Mestakung


image

film inspiratif

seMESTA menduKUNG. Istilah yang dipopulerkan oleh prof Yohanes Surya. Seorang inspirator di bidang fisika (science). Bagaimana fisika itu adalah ilmu yg asyiek dan menyenangkan. Dia juga ilmu yang praktis dan bisa langsung berhubungan dengan kehidupan sehari. 

Barusan saya menonton film Indonesia yg sudah dilaunching agak lama (tapi masih baru buat saya) karna baru nonton. Tentang anak desa pulau garam yang garamnya rasanya paling jempol. Karna dibuat dengan hati. Begitulah salah satu “tikungan” cerita dalam film yang buat saya sangat menarik. Peristiwa si arif (tokoh utama) yang sempat berguru pada kebijaksanaan si penjual ketoprak.

Keberadaan ilmu fisika yg banyak rumus2 dan sering dijauhkan dari dunia sebenarnya dalam belajar. Memang pernah saya alami sendiri tuk tidak begitu membuat saya tertarik. Dan filem ini tadi memberi gambaran sebenarnya soal mindset dan metode belajar juga menjadi sangat mempengaruhi. Hadirnya alat bantu belajar atau yg di dunia sekolahan dinamai alat peraga edukasi, memang sangat membantu.

Tapi inti dari mestakung adalah bagaimana “ledakan energy” dalam diri pribadi ketika meyakini akan suatu hal. Dan ketika sangat benar2 yakin.. maka kekuatan semesta bisa mendukung. Namun menariknya kekuatan pribadi seperti ini adalah buah dari kombinasi akal dan hati (ruang imajinasi dan ketulusan). Jadi hati yg di istilahkan pd situasi mestakung ini bagi saya adalah bukan hati bentuk biologis yang sering dilihat di gambar2 ilmu anatomi. Tapi kecerdasan imajinasi dan kemampuan mengelola diri (kecerdasan emosional lah yg menjadikannya) menghadirkan semesta mendukung.

Banyak karya prof yohanes surya yang saya ikuti memang luar biasa. Dia salah satu pengubah mindset bahwa di dunia ini tidak ada orang bodoh. Seingat saya anak2 papua, aceh, madura, sulawesi, kalimantan, jawa, sumatera sudah menjadi karya nyata sentuhan hati dan imajinasinya dalam membuat anak2 negeri nusantara ini menjadi the best dalam olimpiade fisika dan science, serta matematika.

Cara kita perlu susah dan rumit untuk mengenali hal~hal kecil yang menguatkan, caranya adalah ketika diri kita sendiri ada itu membawa manfaat buat orang lain dan saling membutuhkan.

Film mestakung menyentuh sisi banyak hal selain soal metode belajar. Tentang keteguhan seorang pendidik, tentang persahabatan, tentang cinta anak pada orang tua dan sebaliknya. Tentang manajemen sekolah dan watak pengelola dunia sekolah.

Meski film ini tidak secara tegas menyebut nama prof yohanes surya. Tapi sudah menguatkan saya untuk kembali mengingat prof inspiratif ini dengan pengenalan istilah mestakunggnya.
Kisah arif yg akhirnya berjumpa dengan kesempatan luar biasa ini adalah karena bu guru muda di sekolah arif (revalina s.temat) yang merekam aksi arif bsma teman2nya ketika mengambil bola yang tersangkut di pohon halaman sekolah dengan rumus roket luncurnya (pompa ban dan botol plastik plus sdikit air jd alat bantunya).

Dari apresiasi itulah si bu guru nuri mengirim video (dalam paket cd) ke pak tiyo yang di jakarta tuk kemudian menontonnya. Dan dengan kecerdasan “mestakungnya” pak tiyo meluncur ke sumenep madura (desanya arifp) tuk menawarkan kesempatan masuk kelas khusus dan berangkat jd peserta lomba fisika.

Beberapa kali jalan cerita yang membuat saya menjadi dekat dengan sumenep, dengan pesan sarat makna ini membuat saya tidak mampu menahan rasa haru.

Filem pengisi tadarus siang hari di bulan puasa ramadhan yang bermanfaat. Semoga yang membuat filem, yang main, yang menjadi sumber inspirasi film ini makin membuat indonesia ceRah.

Salam dunia cerah…

2 thoughts on “Mestakung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s