sepeda ajaib


Bertemu dengan para organiser dari kampung Ponorogo “kota reog”, 16 Juli 2007 di undang Algheins jadi narasumber tentang Membangun Organisasi Rakyat. Dengan Naik Bus Patas selama 4 jam dari Surabaya akhirnya sampe di terminal lantas ke Wisma Transito sekitar pk. 18.30 wib.

Opening : kuperkenalkan diri dengan slide singkat, siapa aku dan WALHI, khususnya WALHI Jatim. setelah itu kuberi mereka game “asah otak kanan” tetapi dengan numeric. “coba sebutkan angka 9, dari hitungan 0-100!”. Rata2 jawabannya adalah ada 9-10-11 angka 9 menurut peserta. (9, 19, 29, 39, 49, 59, 69, 79, 89, 90, 99). setelah itu kuajak mereka menghitung dengan rame2 n serempak. saat tiba di angka 90 memang semua lompat ke angka 99, padahal masih ada 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98. hahaha…… begitu mereka tertawa lepas. aneh game ini banyak yang tidak berhasil menjawabnya. tetapi ini bukan untuk mengukur bodoh dan cerdas, tetapi ini hanya bagian dari trust dan cara saya mengajak mereka untuk rileks dalam sesi “dialog membangun organisasi rakyat yang kuat”.

sedianya jadi “penceramah/narasumber”, tapi benar2 feelingku merasakan butuh hal yang baru dalam menjadi narasumber, dengan spirit vibrant Facilitation kuputar haluan metode ceramah menjadi fasilitasi selama 3 jam.

memulai dengan perkenalan (peserta cukup berdiri dan sebutkan nama) ternyata tidak berkesan bagi kelompok saat itu. buktinya saat kutanya 3 orang untuk menyebutkan nama orang lain yang telah berkenalan, tidak satu pun mengingatnya. Lantas kuajak mereka berdialog antar peserta dalam kelompok kecil (6orang), tugas dialognya adalah : (1). Ceritakan Pengalaman Pengalaman Terbaik “anda” saat terlibat dalam organisasi di kampung!, (2). Dengan kekuatan apa anda melakukannya?

dalam waktu 20 menit seluruh peserta dalam kelompok kecil ini mampu memberikan pengalaman terbaik mereka…(discovery). Lantas kulanjutkan dengan pertanyaan “opini”… Bagaimana organisasi yang kuat itu dibangun? melalui pertanyaan ini, kuminta kelompok untuk menjawabnya dengan gambar, waktu 25 menit.

hasilnya edan! tau kenapa, ketika menggambarkan organisasi yang kuat, 4 kelompok menggambarkan sapu lidi yang diikat jadi satu yang memang umum sering menjadi cerita. satu kelompok menggambar rumah dan Sepeda. Setelah menggambar, kelompok mempresentasikan dengan riang gembira, karena sebelum presentasi tiap kelompok harus bikin yel/slogam yang menggambarkan kekuatan kelompok mereka.

presentasi sapu lidi yang di ikat, cukup biasa dan umum. presentasi kelompok gambar rumah, dengan pondasi, lantai, dinding, pintu dan kamar2nya juga masih umum. yang aku tidak pernah mendengar presentasi “vibrant adalah” gambar sepeda. Tetapi sang presenter “Pak Jumali”, menjelaskan dengan penuh antuasias tentang sepeda di kelompoknya. Sampai peserta2 se ruangan ditantang silahkan bertanya, dan dia mampu meladeni pertanyaan demi pertanyaan. Dari Roda yang dinamis dia jelaskan, jeruji adalah komitmen dan nilai organisasi, Pedal pengkayuh adalah semangat untuk bertindak, Tempat duduk depan adalah berbagi peran, Setir adalah Jalannya keterpimpinan, boncengan belakangnya adalah ingat kita selalu di pantau oleh ummat/anggota. Bahkan tuas penyangga bagian tengah sepeda kumbang “organisasi rakyat” ini dia bisa jelaskan dengan peneguh semangat, untuk yakin tegak bikin perubahan. Per di bawah tempat duduk bagian depan adalah organisasi itu butuh fleksibel dan bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan yang tidak terpikir oleh banyak orang adalah; bahwa lampu, setir, roda, pengkayuh, jeruji, tempat duduk depan-belakang, peleg, rem, kesemuanya tidak akan punya arti jika tidak disatukan oleh MUR dan BAUT yang kecil2 itu, tetapi jangan keliru memandang baut katanya, kalau di organisasi dialah RAKYATNYA! Woouww…! excellent! VIBRANT BANGET!! begitu gumamku saat menyimak dengan riang gembira pula. semua orang berseri-seri menyimak juga penjelasan sepeda ajaib ini.

