BUANG KEMANDEGAN!


Selalu Innovatif!

Hari kedua Visioning GUMUK saya mulai dengan melakukan review. Saya minta peserta memilih satu kata yang paling di ingat. Dan muncullah kata-kata berkesan untuk hari pertama, mulai dari kata Jalan, Dengan, Orang-orang. Selanjutnya proses saya lanjutkan dengan menantang peserta membuat open of image dari situasi lingkungan hidup sekarang, apa yang terjadi jika situasi ini dibiarkan, siapa yang dirugikan dan siapa yang menyebabkan. Serta pertanyaan yang tidak kalah penting adalah, bagaimana memulihkan kondisi tersebut?

Selama 30 menit dua kelompok mendiskusikan dan membuat desain cerita versi mereka. Sebelum presentasi mereka membuat yel yang unik. Karena pelatihan ini adalah menuju lembaga leingkungan yang benar-benar berbeda dan luar biasa. Maka menantang menciptakan lembaga LH idaman, manjadi bagian yang penting di pelatihan ini. Dengan mengajukan pertanyaan kebiasaan apa yang harusnya ditinggalkan karena membuat mandeg sebuah perkumpulan-lembaga-komunitas?? Saya minta peserta menuliskan sebanyak-banyaknya. Setelah itu saya minta peserta memilih yang paling utama untuk di tulis besar-besar dan meremas kertasnya dengan sepenuh hati dan membuangnya di tempat sampah.  

Setelah membuang saya tanya. Apa yang dirasakan? Mulai dari lega, puas, takut, bingung, dan senang keluar menjadi jawaban. Setelah itu saya tanya lagi apa tadi yang di tulis? Ternyata pertanyaan kebiasaan/budaya lembaga ”cenderung mandeg” berubah menjadi acara testimoni kebiasaan buruk yang dipunya dan disadari oleh setiap orang. Mulai merasa perlu segera membaca buku, memanaj waktu, menghilangkan plin-plan, sok bisa/tau, adalah bagian dari kisah terstimoni. Hehehe….. terikasih mas Dani dan Mba Budhsi yang sudah membagi di Blognya tentang acara di JW Marriot yang membuat saya jadi terinspirasi dari metode menuliskan hal yang tidak disukai dan dibuang ke tong sampah setelah itu.

Aneh, sedemikian pengin jujur terus mereka dihadapan sesama peserta di visioning ini. Satu hal yang kebetulan sesi berakhir jam lima sore setelah mulai ”ngaret waktunya” jam tiga sore tadi, berakhir dengan happy ending. Saya sampaikan kalau kita berakhir dan nanti kembali jam 19.00 (sesuai pesan panitia). Ternyata hampir semua peserta masih (senyam-senyum) dan bertahan di tempat duduk masing-masing dengan melihat slide dan gak jelas antara (penasaran, meresapi dan merenungi) proses testimoni, eh bukan deh menemukan kebiasaan buruk sebuah lembaga yang gak layak hidup. !! 

Wah, udah mulai bereaksi neeh energi belajar yang bukan otak depan lagi (reptilian brain insting), tetapi semua fungsi otak dan intinya semua indera dalam belajar. Saya tidak sabar segera jam tujuh malem ini dan memulai sesi lagi mas, begitu komentar Dinda sebelum meninggalkan ruangan setelah berdiskusi kecil dengan saya. Kebetulan dia menanyakan tentang bagaimana menghidupkan mood, saya jawab : buat semua menjadi mudah. Sederhanakan apa yang sedang, akan anda lakukan! Terima kasih semua peserta yang memberi saya energi belajar yang luar biasa di hari kedua ini…… selamat buat GUMUK telah melakukan visioning. Inisiatif dan terus kritik ketidaksempurnaan kepada dunia ditunggu oleh visi keadilan lingkunan Anda. Kapan di wujudkan?!!!

 

ipoel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s