complexity urban


Narasumber Dialog ”live” Cafe Ngerumpi Radio Delta FM Surabaya, tema; Problema dan Mengelola Sampah Yang Baik (6 Februari 2006).

Sore, setelah aktivitas secretariat. Menghadiri undangan Radio Delta FM untuk live dioalog tentang mengelola Sampah dan Problematikanya di Surabaya. Diskusi mengalir dan dihadiri oleh komunitas dari Jambangan “ibu-ibu PKK” yang telah berpraktek mengelola sampah dengan kearifannya.

Mengurangi produksi sampah, mendaur ulang dan menggunakan kembali bahan bekas terpakai adalah tindakan luar biasa yang bias dilakukan oleh banyak orang. Surabaya sebagai kota Metropolis, mempunyai pengalaman buruk dalam mengelola sampah. Tahun 2000 – 2001 Surabaya banijr sampah, karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Keputih Sukolilo di Blokade oleh WArga karena sudah 23 tahun menghirup aroma Sampah dari lahan seluas 40 hektar. Kemarau hujan asap sampah yang berbau seperti amoniak dan ketika hujan membawa aliran lindi dari gunungan sampah yang tingginy dua kali lipat tinggi rumah penduduk sekitar. Setara dengan tinggi menara atau kubah masjid di keputih.

Perilaku dan kepekaan dibutuhkan, tetapi sayangnya pemerintah kurang serius untuk merubah kebijakan dan gagal berikan keteladanan. Tidak akan pernah selesai jika sampah di buang, karena itu bukan mengelola. Tidak selesai pula jika sampah masih dipandang sebagai “barang tak berguna” padahal dia bias berfungsi secara social-budaya-ekonomi dan bias mengurangi beban lingkungan jika di kelola.

Meski kita sebagai konsumen tetap tidak pernah diberi pilihan oleh para produsen barang yang membutuhkan kemasan. Seperti halnya tetanggaku ketika kutanya, pakah saat dia membeli makanan instant seperti “indomie-supermi” atau sabun dan shampoo adalah membeli kemasannya atau membeli isinya. Ternyata sampah plastic memang menjadi pilihan utama yang praktis dan dianggap oleh para ibu-ibu dari Kelurahan Jambangan ini sebagai sampah yang sulit di kelola. Memang sudah seharusnya korporasi pemnghasil sampah juga harus ikut bertanggungjawab atas barang produksinya, pemerintah perlu memberikan keteladanan, masyarakat perlu dilibatkan langsung salam pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s