wah aku jadi makin yakin kalau pelaku organisasi rakyat di kampung adalah “pembaharu yang kaya pengalaman dan pengetahuan”, dan ketika di recalling pengalamannya bisa sedasyat ini. ingin rasanya aku menutup laptop saat itu, karena apapun presentasiku selanjutnya tentu tidak akan berpengaruh banyak. sebab apa yang mereka alami dan ceritakan adalah pengetahuan yang luar biasa.

tetapi karena masih butuh di analisis setelah tahap merasakan dan mengurai ini, maka kutanya mereka satu persatu dengan tampilan gambar orang naik gerobak, pendorong, ada yang duduk diatasnya, kemudian, geribak itu sendiri, roda dan pegangan yang ditarik oleh orang paling depan, semua kuberi nomor secara urut 1-6. mereka kuminta memilih dan rata2 banyak yang memilih gambar roda dan pendorong, sebagian kecil yang memilih menarik gerobak di bagian depan. bahwa semua lebih suka menjadi dinamisator dan anggota passif.

usai memilih gambar, baru ku kunci dengan presentasi 10 menit tentang “diri-tubuh manusia dan kaitannya dengan organisasi” bahwa tubuh manusia saja terorganisir. mulai dengan peran dan fungsinya masing2, serta interaksi sosialnya dipengaruhi oleh nilai-nilai/norma sosial dan kemampuan beradaptasi untuk menunjukkan kecerdasan sosialnya dan organisasi pun sama demikian. itu kata kunci peresentasiku.

Clossing:

kuminta tiap orang menyebutkan satu kata yang paling berkesan selama 3 jam yang kita lalui dalam belajar ini. sungguh menggetarkan hati jawaban semua orang di ruangan, energi belajarnya tidak tertandingi selama fasilitasi kelompok dari kampung. dari yang merasa hari paling bahagia dalam cara belajar selama hidup, benar-benar dasyat cara belajar kita, nyesel jika tidak ikut dan dapat ceritanya, akan saya ingat seumur hidup, mampu menjadi cara belajar yang pas dengan kondisi masyarakat dari kampung, DLL (pokoknya pada bagus2 deh…). dan satu hal yang kocak dan kuingat adalah kesan dari seorang bapak bilang “saya tidak menyangka dan takjub sekali, pada awalnya mas Saiful tadi seperti anak terminalan, sudah gondrong, pakai gelang logam, kurus, kecil dan masih muda (hehehe…….), tetapi sungguh “membawakan sesi” yang mamu membangkitkan semangat belajar kami semua tadi. Sebab sejak pagi hingga sebelum maghrib tadi para pegawai dinas pertanian pemerintah sangat membosankan dan bikin malas mendengarnya, bahkan hampir tidak ada yang berkesan selain “materi itu-itu saja”, sedangkan yang ini rasanya tadi seperti menyusuri perjalanan paling indah selama saya ikut kegiatan seperti ini, baru kali ini dalam seumur hidup mendapakan cara belajar yang membuat kita senang, bisa dan mudah memahami, serta berkesan. saya akan ceritakan ini kepada teman2 dikampung dan minta mas Saiful untuk mau datang ke kampung bertemu dengan kelompok kami.

wah, edan. saya jadi bahagia sekali malam itu, sampai2 setelah acara yang pukul 22.00 mereka mengajak saya ngobrol2 dan tiba2 langsung “trust” dan bercerita tentang keluarga (anak-istri-suami) dalam perkembangan sosial keluarga masing2, tidak terasa kami ngobrol sampai jam 02.00 baru tertidur. padahal sebelum berangkat saya siapkan slide, tetapi melihat perkembangan kelompok yang terkena vibrant effect ini, saya contoll ALT+DEL presentasi ceramah, saya ganti dengan tiba2 saat mereka memasuki zona belajar yang biasa ini.

VIBRANT memang menjadi jalan memanusikan manusia dan memudahkan kita menjadikan menggali pengetauan adalah sebagai spiritualitas belajar. apa yang bisa lebih indah dan membahagiakan selain saat kita menjadikan situasi belajar bagi orang lain adalah jalan kebahagiaan itu sendiri…..(ipoel, juli 2007)

Never ending belajar bersama bersama rakyat!

ipoel

One thought on “sepeda ajaib

  1. cak ipul, nice blog. serius. iki keren. jarang2 aktivis yg rajin mendokumentasikan ide dan pengalaman. blog bisa menjawab soal itu. but, tetep aja jarang yg rajin. jadi, selamat ya. :))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s