Ecowisata Panderman


bersama sejuknya udara kota Batu. dengan energy belajar dari pemuda lereng gunung Panderman yang haus pengetahuan, selama tiga hari (16-18 mei) saya memfasilitasi pertemuan melahirkan wisata alternatif hari ini. memaknai baru wisata alternatif. mencipta eciwisata istimewa, oleh peserta dijawab dengan wisata berbasis pengalaman dan pengetahuan. saatnya mendesain wisata alam dan kehidupan sosial masyarakat untuk menjadi sumber pengetahuan.

proses pertemuan yang segar. karena banyak ide-ide baru dan mendobrak keamapanan. ciri wisata investatif padat modal, penuh eksploitasi, merubah bentang alam. ditandingi dengan konsep wisata desa lingkungan yang tidak melahirkan buruh baru dan merusak lingkungan. dari situlah gagasan ini menemukan konteksnya. ya desa pesanggrahan, dusun toyomerto dan gunung panderman adalah kesatuan ekosistem yang kaya pengetahuan. mulai dari biogas, upacara penyelamatan sumber mata air, selamatan desa, situs sejarah, jalur tracking dan keanekaragaman hayati lainnya menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya.

peserta yang terdiri gabungan pemuda lokal dan mahasiswa universitas widyagama, juga relawan Green Student Environmentalist Surabaya. tiada hentinya mengejutkan saya dengan gagasan-gagasan yang tidak defisit.
pertemuan hari pertama saya ajak memaknai apa itu ecowisata kemudian menemukan kekuatan belajar dan kekuatan lokal. selanjutnya pada hari kedua saya tantang melakukan 4 jam perjalanan menyusuri pedesaan dan kawasan panderman menemukan detail desa. mereka berbagi kelompok mulai dari leader, pencatat, penunjuk jalan. lalu kemabli pada ruangan dan mengimpikan 25 hal terkait wisata alternatif paling istimewa. hasilnya mereka berhasil membuat daftar stok ide yang benar-benar locally.
Pada hari ketiga mendesain mengelola ecowista dan prinsip pengelolaan yang benar-benar membedakan dari wisata padat modal. wow! paramotor, lumpuria (mandi lumpur, perah susu sapi, kebun gondes, selter sunrise dibeberapa tempat telah ditemukan). juga kearifan lokal yang menyepakati hutan campuran (tidak hanya kayu) dan merawat sumber mata air dengan melestarikan sekitar sumber hingga luas dua hektar agar air tetap keluar dari sumber adalah wisdom yang berhasil digali dari masyarakat.

melalui tantngan demi tantangan, peserta keluar dari zona nyamannya. pada hri ketiga, untuk mereview saya tantang mereka mencipta brosur yang menyajikan informasi dan pengalman apa saja yang bisa didapat oleh pengunjung ecowisata. edan! melalui desain informasi menjadi gantungan kunci, symbol gambar hati sepatuh, menggunakan kertas bekas ditambah bahan recycle lainnya, panderman memanggil dan wisata elternatif tanpa tapi adalah karya peserta yang benar-benar yahuuudd!

sebuah peta informasi dan route tracking juga berhasil di desain. menggambarkan kawasan sejak masuk dari gapura hingga ke puncak gunung dengan aneka hot spot pengalaman baru berhasil diciptakan pada kertas kartn penuh warna-warni dan segarnya warna hijau sebagai ilustrasinya.

terima kasih ketua Pupunk yang setia menemani proses dengan foto andalannya. terima kasih buat gus udin yang menyediakan halaman rumahnya untuk disulap mennjadi ruang belajar beratap terop dan beralas karpet biru. lucu, dikira para tetangga gus udin mau ngunduh mantu atau “nyunat” anaknya. hehehe…. terima kasih buat ibu-ibu kampung yang sudah mencipta aneka rasa masakan ueeenakkk buat sarapan pagi-makan siang dan makan malem buat kami semua. terima kasih, terima kasih, terima kasih kepada para pembaharu yang percaya bisa melakukan perubahan tanpa kenal lelah.

kapan segera diwujudkan Panderman Center dan Bale Informasi Panderman, panderman culture, pesanggrahan nusantara dan pondok istirahat alami untuk pengunjung. begitu juga sebuah informasi yang sederhana, menarik, memasarkan, memperluas jejaring dan menjadikan alam panderman sebagai hardwre yang tidak perlu dirubah bentang alamnya. tetapi segera mencipta software lain untuk menjeadikan asset yang tiada habis inspirasinya??

3 thoughts on “Ecowisata Panderman

  1. Wisata ALternatif Hari Ini…
    gagasan yang benar2 cerah dari pola fikir yang indah
    dengan pola kerja yang haruslah LUAR BIASAHH…
    Gus ipoel… caiyo
    cak poepoenk… bravo
    gus udin… macho
    echa, rohman, deddy, ronnie, rani. nannie, manda. yanto, DjuPe, dll
    kerja kerja ayo kita kerja….

    Suka

  2. selalu membahagiakan ketika kita berjalan ke arah pencerahan
    selalu membanggakan ketika apa yang kita pikirkan akan mampu membangunkan bumi dari keterpurukan panjang…
    akhir kata, pengalaman di Panderman bener2 LUAR BIASA!!!
    fasilitatorna RUARRR BIASAAA!!!

    Suka

  3. Sebenarnya di setiap daerah tanah kelahiran manusia Indonesia rata-rata memiliki potensi untuk menjadi obyek wisata. Pluralitas budaya,geografis,sumberdaya alam merupakan asset multikomplek dan memiliki keunikan masing-masing dan tidak akan ditemui di negara lain. Betapa tidak kita punya gunung,pantai-pantai berpasir putih,lembah-lembah hijau tanaman perdu,taman-taman laut yang indah tersembunyi diantara ribuan pulau dari sabang sampa merauke, perkebunan-perkebunan tanaman perdu dengan perkampungan yang asri di sekelilingnya, penduduk pedalaman yang ramah dengan gadis-gadis penari berwajah manis.Rasanya sudah cukup sempurna jika Indonesia menjadi negara wisata alami/non buatan.
    Kunci dari pengembangan potensi pariwisata sehingga dapat menjadi obyek real adalah “political Will” pemda setempat untuk peduli dan menjadikan daerahnya tercantum dalam agenda wisata, baik lokal maupun mancanegara. Sejauh mana Pemda memiliki komitmen membelanjakan anggarannya untuk membangun dan mengembangkan wisatanya merupakan tolok ukur kepedulian pemerintah mewadahi kebutuhan wisata. Memang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemda saja, tetapi masyarakat sebagai subyek juga harus memberikan kontribusi dan disiapkan untuk pembangunan dan pemekaran wisata daerah.
    Kenyataannya, berbagai produk wisata favorit saat ini merupakan wisata buatan/hasil rekayasa konstruksi milik individu/suatu kelompok lapisan masyarakat tertentu yang menciptakan kebutuhan. Sehingga yang terjadi bahwa kita secara perlahan-lahan dibiasakan berpaling dari potensi wisata yang ada di sekeliling kita sendiri dan membayar mahal untuk itu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s