Blindness


Dunia buta. semua tanpa identitas. semua berjalan serba tidak kelihatan. padahal kita masih melihatnya. satu orang mampu melihatnya. satu orang mengontrol semuanya, tetapi tidak bisa memastikan arah perubahannya. diam-diam, berkehendak dalam menikmati sebagai satu-satunya orang yang melihat.

bayangkan ketika semua orang tidak bisa melihat dan tersedia makanan yang tidak cukup untuk semua orang... bagaiman mau bertahan hidup? bagaimana berbagi kebijaksanaan? tontonlah film ini kita akan belajar sesuatu ...

bayangkan ketika semua orang tidak bisa melihat dan tersedia makanan yang tidak cukup untuk semua orang… bagaiman mau bertahan hidup? bagaimana berbagi kebijaksanaan? tontonlah film ini kita akan belajar sesuatu …

Film yang menarik. Dari awal hingga akhir semua tokohnya melakukan dialog, interaksi dan berkomunikasi dengan sangat apik. Tapi semua adalah orang-orang tanpa nama. Saya baru menyadarinya setelah menghela napas di akhir cerita film BLINDNESS besutan Fernando Meirelles. Ini film yang telah di putar di pembukaan Cannes Festival dan festival film Toronto.

= = = = == = == ==

Berawal dari perjalanan dan kemacetan jalanan kota. Karena satu mobil tiba-tiba berhenti. Dan tidak ada yang tahu bahwa tiba-tiba, sang pengemudinya ternyata telah mendadak menjadi buta. Lalu dengan alamiah muncul kerumunan dan mengundang perhatian orang untuk peduli. Tanpa ada yang menaruh prasangka ketika seorang menawarkan pertolongan untuk mengantarkannya kembali pulang. Ternyata hanya diantarkan di depan komplek apartemennya.

Selanjutnya sang pengemudi yang buta ini sampai di rumah sambil menunggu istrinya pulang. Saat istrinya pulang langsung bercerita kalo sang suami buta mendadak. Perjalanan memeriksakan kepada sang ahli melihat, dokter mata. Mengundang kegalauan bagi sang dokter, karena pupil, retina dan semua organ mata si laki-laki ini ternyata sempurna. Tetapi tidak bisa melihat? sungguh aneh!
Sang dokter merekekomendasikan untuk periksa ke rumah sakit khusus gangguan mata. Si dokter mata pun memerikasa semua daftar referensi di perpustakaannya dari gangguna yang di derita pasiennya tadi siang. Menjelang pagi dia terbangun dan ternyata sang dokter telah mengubah pandangan matanya menjadi lautan putih. Dia tiba-tiba merasa tertular. Maka sang istripun ingin menolong, tapi dokter mata ini tidak mau karena takut istrinya akan tertular akibat infeksi. Hal ajaib istrinya tidak tertular.

Diluar sepengetahuan mereka ternyata para pasien yang kebetulan ikut antri dan periksa pada dokter ini sehari sebelumnya ternyata juga akhirnya mengalami kebutaan. Pun mereka para perugas rumah sakit dan orang yang mencuri mobil sang si buta pertama yang ditelantarkan.

Pejabat pemerintah bingung. Menteri bingung dan seperti biasa dalam kejadian normal, rapat, wotkshop, seminar dan aneka pertemuan panel yang menggambarkan kesia-siaan atas apa yang sedang dialami oleh para si buta ini tidak membantu apa-apa. Ujungnya para buta missal ini di rujuk untuk di isolasi dan disterilkan dari kehidupan social. Penjagaan ketat, ruang terasing, dipilah dengan antar sel dan blok di komplek steril. Sebuah kebingungan nasional menginggapi negeri beradab.

Ruang ironi dan kekacauan di bangsal para blindness ini ternyata ada satu orang yang hanya melihat. Istri sang dokter mata yang mengaku juga ikut buta dan penjaga pun tidak mengetahui ini. Penjaga dengn standart prosedurnya hanya menjadi robot bagi siapapun yang melanggar batas tempat isolasi, jika melwatri garis maka akan ditembak. Dan itulah kejadiannya, beberapa orang dengan kebingungan jalan mencari tempat kencing dan menuju tempat makan pun menjadi sasaran peluru sang penjaga.
Kompleksitas dan perilaku manusia beradab di tengah kebutaannya memang mengudnang solidaritas karena rasa senasib. Tapi di sisi lain kehendak untuk berkuasa (mengutip ECCE Homo si Nietsche), tervisualkan dengan jelas dari orang yang ingin menjadi Raja di Blok Tiga (nama salah satu ruang isolasi).

