GSE N-1 Full Energy


Luar Biasa! Orang Muda Bersemangat Environmentalist

Angkatan pertama Green Student Environmentalist di Kota Malang yang di ikuti oleh mahasiwa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Full Energy. Memang Vibrant timbulkan effect ajaib pada perjumpaan orang yang lagi belajar. Masih tetap di ITN. Jika angkatan sebelumnya ada banyak orang muda yang pada hari pertama, terkesan malu-malu, jaim, bahkan memang benar-benar tidak PeDe. Seperti Gerry yang mengucapkan kata lega luar biasa (…slamet-slamet…, katanya), lantas ditanya sama ken “kenpa ger?”, dengan jujur dia jawab ”lega mas rasanya habis berkenalan”. Aku sama ken senyam-senyum aja lihat tingkah dia yang tidak bias mendiamkan kaki dan wajahnya yang cengar-cengir.

Ada satu lagi si Ryan, yang sejak hari pertama lumayan agak diam, tetapi menyimak. Kalau ngomong bahasa non verbal selalu kebawa-bawa, tangannya mesti di lipat kebelakang salah satu. Tepat di hari ketiga, E… Ryan bacakan puisi yang bikin semua orang diam, sebab dia membacanya dengan serius dan berekspresi. Beda dengan gerry yang awalnya takut ngomong, selanjutnya setelah diadakan game lomba ngomong tanpa berhenti, dia mampu mengalahkan 23 kontestan peserta training GSE di angkatan dia. Ga ada memang orang bodoh dan tidak mampu di dunia ini. Buktinya saat energy posotof dialirkan melalui gelombang perjumpaan yang memberi siapapun yang kita hadapi dengan pertanyaan positif, maka jawabannya lebih positiv.

Jadi kalau energy yang kita berikan pada warga belajar sangat positiv, gelombang emosional dan fikiran orang akan lebih bergairah. Maka distulah energy belajar orang akan berlipat-lipat. Tentunya melalui tahap memberi tantangan dan membangkitkan impian mereka untuk melatih imajinasi. Sebab sudah terlalu lama dan terlalu banyak kaum muda ”mahasiswa khususnya” bermental pekerja… ada riset kecil yang saya lakukan saat berjumpa dengan mahasiwa. Baik yang akan lulus, dalam hal ini yang lagi skripsi atau sudah ujian skripsi, maupun dia yang baru masuk kampus. Ketika kutanya dengan ”kemana anda setelah ini?” dan apa yang akan anda lakukan setelah selesai kuliah. Menariknya jawaban mereka rata-rata sama, meski dengan rangkaian kata yang kadang berbeda. Iya jawab mereka ”wah tidak tahu mas, penginnya sich… ya cari kerja”. Cari Kerja??? Iya cari, semoga dapat ya… wong namanya mencari kadang nemu kadang tidak. Ini akibat dari tidak dilatihnya pengalaman mereka untuk kreatif, sehingga yang terjadi serba mekanis, minta tersedia atau lebih tepatny disediakan. Kenapa jarang ada tradisi untuk menciptakan??? Ya karena memang sejak masuk SD-Kuliah, cenderung kaum muda Indonesia tidak dilatih untuk mencipta dalam proses belajar, imajinasi dan kekuatan otak bawah sadar jarang dijadikan sentuhan saat belajar.

Imajinasi memang luar biasa dan vibrant memang membantu seklai untuk mengajak orang keluar dari hal-hal biasa, mencoba setiap hal baru akan berpotensi lahirkan pengalaman dan pengetahuan baru….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s