Oe… Gas Bumi Jatim Mau Dikuras Habis!


Potret Eksploitasi Gas Bumi Jawa Timur

 

Kebutuhan dan ketergantungan masyarakat dalam menjalani aktivitas dan mobilitasnya sehari-hari saat ini sangat tergantung pada ketersediaan energi bahan bakar. Terutama aktivitas kehidupan yang telah memasuki era industrialisasi ”yang selalu butuh energi” dan sarana transportasi saat ini juga sangat bergantung dengan ketersediaan energi bahan bakar, baik minyak maupun gas. Tetapi pernahkah kita membayangkan jika semua mesin-mesin pabrik itu berhenti karena tidak mendapat bahan bakar, semua alat masak kita ”kompor” tidak bisa menyala karena tidak ada  bahan bakar, pernahkah kita membayangkan jika semua  sepeda motor dan mobil-mobil baik pribadi maupun angkutan umum tidak mendapatkan bahan bakar, semua kapal dan perahu nelayan tidak bisa melaut, semua pembangkit lisktrik kita tidak mendapat supplai bahan bakar untuk memutar turbin dan membangkitkan generatornya? Ya, mungkin akan terjadi kepanikan secara massal, bahwa  semua orang bisa ”putus asa” dan bingung apa yang harus dilakukan. Kecuali mereka yang hidup di tengah hutan dan kaya dengan sumber daya alam dan sumber-sumber kehidupan, yang masih percaya dan bisa menjalani bahwa dengan menjaga keseimbangan dan mengelola sumber daya alam secara arif adalah sistem yang sudah menyatu sebagai  praktek nyata untuk menjaga keberlanjutan kehidupan mereka sendiri.

Sekarang, mulai 1 Oktober 2005  pemerintah melalui Perpres 55/2005 telah menetapkan harga bahan bakar dengan lonjakan yang cukup tinggi,  BBM naik sampai 120%.  Tentu saja ini memicu kenaikan harga barang-barang pokok dan kebutuhan lainnya, serta membawa efek domino disektor lain, seperti terjadinya ancaman PHK massal kaum buruh. Bahan bakar yang di komersialisasikan, terdiri dari produk  BBM dan non BBM. Produk BBM terdiri atas: JP-5, avgas, avtur, bensin, premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar serta bahan bakar khusus (BBK) yang mencakup bensin super tanpa timbal (super-TT), premix 94, dan bensin biru 2 langkah (BB2L).

Saat ini sedang dibangun infrastruktur jaringan transmisi pipa gas yang  di bangun di beberapa wilayah indonesia dan di tawarkannya 20 wilayah kerja baru blok lapangan migas kepada parusahaan pertambangan asing. Wilayah jaringan transmisi gas bumi terpadu meliputi Sumatera Selatan ke Jawa Barat (480 Km), adalah tahapan dari proyeksi transmisi gas seluruh pulau Jawa sebagai wilayah industrialisasi yang di huni oleh 60% penduduk Indonesia, meskipun luasnya hanya 7% luas seluruh Indonesia. Infrastruktur Pipa Transmisi gas itu merupakan rencana eksploitasi dari jumlah cadangan terbukti gas bumi sekitar 90 triliun standart kaki kubik (TSCF). dengan tingkat produksi tahun 2002 sebesar 3 TCF maka cadangan tersebut akan habis dalam 30 tahun. Bahkan tahun 2005 ini Total cadangan gas bumi sebesar 176,59 (TSCF), terdiri dari 90,30 TSCF cadangan terbukti dan 86,29 TSCF cadangan potensial. Dari jumlah tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri 45%, sementara 55% di ekspor (Menteri ESDM, Kompas 10 Agustus 2005). Sedangkan stasiun pengisian bahan bakar Gas yang telah dibangun sebanyak 28 unit, dengan kapasitas 408.020 LSP, yang beroperasi 14 unit (Sumber : Kompas 10/8/2005). Dan Jumlah pelanggan PT Perusahaan Gas Negara Jawa Bagian Timur terdiri dari 146 pabrik, 63 komersial dan 3.945 rumah tangga.

