Batalkan Nuklir “PLTN” di Madura!


Solusi Krisis Energi Listrik bukan PLTN

PLTN melecehkan harga nyawa Manusia, PLTN melecehkan demokrasi dan peradaban, dan PLTN adalah keterbatasan kecerdasan dalam wawasan dunia modern…” ( W.S. Rendra, Penyair, Budayawan dan Dramawan, Fax yang dikirim ke Sekretariat Eksekutif Nasional WALHI  20 maret 1996, Dalam kampanye bersama tokoh Indonesia menolak PLTN di Kawasan Muria-Jawa Tengah)

Dengan alasan terjadi krisis energi listrik, maka pemerintah Indonesia mulai memikirkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Madura dan melanjutkan proyek PLTN Muria Jawa Tengah. Padahal saat ini ada fenomena alasaan krisis energi listrik yang sungguh masih belum bisa di terima akal, contoh konkretnya adalah ketika seorang warga Negara Indonesia mau pasang listrik baru. Meskipun dia bertempat tinggal di perumahan RSS (rumah sangat sederhana) misalnya, listrik yang “tersedia” menurut petugas PLN adalah berkekuatan 1200 V. Padahal kebutuhan ukuran rumah RSS dengan 450 – 900 V saja sudah cukup.

 Secara diam-diam. Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Sebuah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia berdasarkan UU No.65 tahun 1958 yang untuk pertama kali di kepalai Dr.G.A. Siwabessy dan waktu itu masih bernama Lembaga Tenaga Atom Nasional. Lantas pada tahun 1964 berdasar UU No. 31 tahun 1964 lembaga ini diubah menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) sampai sekarang. Dalam kaitannya terhadap rencana pembangunan PLTN Madura, BATAN bekerja sama melalui sebuah master of Understanding (MoU) pada tanggal 10 Oktober 2001 dengan sebuah lembaga dari Korea Selatan dalam hal ini adalah Korean Atomic Energy Research Institute (KAERI). Yang akhirnya menyepakati rencana tapak PLTN madura di; N-1 di Sokobanah Sampang, N-2 di Ketapang Sampang, N-3 di Pasongsongan Sumenep (sumber hasil penelitian penilaian ekonomi oleh Mursid Jokolelono M.Sc)

 Rencananya PLTN akan dibangun mulai tahun 2008 dan akan dioperasikan mulai tahun 2015, jika usia PLTN secara ekonomisselama ini adalah 25-30 tahun maka pada tahun 2045 semua peralatannya harus di bongkar. PLTN yang akan dikembangkan adalah PLTN SMART 2 unit yang akan menghasilkan sumber daya listrik sebesar 200 MW. Guna menyebarkan hasil penelitiannya ini, BATAN melalui Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) Badan Tenaga Nuklir Nasional bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya Malang melalui SPK Nomor : PA.41/028/KS001/2003.

 

Penolakan mayoritas masyarakat Madura sebaiknya di perhatikan

Pada dasarnya rencana PLTN ini tetap menyimpan persoalan dan seharusnya dengan kepala dingin dan fikiran jernih para pengambil kebijakan segera tidak mengambil keputusan yang kontra produktif menyangkut persoalan ini. Dan jangan sampai membuat langkah-langkah yang berorientasi jangka pendek, seperti bertumpu dan berargumentasi atas pertimbangan investasi pemodal saja misalnya. Untuk itu pertimbangan kelangsungan kehidupan yang tenang, damai dan jauh dari rasa resah dan kekuatiran jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan dari PLTN di utamakan. Apalagi PLTN Madura ini, jika ingin dijadikan prioritas dalam menunjukkan komitmen pemerintah kepada kedaulatan dan kesejahteraan rakyatnya. Maka hasil laporan yang dilakukan oleh tim peneliti BATAN, LPM universitas Barawijaya bahwa sejumlah mayoritas masyarakat Madura yang jadi responden, ketika dimintai pendapat oleh tim peneliti sebanyak 65,83% menyatakan tidak mungkin PLTN dibangun di Madura, sedangkan 20,83% menyatakan mungkin dapat dibangun sedangkan sisanya 13,33% menyatakan tidak tahu.

