why teknik isn’t philoshopies?


Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA se Jawa – Bali dan Lomba Karya Inovasi Teknologi (15 – 23 Februari 2006) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Surabaya (HIMAJUR TL ITS) dalam rangka Enviromental Exhibition 2006.

Lagi acara akademik yang menjadi sarana memasarkan perguruan tinggi di buat untuk para pelajar dan mahasiswa. Sungguh anak-anak muda yang luar biasa dengan semua gagasannya, melalui karya ilmiah. Meski ini lomba kademik di bidang teknik, sementara aku tidak punya disiplin ilmunya sama sekali. Tetap menjadi yang teruda di antara para juri yang lain adalah pengalaman berharga.

Menyaksikan presentasi baik yang individu maupun berkelompok, sungguh menyenagkan. Apalgi para pelajar yang sangat antusias ini didukung oleh para guru dan utusan lain dari sekolahnya, tak lupa keluarganya. Ada yang dari Bali hingga Kab. Madiun datang ke ITS.

Satu pengalaman yang tidak terlupakan adalah, naskah para peserta lomba ini kuterima sejumlah lebih dari 25 naskah pada saat H-1 dari penjurian, begadang semalaman seperti mau ujian. Berbeda persiapan panitianya meskipun ini perguruan tinggi negeri, tetapi kualitas mengelola acara lebih berenergi dan cekatan mahasiswa ITATS yang beberapa hari lalu membuat acara dialog bencana dan masa depan Jawa Timur.

Apalagi, cara mengapresiasi yang buruk oleh panitia penyelenggara membuat aku kembali teringat. Bahwa sejarah ilmu sains yang pada awalnya penuh dengan filosofis kini tinggal teknis dan teknokrasinya saja. Padahal si Isac Newton menemukan Gravitasi pada awalnya adalah penuh dengan filosofi, begitu juga dengan penemuan bumi yang pada awalnya dianggap datar, nyatanya kemudian dibantah oleh penemuan baru yang menyatakan bumi itu bulat adalah penuh dengan filosofis. Memanusiakan manusia menjadi hal yang kurang terlihat dalam mengapresiasi orang lain.

Untungnya karya kaum muda ini benar-benar membangkitkan spirit yang dari dulu ada, bahwa sejarah masa lalu memang dilakukan oleh pendahulu yang sekarang sudah tua, meskipun mereka pun dulunya pernah muda. Kaum muda, sejarah masa depan itu adalah milik kalian semua…. berkaryalah terus, agar melatih kreativitas. Tetapi jangan sampai kehilangan ampatimu dalam menjadi manusia….

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s