Jelas situasi energi bahan bakar minyak Indonesia tinggal menunggu waktu saja memasuki era senja, dengan jumlah cadangan yang begitu besar maka pemerintah seolah membuka dan mendorong investasi asing masuk pada sektor hulu dan hilir industri gas bumi di Indonesia. Nampak jelas di sini sebuah peralihan penguasaan sumberdaya energi fosil dari rejim hidrokarbon minyak bumi ke rejim hidrokarbon gas bumi. Penawaran wilayah kerja migas atau yang biasa disebut blok migas terus menerus dilakukan oleh pemerintah pusat. Blok migas yang berada di wilayah Jatim selalu banyak peminatnya, diantaranya tiga blok migas yang diminati oleh investor yaitu Blok Northeast Madura III, Northeast Madura IV, dan Northeast Madura V di Jawa Timur. Investor yang tertarik antara lain, Sheel, ExxonMobil, Total E&P, Santos, CNOOC dan Amerada Hess.

Bukti konkrit lainnya dalam peralihan dan potensi bisnis gas yang bisa dilihat di wilayah Propinsi Jawa Timur  adalah di temukannya blok lapangan migas yang meliputi beberapa wilayah Kabupaten seperti Gresik, Madura, Tuban, Bojonegoro dan Sidoarjo. Disekitar wilayah Jawa Timur dan Madura terdapat sedikitnya 14 Cekungan hidrokarbon yang mengandung minyak dan gas. Data tahun 2000 menunjukkan cadangan minyak terbukti sebesar 150,0 juta barel; potensial sebesar 133,7 juta barel; totalnya adalah sebesar 283,7 juta barel. Sedangkan untuk cadangan gas bumi terbukti sebesar 2 TSCF; potensial 3,2 TSCF; Total 5,2 TSCF. Eksploitasi gas bumi di Jawa Timur hingga tahun 2003, dilakukan oleh 3 perusahaan kontraktor bagi hasil (KPS), yaitu : BP Kangean, Lapindo Brantas, dan Kodeco Energi masing-masing memproduksi gas sebanyak 175 MMSCFD, 48 MMSCFD, dan 80 MMSCFD.

Berdasarkan data tahun 2003 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim, kebutuhan gas di Jatim mencapai 420 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMSCFD). Namun, dari total kebutuhan itu, baru 300 juta kaki kubik yang dapat dipenuhi para kontraktor produksi sharing (KPS) di Jatim atau masih terjadi kekurangan sebanyak 120 juta kaki kubik gas per hari. Dari total 420 juta kaki kubik gas per hari itu, yang dikonsumsi PT PGN (untuk industri) sebanyak 14 persen, untuk PT PLN Gresik (untuk pembangkit energi listrik) sebanyak 72 persen, dan PT Petrokimia Gresik butuh 14 persen. Besarnya kekayaan dari cadangan gas alam yang terambil selama ini sebesar 4,72 trilyun dollar Amerika Serikat (AS). Angka itu diperoleh dari besarnya cadangan gas sebesar 2,36 ton kaki kubik (ton cubic feet/TCF) dikalikan dengan harga gas sebesar 2 dollar AS per kaki kubik (CF). Jika dalam satu hari selama ini telah terpenuhi 300 juta kaki kubik, maka transaksi bahan bakar gas dalam satu hari adalah mencapai omzet 600 juta dollar.  Dan apabila dikalikan dalam satu tahun maka akan ketemu 219.000.000.000 milliar dollar, dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar maka nilai transaksi yang terjadidalam satu tahun di sektor migas hanya di Propinsi Jawa Timur saja mencapai 219.000.000.000 x 10.000 = 2.190.000.000.000.000 (dua juta 190 milliar rupiah. Seandainya sumber daya ini di kuasai total oleh Indonesia maka, mungkin negri ini tidak perlu terjebak hutang luar negeri. Tapi karena semua bahan bakar dan kekayaan alam ini tidak lagi di kuasai Negara maka, swasta asing selaku pemegang da pengendali pasar Internasional yang menguasainya.