 

Tragedi  PLTN ; dampak radiasi, merusak ekologi, boros biaya

Bencana Chernobyl (26 April 1986) termasuk bencana nuklir paling buruk di dunia. Musibah reactor Chernobyl di Uni Sovyet (kini Rusia) tanggal 26 April 1986 menjadi pelajaran berharga bagi Negara-negara dunia yang gandrung pada teknologi nuklir. Sekaligus telah membuat masyarakat dunia ketakutan untuk serta merta menerima teknologi nuklir . Pemerintah Ukraina setelah 6 tahun musibah Chernobyl menyatakan secara resmi mengakui bahwa korban meninggal langsung lebih dari 6.000 orang sebagai akibat langsung kecelakaan reakstor No. 4 Chernobyl. Salah satu kengerian akibat terkena radiasi nuklir adalah efek radiasi yang bersifat ganda, yaitu efek radiasi yang disebut somatic (langsung mencederai pada individu yang tidak terlindung) dan genetic (tidak langsung-tampak pada anak keturunannya kelak). Disamping itu, secara medis efek radiasi nuklir tidak dapat dideteksi secara pasti. Dalam jangka panjang, efek radiasi merangsang munculnya induksi kanker.

Adapun dalam perspektif ekologis limbah nuklir yang dihasilkan PLTN “reaktor nuklir” sampai saat ini belum terpecahkan solusinya. Persoalan ini juga dialami oleh negara-negara maju di Eropa, Amerika, Jepang yang belum bisa memecahkan masalah penyimpanan limbah nuklir aras tinggi. Mengingat intensitas radiasi radioaktifnya bisa berumur ribuan bahkan jutaan tahun (tergantung isotopnya). Sedangkan dalam perhitungan ekonomis, PLTN hanya bisa berproduksi selama 25-30 tahun, setelah itu harus dibongkar. Kemudian berbagai peralatannya harus disimpan dan ditimbun di tempat yang “aman” agar radiasinya tidak menimbulkan bencana.

Maka tidak salah jika fakta saat ini banyak Negara-negara maju kemudian  menutup dan mengurangi secara bertahap terhadap  PLTN mereka, selain faktor biaya  yang cukup mahal juga dampak ekologis sampah nuklir yang tidak bisa di simpan dan dikelola secara sembarangan. Contohnya adalah Amerika Serikat yang memiliki 110 buah reaktor nuklir atau 25,4% dari total seluruh reaktor yang ada du dunia, akan menutup 103 reaktor nuklirnya. Demikian halnya dengan Jerman, negara industri besar ini juga berencana menutup 19 reaktor nuklirnya. Penutupan pertama dilakukan pada tahun 2002 kemarin, sedang PLTN terakhir akan ditutup pada tahun 2021. Keadaan lain juga terjadi di Swedia, yang  menutup seluruh PLTN-nya yang berjumlah 12 mulai tahun 1995. Sampai negara tersebut bebas  dari PLTN pada tahun 2010 mendatang.

Jadi PLTN bukanlah suatu pilihan yang mulia dan bijaksana, baik jika di lihat dari kacamata kepentingan sosial, ekonomi, politik, kelestarian  lingkungan hidup dan terjaminnya keberlanjutan kehidupan ummat manusia dan yang lainnya.  Masih banyak sumber-sumber kehidupan dan sumber daya alam yang bisa dijadikan alternatif untuk negeri yang sedemikian kaya seperti Indonesia pada umumnya, apalagi kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Di Jawa Timur khususnya cukup banyak tersedia bahan baku alamiah potensial yang ada, seperti panas matahari, angin dari garis pantai yang panjang, gelombang laut di pantai selatan yang stabil dan  bahan lainnya yang lebih memungkinkan sebagai solusi jangka panjang dengan tidak menabur bahaya ”tragedi” yang mengorbankan keselamatan ummat manusia dan ekosistemnya. Sebagai pilihan solusi krisis energi listrik PLTN tidak harus jadi pilihan utama. Meskipun dia adalah proyek vital, tapi juga fatal. Karena itu, klarifikasi tentang kedua aspek itu harus disampikan kepada masyarakat secara seimbang, terus menerus dan lengkap.

 
Identitas Penulis            : Ridho Saiful Ashadi

Jabatan                         : Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur 2005-2008

Alamat Organisasi       : Jl. Gubeng Kertajaya IX-G/17 Surabaya

Email/Telp/Fax : walhi9@indo.net.id  / 031-5014092/ 031- 5054313

HP                               : 081. 5509. 3589

Email Pribadi                : radinyono@yahoo.com, ipul@walhi.or.id

 

Publikasi           ; 

  1. Ada Apa Dengan Kelangkaan BBM?

(dimuat di Kolom Artikel  Forum KOMPAS Jawa Timur, 14 Juli 2005)

  1. Bisnis Bahan Bakar Gas Geser Minyak

(dimuat Kolom Artikel Forum KOMPAS Jawa Timur, 12 Oktober 2005)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s