Reclaiming Lakarsantri


“hahahaha……… memanggul mega phone lagi. Mantap Bung… hajar para penindas”. itu sms dari salah seorang bung Progressive dan maju dalam mengikuti tiap perkembangan situasi sosial politik ekonomi budaya.

1 Desember Surabaya Bergerak. kebagian jadi humas Aksi. lalu tanggal 2 Desember 2009, di kampungku sendiri “lakarsantri”, sudah tidak bisa saya biarkan lagi upaya-upaya pembodohan untuk dengan seenaknya pemkot surabaya melakukan “okupasi” tanah milik leluhur kami yang sudah ada sejak sebelum Republik Indonesia di Proklamirkan. Tanah seluas 8,6 hektar dengan semaunya mau dijadikan kebun-taman-hutan dengan pendekatan proyek dan investasi. padahal saat ini dilahan tersebut sedang tumbuh padi milik petani penggarap yang menyewa ke kampung. begitu juga proses penyerapan informasi dan kerangka pikir program tersebut juga sama sekali menganggap orang satu kampung tidak penting.

Tanggal 8 Desember 2009. mendengar kabar akan dilakukan pemaksaan menggali areal lahan untuk sekaligus ditanami oleh pemkot Surabaya dengan mengerahkan pasukan satpol PP dua batalyon (1 batalyon = 60 orang), lalu 300 personil marinir, 60 garnisun dan ratusan Anggota KORPRI. spontan dalam benak saya, koq sampai memaksa begini memangnya sudah tuli dan buta apa ya pemkot Surabaya?

Lha jelas-jelas, warga sudah berkirim surat sejak setahun lalu melalui ketua-ketua RW se Kelurahan (tidak pernah di respon). lalu seminggu lalu sudah aksi protes jalanan dan memberikan pernyataan sikap, juga tidak di tanggapi. Lalu semalam (7 Desember 2009) ada forum sosialisasi yang deadlock, lha koq sekarang informasinya malah mau bersikap dan bertndak arogan dengan memobilisasi para pasukan.

ungkapan kekuasaan cenderung korup dan memaknsa menjadi benar adanya atas situasi ini. maka warga Lakar pun melalui Panitia Reklaiming Tanah Warga Lakarsantri memutuskan akan melakukan perlawanan.

perlawanan yang cerdas, damai, elegan. disusun dalam rangkaian aksi dua hari lamanya. sejak tanggal 10 Desember malam, semua warga diundang dalam acara Kenduri HAM (bertepatan dengan hari HAM internasional). yang diisi dengan aneka musik kebudayaan (gamelan), orasi, diskusi tentang apa itu hak masyarakat atas tanah. sungguh mengharukan acara malam itu. mengingat semua warga pada keluar dan rela mengikuti pembekalan tentang rencana aksi perlawanan besok pagi “menghadang” para pasukan yang di mobilisasi. bahwa semua besok akan menggunakan atribut hitam-hitam (baju, celana, kaos, jilbab, sarung, ikat kepala, pita dan apapun yang ada hitamnya mesti dikenakan). itu sebagai simbol kami sedang berduka atas matinya nurani penguasa dan rasa keadilan untuk rakyat.

selain itu malam itu juga Pak RT.3 RW.1 dibantu warga ramai-ramai memasang bendera setengah tiang untuk dikibarkan menyambut peristiwa esok pagi, bahwa layak kita berduka untuk peristiwa pemaksaan besok pagi ini. teman-teman pemuda begadang di jalan masuk menyiapkan poster-poster, membuat keranda mayat bertutup kain hitam dan membayangkan suasana esok pagi yang akan menjadi sejarah bagi masyarakat lakar. wow!!!! heboh benar suasana menyambut kegembiraan datangnya hari melawan ketidakadilan dari pancaran raut muka para pemuda luar biasa ini.

11 Desember 2009. bertempat di samping kantor Kelurahan Lakar, adalah sentral titik perlwanan untuk menghadang pemaksaan. 10 pasukan bertopeng koran dengan membawa poster berjajar rapi menunjukkan tulisan-tulisan protesnya. ibu-ibu, remaja, bapak-bapak, remaja, beberapa pengurus kampung memeriahkan semua rangkaian aksi ini.

situasi memanas sejak kedatangan satuan keamanan dari Polres surabaya Barat-Selatan. Kapolres meminta kami mundur dari jalan raya dan kalau bisa aksinya tidak terlalu lama agar jalanan tidak macet. kontan saya jawab “ini khan kami sudah di badan jalan pak, smentara bapak sendiri yang di jalan aspal”. lalu mulai mengusik-usik apakah aksi ini ada ijinnya. “ya jelas tidak ada, lha wong ini aksi spontan warga, apalagi pemerintah sama personil-personil pasukan alat kekerasan negara itu sejak kemarin mau datang juga tidak pernah minta ijin warga jika mau menanami lahan milik warga Lakarsantri” begitu respon saya yang sempat membuat suasana agak berdebat.

sekitar dua jam sejak barisan masa aksi sudah bergabung sejak pagi. maka muncullah ide spontan dari Ketua Panitia Rekelaiming, bahwa desakan Kapolres untuk mengahkiri aksi ini bisa dimanfaatkan untuk menekan pihak Kepala Camat Lakarsantri yang sejak beberapa hari sering membuat pernyataan di koran, bahwa protes ini hanya ulang beberapa warga dan ada indikasi di provokasi. WAH, BAHASA KEKUASAAN MEMPERTAHANKAN DIRINYA YANG PERSIS DI JAMAN SOEHARTO DAN ORDE BARU YANG SELALU MENUDUH AKSI AKSI PROTES ADALAH BUKAN KARENA KESADARAN POLITIK WARGA NEGARA.

Akhirnya panitia memutuskan untuk mengutus tim negosiator dan disertai para pendamping dari kawan-kawan prodem yang ikut mengawasi jalannya aksi ini, dan camat pun tidak berdaya untuk tidak membuat surat pernyataan yang intinya adalah tidak akan pernah lagi ada aktifitas penanaman di lahan milik warga lakarsantri.

sel.ang 30 menit kemudian semua barisan masa aksi di kondisikan untuk merapikan dan menyimak pembacaan surat pernyataan camat lakar dan segera setelah ini untuk sementara karena ada kepastian tidak jadi mobilisasi para personil TNI dan Polisi plus Satpol PP pada hari itu (11 Desember 2009). maka masa aksi di tarik semua oleh korlap untuk pulang ke rumahnya masing-masing,. dengan tidak lupa untuk menceritakan kepada keluarga, tetangga, saudara bahwa perlawanan masih belum selesai dan kita akan terus mengobarkan semangat ini untuk melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh para BEDEBAH!

secepatnya setelah ini panitia reklaiming akan mengumpulkan semua tiam dan menyusun rangkaian program untuk memanfaatkan lahan warisan leluhur demi kesejahteraan bersama warga lakarsantri. sesuai dengan nama dan tujuan Pantia RE-kembali Klaim-mengukuhkan-menetapkan keberadaan tanah-tanah warga Lakarsantri.

terus berjuang, siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya!!!

One thought on “Reclaiming Lakarsantri

  1. Emang para pemimpin kita sekarang lagi cari proyek n hasilnya kalo udah banyak nanti di thn 2012 akan dibawa kebulan kali mas… Gak ada yg respek ama rakyatnx, tp tuhan mulai membuka aib dinegri ini mulai kasus century ampek skrng lapas mewah utk org kaya yg udh mulai menguah n jd rahasia publik.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s