Milyarder Pantun


Siti Nurbaya “dikamar rontgen”

Kemarin baru selesai memfasilitasi pelatihan manajemen Resiko Bencana (25-27 jan’08). Dengan fokus ke porsi MANAJEMEN TANGGAP DARURAT bencana. Tiba di kota Padang tanggal 25 siang menjelang jumatan. Lengkap rasanya ketika sama Suhud “guide” andalan yang menemani sejak dari Jakarta, mengajak sarapan sekaligus makan siang masakan Padang.

Sesi hari pertama dengan suasana yang masih belajar beradaptasi. Membuat tantangan yang luar biasa. Semua alur saya siapkan di slide. Tiba-tiba menjelang dimulai LCD masih belum ada. Dan setelah panitia membuka acara, tiba-tiba langsung di silahkan team fasilitator mengambil alih. Hebat cara panitia memberi kami kejutan, benar-benar “blink” untuk melakukan proses opening. Dengan memulai memberi cerita tentang penglaman pertama datang ke kota padang. Kemudian lanjut dengan need assesment kepada warga belajar, tentang seberapa penting pelatihan ini? biasa pakai skala 1-10. se;anjutnya orientasi pelatihan bentardan mengalir saja….. terima kasih kejutannya.

 Berada di ruangan kecil yang berdesakan, keringat lumayan juga yang mengucur. Padahal yang kami tempati adalah lantai dua yang fentilasi dan pencahayaan praktis sangat membantu, tetapi padatnya seisi ruangan menaikkan suhu juga. Usai assesment. Perkenalan. Dan pilihan masih jatuh pada lingkaran diri.

Hari kedua. Saya kebagian sesi mengenalkan tentang mengurangi trauma. Dengan energy vibrant saya ajak mereka menemukan perilaku apa saja yang bisa disebut tanda-tanda trauma. Kemudian tahap kedua saya minta memainkan peran tentang ekspresi “trauma” itu secara total disertai uapaya apa yang bisa dilakukan. Wow!!! Dengan penuh antusias mereka memainkan peran masing-masing. Karena padang memang rawan gempa dan tsunami (begitu kata para ahli) dan pengalaman warga yang terakhir. Maka semua peran yang dipilih juga tidak jauh dari situasi ketika gempa bumi. 

Malam hari kedua ini, saya sempatkan mencari oleh-oleh buat keluarga. Tetapi sayang menjelang pukul 21.00 semua toko-toko sudah mulai tutup. Akhirnya sama Temo, begitu kawan ini dipanggil oleh kawan2nya. Membawaku menyisir sepanjang pantai pesisir kota Padang. Dia promosikan kalo hari sabtu malam seperti ini, pesisir kota ini mempunyai produk andalan mas,  ”apa itu?” spontan kurespon. ”kamar rontgent”, apalagi itu temo? Iya… kalo satu kursi dengan sepasan sejoli saling bermesraan itu namanya kamar rontgen. Kontan saya terkekeh… hehehe….. Ok. Coba kita lihat deh kalo gitu, seperti apa biar saya tidak dapat kabar katanya Temo.

Kami lewati jembatan Siti Nurbaya sebelum memasuki sepanjang pantai yang ramai di malam minggu. Cukup dengan modal sebotol minuman ”soft drink”, sepasang muda-mudi ini menjadikan kursi di sepanjang pantai ini jadi berkaki delapan…. (hahaha…). andai siti nurbaya melihat ini kira-kira apa ya yang dia lakukan? Apakah seberani menolak lamaran Datuk Maringgih., atau????  ya inilah gairah yang menggelegak bagi sepasang anak manusia yang lagi beromantika.

Hari ketiga. Review saya mulai dengan mengajak peserta mencipta pantun, ya kata bersajak yang berbalas kata untuk mengingat apa yang telah kita pelajari kemarin, menemukan kembali apa yang telah kita ciptakan dan meringkas apa yang sudah kita laukan di hari kedua kemarin. Hasilnya dasyat..!!! dua kelompok yang saya bagi benar-benar tidak bisa kehabisan pantun. Sehingga lewat waktu 5 menit, praktis rangkaian kata bersajak dari isi-ciptaan-pengalaman hari kemarin menyeruak dengan asyik tuk di dengar dan membuat segar pagi hari. 

Sebelum jam 3 sore saya harus sudah di bandara Kota Padang tuk kembali ke Jakarta dan nerus ke juanda Surabaya. Tepat pukul 21.15 saya sampai di rumah dan berpelukan dengan ”My inspirasi” sikecil Ian Rere (begitu saya memanggil anak pertama ini). Kebetulan kemarin dia menelpon saya dan bercerita bahwa ditempat ”ngaji” barusan mendapat hadiah dari bu gurunya, karena dia menjadi juara di tempat ngajinya. Seneng rasanya bisa kumpul dengan keluarga dan mendapat pelukan tulus anak-istri….

 

ipoel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s