Keberadaan istri dokter satu2nya yang bisa melihat, menjadikan dia seperti pelayan sejati dan penolong atas kebingungan mencari jalan ke kamar mandi dan menguburkan orang mati. dia menjadi penunjuk jalan di satu sisi, tapi menikmati penglihatan atas kekacauan yang ditimbulkan dari aneka peristiwa tiap hari. Sampai harus melakukan negosiasi dengan si Raja kecil dari bangsal tiga yang telah menasbihkan dirinya menjadi penguasa sekaligus perawat dan pelayan. Bertugas mengambilkan makan, minum, membagi makanan, membersihkan tempat tidur dan seterusnya menjadi sumber informasi bagi teman2nya se bangsal di .blok satu. Ditengah penambahan jumlah yang perlu di isolasi datanglah satu penguhi baru yang sempat membawa radio kecil yang suaranya “gemerisik” tapi inilah satu2nya hiburan dan cara mereka melihat dunia dari pendengarannya. Pun membuat mampu merasakan kekuatan suara music yang menghibur mereka dan membuat tenggelam dalam alunan nada sekenanya.

Meski buta mata si kaum Blindness ini tapi nafsu serakah dan kebinatangan dalam sisi manusia untuk berkehendak berkuasa atas orang lain. Menguasai sumber makanan adalah strategis. Mulai memberlakukan transaksi dengan barter melalui barang berharga meskipun mereka tidak bisa melihat. tidak hanya itu. Mereka pun memaksakan untuk diminta dilayani nafsu libidonya adalah hal lain yang memang tak terbantahkan. Penguasaan manusia satu oleh manusia lainnya, meski dia buta. Tidak mampu membuat si apapaun berani melawan. Karena si Raja kecil punya senjata dan pasukan setia.

Atas nama kuatir pada pecahnya perang, maka antar orang berkompromi untuk menuruti kemauan sang penguasa. tapi suara tersembunyi ( the silent heart) bahwa penindasan adalah tetap penindasan tetap akan menemuai perlawanan dan akhir sejarahnya. Di malam rencana perlawanan kaum bangsal Blok satu untuk menyulut perlawanan. Ternyata di dahului oleh seorang yang tidak ingin di kenal.

Kebebasan dari ruang isolasi membawa pada pada perjalanan dengan panduan sang istri dokter yang satu2nya bisa melihat. Ternyata menjumpai kenyataan lain. Bahwa kenapa ada raja kecil dan penjaga pada tidak ada ternyata Buta telah mengjakiti orang seluruh negeri. Jalanan, gedung, komplek perumahan semua kacau-balau, orang tidak menentu kemana arahnya untuk mencari jalan dan penghidupan. Bebas dari ruang isolasi, ternyata ada ruang bebas yang sangat tidak pasti.
Apa yang anda bayangkan ketika orang2 buta berebut makananan dan bertahan hidup sekenanya. Bahkan anjingpun lebih mulia dari manusia karena mereka tidak berebut makanan pada saat mereka menunggu daftar antrian siapa yang mati dan akan menjadi makanan mereka?

Sebuah film yang menarik dan sarat dengan makna. Pesan yang jelas disampaikan dalam film ini bahwa ketika bisa melihat pun, dunia tidak yang melihatnya. Begitu pun pengembaraan pada ketidakmampuan melihat telah menghadirkan rasa solidaritas yang penuh dengan sekedar menjalani. Hingga akhirnya mereka sampai pada perjalanan bisa sampai pada rumah mereka kembali, khususnya rumah orang pertama yang buta. Akhirnya mereka semua berkumpul dan menikmati fasilitas rumah yang serba lengkap itu. Menarik lama-kelamaan ternyata yang mampu melihat satu-satunya adalah meresa menjadi punya kendali atas yang tidak melihat,. Sampai pada suatu pagi ternyata sang pemilik rumah yang pertama kali buta dan dicuri mobilnya setelah terjebak macet itu ternyata kembali bisa melihat.

Ungkapan kegembiraan, kesenangan dan bahagia dari seisi group para blindness ini mendapat ironi dari yang mampu melihat. Bahwa kini dia tidak lagi bisa menjadi merasa punya kendali satu2nya. Bahkan kini dia ketakutan untuk memejamkan mata, karena siapa tahu dia yang kan terbangun dengan melihat isi dunia menjadi lautan putih. Kuasa atas manusia yang lain, mengundang rasa ego untuk mengendalikannya. Tanpa kita sadari perasaaan itu menjangkiti dengan mudah anak manusia.

Sempatkan kawan2 untuk menyaksikan bagiamana dunia indah ini digambarkan lajunya seperti dihuni oleh orang2 yang buta dan punya kehendak untuk berkuasa. Maunya di buat teratur, tetapi ada ketidaktraturan. Maunya diabuat indah tetapi indahnya di penuhi ironi. Maunya dibuat menarik tetapi ada yang sama sekali tidak merasa tertarik. maunya kelihatan baik tetapi ada sisia lain yang sebaliknya. begitu pun kompleksitas yang lain…………. Hhhmmmmmmmm…… (lumayan buat nunggu buka puasa).

Terima kasih. Semoga tidak bosan membaca celoteh saya meringkas cerita ini. jika mau lebih gamblang… maka sempatkan nonton DVDnya………

Salam dunia cerah dari saya. (ipoel’s).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s