ke sebuah daerah. Atau siaran radio sedang berpidato. Semua orang pengin menyimaknya”. Timpal spontan Bundanya saat kami berdialog.
“Lhooo mbah uti yg di Desa. Di malang bund?”  setengah ga percaya si sulung bertanya dg ekspresi penuh rasa penasaran.
Singkat saja bundanya menyahuti “iya mbah uti yang tiap hari masih ke sawah dulu itu”
“Ah tapi aku lebih suka pelajran matematika sekarang. Gurunya kalau ngajar bikin nyambung dan bisa nangkep” tiba2 mengalihkan topik si sulung.
“Lhoo.. Memangnya pelajaran itu jadi mudah dipahami karena mengajarnya apa karena semangat dan kesediaan ikhlas, siap menerima dan hati gembira yg diajari yaak?”. Saya coba menggodanya..
“Iyaa laaah… Jelas karena cara mengajarnya”. 
“Lhoo meskipun caranya bagus.. Kalau yg diajari sedang ga mood dan lagi sedih, lalu hatinya sdg kalut kan tetep ga bisa masuk pelajarannya?”. Masih saya coba lanjutkan penegasan.
“Tetap caranya yaah…. Kalau bikin seneng, ga ngantuk dan memudahkan itu tetap lebih cepat diterima”
“Ahh.. Okaay okaaay. Anak pembelajar. Yang penting kakak disini itu makin bisa belajar ikhlas, menerim, sederhana, tidak membeda-bedakan perlakuan pd guru, teman, pelajaran.

Jika hati terang, riang gembira dan perasaan kakak selalu asik dan positif itu akan samgat membantu.” saya coba tambahkan pesan mentalnya.
“Iyaa yaaah… Tapi kadang aku masih menangis. Khususnya saat berdoa usai sholat. Tidak lama sieh, tapi meneteskan air mata gitu”
“Bagus. Itu manusiawi dan wajar. Memang manusia yg tidak bisa menangislah sebenarnya yg paling lemah. Karena dia sdg melawat kodratnya. Bahwa dia terlahir dengan menangis saat jabang bayi”. Saat mengucapkan ini saya berusaha menahan getar dan rasa haru yg teramat dalaamm. (Terimakasih nak ini pelajaran tak terhingga buat bapakmu). 
Dengan wajah sumringah kami mengganti topik percakapan selanjutnya. 
Terimakasih yaa nak…. Makin belajar ikhkas dan baik dengan lingkunganmu. Menjadi hebatlah dengan caramu….
Selamat belajar,

21 Agustus 2016