Perjalanan 8 hari


“selama tiga hari ini saya sangat senang, dan jika boleh saya ingin menyebutnya yang lebih dari senang. tolong kawan-kawan bantu menemukan istilah diatas rasa senang”, demikian kesan Eka yang menjadi salah satu peserta Lokakarya pendekatan berbasis hak bagi pelaku dan organisasi yang bergerak dalam peduli HIV.

Zepoor (jika belanda tidak membikinnya) apakah Indonesia punya?

Zepoor (jika belanda tidak membikinnya) apakah Indonesia punya?

selama tiga hari. mulai tanggal 21-23 di Bali saya menjadi tandem master Vibrant yang selalu luar biasa dalam mengelola pertemuan. begitu juga dipertemuan lokakarya yang diselenggarakan BURNET Indonesia. MAs Dani memberi kepercayaan yang luar biasa pada kesempatan kali ini kepada saya untuk terlibat dan menjadi fasilitator bersamanya. pengalaman belajar yang selalu memberi saya energi dan insprasi.

melengkapi keindahan perjalanan via darat dari surabaya menuju Bali saat berangkat dan pulang. menykasikan daratan Jawa timur yang benar-benar membuat saya merenungkan banyak hal terkait berbagai potensi dan betapa alam menyediakan segalanya bagi kehidupan manusia. menyebarangi sungai porong yang sudah dikorbankan menjadi pembuangan lumpur lapindo, menyusuri pusat kantor VOC dengan gedung2 lojinya di Pasuruan. mnyaksikan kawasan persawahan yang begitu subur mulai dari probolinggo-lumajang-jember dan banyuwangi. wow… ini dia jalur kereta yang menawarkan panorama yang khas dan orisinil untuk merefleksikan betapa indah menikmati apa yang ada.

sempat transit semalam di banyuwangi. kemudian di jemput kawan Mbot dan Rosdi yang telah janjian ketemu di stasiun Karang Asem. senang rasanya ketika berjumpa dan menikmati semangkuk bakso di depan stasiun sambil melepas kangen. dan malemnya kami ngobrol banyak hal sambil menikmati kopi khas blambangan (itu nama banyuwangi dijaman majapahit).

sampai dibali. kenangan dikejar anjing saat diatas motor dan mencari Kesari Sanur guest house yang membuat saya bersama Dek Gus putar-putar. akhirnya kami putuskan untuk berhenti dulu dan menikmati Tempe penyet di daerah sanur. bersyukur setelah telpon, penjaga guest house dengan kebesaran jiwanya dan respect pada calon tamunya. menjemput saya di tempat makan setelah saya telpon dan beritahu dimana tepatnya lokasi saya. terima kasih Eerwi (ini nama sang penjaga guest house). semalem sebelum pulang kami sempat berbagi banyak hal dan saya lihat dimatanya sinar mata penuh semangat betapa obrolan kami ternyata begitu mengalir untuk kembali mendialogkan bagaimana menjalani hidup.

tadi sewaktu diatas kapal, menyebrangi gilimanuk ke pelabuhan ketapang. saya juga berkenalan dengan penjual topi, buku dan assesories. Si Iwan namanya. luar biasa pemuda ini, telah 10 tahun dia meninggalkan kota Bantul untuk merantau dan menjalani hidup dengan penuh tantangan. mulai dari pengamen, penjual barang dan jalan lika-liku kehidupan yang sempat membawanya pada perkenalan narkoba. tetapi dia sekarang dia bertobat dan kembali berguru pada seorang yang dia angap pantas untuk berguru. satu hal yang saya pelajari dari dia, menawarkan dan memasarkan produknya dengan penuh senyum dan kesabaran. juga satu kalimat khasnya yang membuat orang tertarik “TOPI UNTUK KEPALA” mas/bu/pak. begitu dia menyapa setiap orang yang melihat dan menawarkan barang dagangannya diatas kapal. kahirnya kami ngobrol dan bertukar nmor HP. hehehe……… terima kasih iwan seudah berbagi pengalamanmu.

turun dermaga ketapang. langsung naik lyn 6 turun depan Terminal Blambangan. dan sobat terbaik di banyuwangi rosdi kembali menjemput saya. sampai dirumahnya kami mulai ngobrol, saya lanjutkan dengan berbagi cerita pengalaman selama di bali. makan malem buatan nyonya Rosddi dengan sambel segar dan terong bakar, wow! dasyat. usai makan, kami pergi ke warnet dan saya tuliskan update blog saya. jadilah tulisan serba mengalir begitu saja.

Training dengan virus Vibrant. selalu membuat orang kembali mengenal keagungan insani dan keistimewaannya. memaksimalkan muti kecerdasan, mengaktifkan seluruh bagian otak. membuat pertemuan menjadi segar dan membahagiakan. Moyong yang telah bekerja lebih dari delapan tahun pada isu peduli HIV/AIDS, mengatakan dengan jujur bahwa satu hal yang akan dia lakukan mulai besok. adalah merubah pendekatannya pada mengelola komunitas yang dijangkaunya.

reflektif dan penuh energi apa yang disampaikan juga oleh dr. Ari dengan percaya diri. bahwa dia berani jujur untuk mengatakan “baru tiga hari ini saya benar-benar belajar. selama 25 tahun ternyata saya belum belajar, karena semua serba doktrin dan dogma”. tiga hari ini seolah membawa saya pada gerbang baru untuk memulai hidup yang lebih menyenangkan dan belajr adalah jalan melahirkan kebahagiaan.

terima kasih kawan-kawan semua. Rondi,David, ika, Mba Dewi, Franky, Nita, Nopi, Vivi, Alvon, Kristian, Nouly, tike, Utami, dan semua peserta yang lain. semoga kita semua makin mendapatkan hidup yang pendek ini menjadi makin indah dan cerah.

khusus kepada Mba Ima, Asti, Eri dan Mba Marcia (yang saya baru tahu adalah dr dan ada mph dibelakang namanya) hehehe………. terima kasih Republik Burnet. getarkan dunia dengan vibrant…… (ipoel).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s