Selain itu besarnya kekayaan dari cadangan gas alam yang terambil selama ini sebesar 4,72 trilyun dollar Amerika Serikat (AS). Angka itu diperoleh dari besarnya cadangan gas sebesar 2,36 ton kaki kubik (ton cubic feet/TCF) dikalikan dengan harga gas sebesar 2 dollar AS per kaki kubik (CF). Cadangan migas Jatim terdeteksi sebanyak 19 triliun cubic feet (TCF). Artinya, dengan harga per TCF sebesar 2 dollar AS, kekayaan alam yang tersimpan senilai 38 triliun dollar AS. Sejauh ini, cadangan gas yang terbukti baru 13 TCF dan yang sudah diambil baru 2,5 TCF senilai 5 triliun dollar AS. “Kekayaan alam yang tersimpan di perut bumi Jatim masih 30-an triliun dollar AS.

 

Kaya cadangan bahan bakar  gas, tapi tidak untuk rakyat

Besarnya cadangan sumber daya gas yang dimiliki Jawa Timur, tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan akan gas bagi wilayah Jawa Timur. Untuk Kabupaten Gresik saat ini investor migas Amerada Hess “Amerika-Canada” sedang memasuki tahapan rencana kegiatan pengembangan lapangan minyak dan gas di blok Ujungpangkah. Lokasi lapangan migas blok pangkah ini berada di lepas pantai, sekitar 3-5 KM sebelah Timur Laut daerah Ujungpangkah. Dengan kapasitas maksimum produksi minyak dari lapangan ini adalah 25.000 BOPD (Barrel Oil per Day = Barel miyak perhari). Sedangkan produksi gas adalah 100 MMSCFD (Million Standart Cubic feet per Day = juta kaki kubik perhari). Jelas jumlah cadangan minyaknya jauh lebih kecil dibandingkan dengan cadangan potensi terbukti gas di blok pangkah ini. Jika candangan gas dalam satu hari saja 100 juta kaki kubik, maka ketika di ekspolitasi akan ketemu 36.500.000.000 kaki kubik per tahun.

 

Mewaspadai dampak perlu antisipasi terpadu

            Melihat arus investasi migas yang ada di Jawa Timur, maka perlu mewaspadai dan diantisipasi terkait dengan dampak-dampak eksploitasi tambang migas. Mulai dari dampak sosial, lingkungan, ekonomi dan budaya. Kasus radikalisasi nelayan di Kecamatan Ujungpangkah tahun 2001 dan aksi massa Desa Rahayu kecamatan Sooko Tuban pata tahun 2002. Kiranya cukup membuat para pengambil kebijakan belajar dan dijadikan pengalaman oleh para pelaku usaha tambang migas. Bahwa akses dan kontrol masyarakat terhadap sumber-sumber kehidupannya adalah perlu diakui, sehingga mengakui keberadaan mereka sebagai subyek yang hidup jangan sampai diabaikan. Mempertimbangkan untuk mendapatkan migas murah atau menghitung biaya lingkungan (cost ecology) sejak dari awal sebagai bagian dari transparansi informasi juga tidak boleh diabaiakan. Selain itu mengakui kearifan tradisional yang masih berlaku pada masyarakat lokal agar mereka tidak tercerabut dari akar sosial kehidupannya sebagai makhluk sosial, juga bagian yang sangat fundamen.

Untuk antisipasi dampak sosial dan ekonomi terkait kekayaan alam di sektor ini perlu dipertimbangkan sistem bagi hasil yang memenuhi rasa keadilan sosial rakyat di daerah dengan setoran kepada pemerintah pusat. Jangan sampai kasus Exxon Aceh yang menghisap migas disana selama puluhan tahun, tetapi tidak membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), sehingga ketika ditambah perlakuan otoriter rejim saat itu semakin membuat radikal dan memicu perlawanan yang massif dari kalangan rakyat Aceh..

 

 

Identitas Penulis        : Ridho Saiful Ashadi

Jabatan                                  : Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur 2005-2008

Alamat            Organisasi    : Jl. Gubeng Kertajaya IX-G/17 Surabaya

Email/Telp/Fax          : walhi9@indo.net.id  / 031-5014092/ 031- 5054313

HP                               : 081. 5509. 3589

Email Pribadi                        : radinyono@yahoo.com

Publikasi        ; 

  1. Ada Apa Dengan Kelangkaan BBM (dimuat di Kolom Artikel  atau Forum KOMPAS Jawa Timur, 14 Juli 2005)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s