pencerahan dari sang pencerah


disela-sela final acara Community Entreprise Challenge (CEC) British Council saat di kawasan Bumi Serpong Damai tgl 20-23 September 2010. saya sempatkan masuk ke Teras Kota Mall yang disebelah hotel tempat saya menginap bersama smua rombongan CEC, baik yang start up maupun semi establish.

Film sang pencerah adalah gambaran seorang yang berani menciptakan peluang untuk mengubah dunia. pemuda dahlan yang berkembang di lingkungan Jawa dari golongan kelas menengah. punya perhatian sangat besar pada peradaban. itu dia buktikan dengan menempatkan belajar dan menggali pengetahuan yang dia lakukan pada jamannya.

secara cinematography (sesuai selera saya), saya senang menyaksikan kereta pi klutuk yang dipunyai pemerintah kota solo yang juga digunakan sebagai setting. kebetulan beberapa bulan kemarin saya sempat merasakan naik kereta api tinggalan jaman belanda yang berbahan bakar uap.

beberapa penting yang saya pelajari bagaimana pemuda darwis yang setelah naik hajinya yang pertama (selama 5 tahun ke mekkah) berganti namanya menjadi Ahmad Dahlan. yang akhirnya menempanya untuk mengenal modernisasi dari pemikiran jamaluddiin al afghani dan muh abduh.

dan yang paling menarik perhatian saya untuk mendapatkan pembelajaran dari filem ini sesuai dengan bidang dan minat yang saya kembangkan sekarang sebagai jalan perubahan. adalah dunia menciptakan pembelajaran yang mencerahkan.

pertama, ketika dia mengajarkan tentang agama, salahsatu muridnya bertanya “apa itu agama ki?”, jawab ki Dahlan “diam”, tapi kemudian dia mainkan biolanya yang didapatnya dari seorang teman-kenalan diatas kepal dalam perjalanan pulang naik hajinya yg kedua. melalui gesekan yang harmonis dan penuh ritmikal, santri2 (murid2nya) menjadi masuk pada zona Alpha (netral). “jadi apa itu agama itu menurut kamu?”, nah makin bingung si murid. akhirnya murid kedua diminta memainkan biola (diperankan oleh joshua, mantan penyanyi cilik tak obok-obok). terdengar tidak karuan alunan nadanya.

barulah kidahlan memberikan refleksi singkat “nada pertama, agama itu indah – damai”, tapi “agama juga bisa tidak karuan dan menjadi tidak menarik”, itu semua karena manusianya. yaaaa……. kekuatan metafora dan alat bantu belajar dengan biolanya, membuat orang belajar bisa dari apapaun! (spirit belajar CERAH part 1)

kedua, adalah ketika ki dahlan ingin mengajarkan ilmu agama di skolaha anak2 bangsawan dan para tuan meneer belanda. saat hari pertama masuk, ada murid yang kentut dengan keras! Ki Dahlan tidak langsung terpicu “marahnya atau tersinggung”, tapi langsung di ubahnya untuk menjelaskan nikmat Alloh karena kita bisa kentut. inilah keberanian dia mengubah sebuah krisis untuk menjadi peluang!

yang ketiga. ketika dia menghadapi situasi apapun, selalu jalan dialog efektif dan kemampuan melakukan diplomasi dengan lugas dia lakukan. termasuk ketika terjadi pertentangan “ketapatan arah kiblat” dan saat mendirikan sekolah di awal2.

inilah kekuatan komunikasi yang berkualitas, benar2 mengubah cara antar orang akhirnya berelasi.

filem yang menarik buatku! bagaimana melakukan ide sederhana, penuh keyakinan, hidup dalam prinsip dan melakukannya secara bersama-sama. itulah akhirnya nama perkoempoelan moehammadijah akhirnya di piilih. berkumpul – berserikat – belajar – berkarya – beribadah (5B). dilakukan oleh sang pencerah. uniknya nama muhammadiyah ternyata bukan karena ciptaan sang Kyiai Dahlan, tapi oleh Pemuda Muhammad Sangidu! itulah kekuatan tim belajar dan kerendahan hati.

meski kemarin ketemu kawan lama saya ditanya “andai Kyiai Dahlan sekarang masih hidup, lalu menyaksikan skolah muhammdiyah yang makin mahal, klinik dan rumah sakitnya yang juga tidak murah, apakah dia akan menangis???”… tentu bukan kapasitas saya untuk menjawabnya…. meski saya tahu itu ada, sekaligus tidak sepenuhnya benar. Karena masih ada panti asuhan non komersial yang di kelola oleh orang-orang Zuhud (bersahaja) dalam kesehariannya di gerakan muhammadiyah sebagai tugas peradaban sekaligus ibadah.

secara garis besar inilah kemenarikan gerakan sang pencerah yang di filemkan. nyambung dengan spirit CERAH institute (perusahaan inovasi sosial) yang saya dirikan sejak 3 tahun lalu. saya bermimpi untuk melahirkan dunia cerah bersama para komunitas cerah dan masyarakat cerah. tahun depan, saya menginginkan tahap maju mengcreate Kampoeng CERAH bisa segera terwujud.

salam dunia cerah,

ipoel

One thought on “pencerahan dari sang pencerah

  1. Salah satu pelajaran dari film ini dari beberapa yang mas Ipul sebutkan diatas yang menarik perhatian saya adalah ketika Ahmad Dahlan merubah keputusannya untuk meninggalkan kampung halamannya dan menetap. Menurut saya telah terjadi pergolakan besar dalam diri Sang Kyai Dahlan dalam pengambilan keputusan tersebut. Alhasil dengan keyakinan dan kegigihannya beliau mampu melewati itu semua dengan baik. Hal ini menjadi salah satu kebanggaan saya menjadi orang Indonesia karena Indonesia punya Kyai Haji Ahmad Dahlan dan saya harap dengan keyakinan dan kegigihan mas Ipul Kampoeng CERAH bisa segera terwujud.

    salam…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s