Entrepreneur


Saya mau menggenggam dunia, membuatnya lebih bersinar seperti bintang. Itulah karya patung kreatif yang akan menjadi ikon disebuah kota karya kelompok BQ-Cot. Saya akan menciptakan obor yang akan terus menyala, yang menggambarkan semangat hidup yang terus menyala. Karya kaum muda yang benar-benar kreatif!

Ini oleh-oleh saya selama seharian kemarin (4-4-2009) ketika diminta menjadi trainer sekaligus fasilitator pelatihan Entrepreneur di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang.
Sebuah The Big Class Training, benar-benar menjadi tantangan saya dalam proses belajar kali ini. Peserta yang berjumlah 350 orang bisa saya libatkan secara serentak sejak menit-menit awal untuk mendapatkan energi mereka.

Opening dengan mennyanyi lagu yang masih populer dan memang akrab didengar bisa membantu semua orang menjadi mudah mengeluarkan energinya. Lalu masuk tahap perkenalan saya gunakan sebuah formula yang disebut sebagai ANUGRAH DIRI. Hasilnya semua orang saya minta berkelompok menjadi 15 orang di tiap lingkaran kecil. Menarik, kelas yang semula susunan kursinya seperti penumpang bus kota dan pesawat ini menjadi acak dan sesuka hati tiap orang membentuk lingkaran untuk kemudian saling bercerita tentang Anugrah Dirinya masing-masing.

Entrepreneur menurut (P. Drucker, seorang dipercaya sebagai ahli manajemen), menjelaskan kata itu berakar dari bahasa perancis, yang dimaknai sebagai “seseorang yang mengambil alih masalah”. Pertama kali diperkenalkan dua abad silam oleh ekonom Perancis Baptiste Say untuk menggambarkan pelaku ekonomi yang khas – bukan seseorang yang sekedar memulai usaha, tetapi seseorang yang mengalihkan sumberdaya ekonomi dari bidang yang produktivitasnya rendah dan memberi hasil sedikit ke yang lebih tinggi dan besar.

Nah sayangnya saat ini kecenderungan entrepreneur itu dipersempit menjadi sekedar berwirausaha. Kemudian berdagang, bertransaksi dan berbicara pelipatgandaan capital, itu yang lebih mengemuka.
Acara di UMM ini punya kesan terdiri buat saya. Pertama kali saya mengelola kelas sebesar ini dengan menjadi fasilitator dan training tunggal. Dulu pernah di tahun 2007 ketika Konggres Rakyat Indonesia untuk mereduksi bencana ekologis. Tetapi waktu itu masih di bantu oleh banyak fasilitator lain. Kemarin benar-benar tantangan, dengan sound yang suaranya terbatas, bukan wareless, maka membuat saya berputar-putar di bagian depan saja. Tetapi saya senang dapat energi semua orang yang begitu antusias dan minkmati seluruh proses belajar.

Saya berterima kasih kepada Dedik, Ambon, Dini, Andre, Anwar yang selama seharian bersedia menjadi team kreatif. Mulai dari pengambilan film, foto dan mengendalikan laptop saya. Serta menyiapkan beberapa property pelatihan. Sehingga semua lancar. Semoga energi sore hari yang kita rayakan buat kesuksesan acara ini selalu bisa menjadi kelanjutan atas perayaan yang lain. dan inilah yang membuat saya makin yakin kalau CERAH institute akan makin melompat di tahun ini.

Terima kasih juga pada Mas Dani dan Budi Art yang telah membalas email saya dengan ide-ide segar dan menarik untuk membuat training ini jadi sangat berenergi. khususnya ide konkrit tentang opening, perkenalan lalu discovery dan bagaimana manantang mereka mencipta kreatifitas, berlomba, dan asyik. saya belajar banyak dari konteks ini.

One thought on “Entrepreneur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s