Bungurasih 01.00


Persahabatan

setelah melayani menjadi narasumber seminar di ITN. sore harinya saya memenuhi undangan Ikatan Mahasiswa Muhamammadiyah Komisariat UIN (univ Islam Negeri Malang). kawan2 ini ada rencana untuk meakukan bakti sosial di wilayah banjir  “DAS SOLO” di Kab Lamongan. menarik sebab mereka ingin belajar tentang bencana dalam lingkup pengetahuan. bahwa karena rasa prihatin dan keinginan menjadi bagian dalam berbagi solidaritas, kawan2 ini menggalang bantuan dan ingin meoblisasi ke Lamongan.

diskusi selama dua jam, saya beberkan tentang makna bencana dan bagaimana memandang bencana adalah tantangan. ya tantangan bagi manusia waras untuk mengelolanya. mulai dari sebelum terjadi, pada saat dan sesudah terjadi. serta bagaimana kiat dan menjadikan kerjaan yang mudah dalam melakukan tanggap darurat. sengaja saya masuk pada tanggap darurat mendapat porsi lebih banyak, mengingat semangat kawan2 yang mengundang dan saat ini hampir semua wilayah seolah tinggal menunggu jadwal (giliran) kapan terjadinya bencana.

setelah selesai. saya kembali pada kos-kosan, guide terbaik selama sehari ini. ya kos-kosan “blank Spot” signal HP. sehingga tidak bisa berkomunikasi. lepas isya’ kami berangkat mengadiri jamuan makan malam, persis sebelum saya meninggalkan Kota Malang Malem ini. Teringat kawan lama “dedik”, kutelp dia untuk menjemput di lokasi makan malam dengan aneka pilihan dan suasana kekeluargaan. tepat pk 22.00 saya diantar ke terminal Arjosari Malang. setelah antri dalam bus terakhir yang menuju Surabaya hampir satu jam, berangktlah menuju terminal purabaya (bungurasih, desa dimana terminal bus paling besar di Jatim ini berada).

di tengah perjalanan saya sempatkan sms “Pur” alumni GSE dan sahabat karib saat berjumpa di pelatihan Community College Lamongan akhir tahun 2006. dengan penuh percaya diri dia menawarkan jemputan untuk saya di terminal Bungurasih. wah menarik ini, daripada saya harus naik taxi untuk sampai di rumah.

saya jadi terharu dengan ini, mengingat di tengah dingin malam dan nanti pur harus pulang sendirian harus menjemput dan mengantar saya samp;ai di kampung halaman. amboi, angan saya jadi melambung kemana-kemana di atas bus. bahwa tugas kecil untuk belajar saling menjadi manusia malem ini saya memetinya begitu besar. Pur yang penuh sikap kejujuran dan senyum simpul jika bertatap muka ini mengajari saya berbagi tentang persahabatan.

tepat pukul 01.00 saya sampai di bungurasih. setelah duduk sebentar di dekat masjid bungurasih sang penjemput tangah dini hari ini tiba. berdua naik motor kami menuju Tanah Lakarsantri, dimana keluarga (anak, istri, orang tua dan adik saya sedang beristirahat). terima kasih sobat, dah dengan penuh ceria berbagi kebahagiaan menemani pulangku ke lakar.

ipoel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s