kota menuju necropolis


Kajian demi kajian tentang banjir dilakukan. Seperti juga siang ini di kompleks pendidikan hidayatullah daerah Kejawan Putih Tambak Surabaya. WALHI Jatim di undang oleh KAMMI menjadi narasumber membedah persoalan banjir kota surabaya. Tepatnya oleh Lembaga Kajian Eksternal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Sepuluh Nopember, (14 Januari 2006).

Surabaya memang sedang berkembang, seiring dengan itu ruang terbuka hijau (RTH) yang ada juga berkurang. Saluran irigasi primer, sekunder, tersier juga mengalami pendangkalan, sungai tersumbat sampah. Sepertinya perkembangannya juga menuju pada makin tidak beradab, ketika jalan-jalan protokol saat hujan menjadi sungai-sungai baru.

Lahan terbuka dikonversi habis2an untuk komersialisasi pertokoan, swalayan, perumahan elit, lapangan golf dan aneka bisnis komerisial yang tidak disertai pelayanan publik dan menjadi kota yang ”humanis” pada warga kota.

Diskusi tetaplah diskusi. Dan yang lebih penting adalah tindakan baru setelah diskusi. Kota kecil menjadi kota berkembang, kota berkembang jadi metropolis dengan gemerlapnya, kemudian akan dibah lagi menjadi megapolis dengan makin menjulangnya gedung2 dan semua makin menghisap saja isi perut bumi. Konsumerisme tak terelakkan yang menguhi bertambah padat, kebutuhan makin besar, sampah makin banyak, kota makin panas, ruang terbuka telah jadi lapangan semen dan aspal belaka.

Lantas saat ketersediaan tidak pernah dibicarakan kedepan bagaimana memenuhi itu semua. Maka megapolis akan menjadi necropolis (kota kematian). Kematian dari urat nadi keseimbangan lingkungannya, dari dialog antar manusia dalam perjumpaannya. Jika demkian, rutinitas telah menjauhkan manusia dari spirit makhluk sosialnya. Maka kematian kota itu makin dekat saja.

Kematian memang tidak perlu untuk ditakuti, tetapi menyambut kematian dengan tersenyum dan suasana bahagia lebih menyenagkan sepertinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s