Green Journalist


 Embrio KaBeL  (kantor berita lingkungan)

 
Pada tanggal 17-18 November menjadi fasilitator pelatihan jurnalis lingkungan andalan di rumah pucang. Diikuti sepuluh pemuda yang bermina mengembangkan minat menjadi jurnalis, menurut Prita ini pelatihan yang awalnya mau di ikuti oleh 20 kaum muda.
Bahkan sempat kita tolak, karena yang minat memang lebih dari 35 orang. Wah hebat ya kawan-kawan panitia cara memasarkan pelatihan di rumah pucang………….

Tujuan pelatihan ini adalah mengenalkan dasar meliput, mengemas berita, menyajikan dan memahami mengelola sebuah media secara cepat. Tentunya semua materi disampaikan dengan cara berbeda dan masih kita gunakan belajar cara cepat. Bahwa citra tertinggi belajar adalah ada pengalaman setiap orang, kemudian itu di pahami, diyakini dan melahirkan tindakan baru, maka di situlah siklus pengetahuan sedang diperbarui terus menerus bagi pelakunya. Dengan mengenalkan media impian? Muncul aneka pilihan media lingkungan, mulai dari cetak, visual ”tv”  dan radio. Tetapi akhirnya untuk awal akan membuat media cetak dulu dan akan dikembangkan menjadi media center Kabel (kantor berita lingkungan Indonesia). 

Tahap mengenal seni meliput saya gunakan dua film untuk di liput. Pertama adalah film Nemo ”(terima kasih budi Art) waktu itu membolehkan saya mengcopy paste filmnya. Meski waktu itu kau gunakan untuk makna pengorganisasian saat mentraining masyarakat adat di Aceh, kali ini kujadikan pelatihan jurnalis ”seni meliput”. Hasilnya menarik ketika di presentasikan ada dua kelompok yang benar-benar langsung membuat judul yang ”bombastic”. Kemudian isinya juga tidak kalah dengan tulisan liputan pandangan matanya CEO Jawa Pos Gorup. Hehehe……

Masih dalam seni meliput untuk yang kedua. Saya gunakan filmnya Bobby MacFerrin yan lagi conser dengan kekuatan ”alcapela solonya”. Tetapi kali ini ringkas saja dengan satu paragraph dan tidak melebihi 100 kata. Hasilnya mereka belajar tentang menyederhanakan kata dan meringkas secara jelas apa yang disaksikannya, apa yang menjadi menarik, apa yang menjadi inspirasi dari yang di tontonnya dan membahasakan apa yang dirasakan oleh para penonton. Tetapi yang menarik dalam refleksi adalah sebuha berita yang menrik selain judulnya, isinya, ternyata adalah kekuatan tulisan yang mampu mengajak pembaca berkomunikasi secara aktif (terbawa pada ide baru, penasaran, bertanya-tanya dan menikmati apa yang dibacanya.

Dihari kedua, saya menawarkan liputan pandangan mata dengan sesi Wisata Inspiratif selama dua jam ke Pusat Kota Surabaya. Tujuannya adalah membuat liputan paling luar biasa bagi rubrik ”greenote” sebagai medianya kaum environmentalist di Indonesia.  menghasilkan liputan acara konser musik undergound dan  pameran bunga di Balai  Pemuda Surabaya.

Selamat buat semua angkatan jurnalis lingkungan Andalan Rumah Pucang. Penutupan acara kita desain dengan membuat brosur andalan untuk merekrut peserta pelatihan jurnalis lanjutan. Ok, selamat kawan-kawan Jurnalis. Kapan greenote menjadi media lingkungan paling terkemuka, meluas, utama dan dipercaya publik bisa diwujudkan. Buktikan!

 

ipoel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s