Taman da Es Krim


Cerita Cerah ……………… [23]

“Taman dan ES Krim” —– bukan Kuliah Senja ;

 

benar adanya Taman Bungkul itu ikon Kota Surabaya terkini. dan biaya untuk membangun merawatnya ratusan bahkan miliaran saat memulainya dulu. dengan peristiwa tadi pagi-siang. taman rusak dan walikota marah-marah. ada satu hal yang perlu ditelisik lebih dalam dan lebih jelas.

 

sepertinya isu taman dan penghijauan memang masih menjadi milik Elit Institusi. ini sebutan saya untuk sebuah strata sosial yang berbeda dengan kelas tanpa institusi dan jam dinas. juga kelas yang sudah mampu beli ice cream dengan kalengan bahkan kulkasnya yang senantiasa terisi ice cream berbagai rasa. yang biasanya di tandai penghasilannya diatas satu orang buruh kelas upahan.

 

bahkan jika gaji buruh penjaga toko, lima puluh orang dikumpulkan dalam waktu setahun dibandingkan dengan kepala Dinas. bahkan gaji walikota tentu tidak mampu menyamainya. dan inlah warna-warni kehidupan penduduk kota seperti surabaya. berapa sih harga es krim??? nga mikir apa ngurus taman butuh waktu puluhan tahun dan butuh perawatan dengan anggaran APBD setiap tahun?? bukankah Taman bisa menyegarkan dan menjadi penanda penting Surabaya sebagai kota yang hidup??? ya itu memang hal penting dan butuh perhatian serius.

 

Tapi tidak bagi yang bagi kaum sandal jepit kebanyakan. tidak bagi penghasilan pas-pasan yang menghadapi anaknya merengek dan menangis hanya untuk sekedar menghisap es krim butuh memeras dan meneteskan keringatnya lebih dulu. bahkan sampai sudah sulit di peras karena ketiadaannya, tetap saja sulit. kemiskinan.ya miskin ekonomi, miskin pengetahuan, miskin aksesnya, miskin informasinya dan miskin secara kultural karena dia terlahir pun sudah dalam keadaan miskin. pun ada yang miskin karena di miskinkan. disinilah negara ditantang dan diwajibkan untuk hadir. sebagaimana cita-cita proklamasi dan konstitusi ketika republik ini di didirikan.

 

ketidakmenentuan masa depan tiap-tiap orang, tiap keluarga dan tiap jaman. tentu saja memang tidak akan pernah sama antar generasi dan antar jaman. bahkan musim berganti tahun, tahun berganti musim. ada yang tidak beranjak kemana-mana situasi hidupnya. sudah sewajarnya yang merusak taman sebaiknya minta maaf. dan maaf saja tentunya tidak cukup untuk sebuah fasilitas publik.

 

perlu langkah dan tindakan nyata untuk menunjukkan kepedulian. palagi ini terkait citra merk yang event awalnya di tujukan dalam rangka memecahkan rekor muri melalui makan es krim. ini bisa berbelok dengan sangat berbahaya bagi persaingan sebuah produk. bisa saja berkembang “memecahkan rekor muri, merusak taman nga butuh waktu sejam” .. heheheee untuk pihak yang merasa di rugikan juga berhak menuntut pertanggungjawaban. boleh saja pertanggujawaban ekonomi, sosial, hukum dan budaya.

 

juga yang tidak kalah pentingnya adalah pembelajaran bagi institusi yang selama ini konsen pada pertamanan, kerapian dan penghijauan. baik secara umum dan khusus. bahwa membangun pelestarian aneka bunga dan tumbuhan itu tantangannya tidak kecil dan mudah. bahwa secungkup es krim bisa mengalahkan tumbuhan dan taman yang sudah di rawat puluhan tahun. pesan menarik yang lain adalah. bahwa partisipasi dan transformasi kesadaran publik khususnya warga dalam kelas sandal jepit ini terkait isu “green N Clean” yang lama dijadikan program kepedulian. belum sepenuhnya mengubah perilaku kebanyakan penduduk kota surabaya.

 

“saya pilih es krim gratis daripada lihat bunga dan taman”, begitu ungkapan yang mewakili peristiwa tadi siang di Taman Bungkul Surabaya. siapa yang merusak lingkungan? siapa yang menjadi korban? dan siapa yang harusnya bertanggungjawab? jika ketiga pertanyaan itu diajukan dengan singkat sudah langsung ketemu jawabannya. Tapi pertanyaannya siapa yang mampu memulihkan?? ini adalah yang sering agak sulit dan jarang di temukan jawabannya. tentunya bukan hanya ranaman yang rusak. tapi pemulihan korban yang lainnya. termasuk di dalamnya cara berpikirnya yang harus bertanggungjawab. bahwa urusan lingkungan itu proses membangun masa depan. baik si pembuat event yang datang berebut es krim itu perlu mendapatkan perhatian tuk diberi transformasi tentang [pentingnya] menjaga keseimbangan lingkungan.

 

apalagi persoalan lingkungan untuk perkotaan memang tidak hanya taman dan penghijauan. pencemaran limbah berbahaya di air, darat dan udara, juga sampah, krisis air bersih, penataan sanitasi, ketersediaan akses air minum layak dan sehat. ketersediaan energy listrik berkelanjutan, juga ketersediaan pangan (sayur sehat dan makanan) menjadi tantangan dalam melakukan pemenuhan hak konstitusi rakyat. karena hak ini sudah diatur dengan sangat jelas di dalam UUD 1945 pd pasal 28 huruf (h). pun dengan aturan pelaksana yang lain.

 

MEETING FOR CHANGE - humanizing the meeting!

MEETING FOR CHANGE – humanizing the meeting!

disinilah perlu upaya kolaborasi multi pihak dalam menjalin sinergi dalam mengambil peran dan tanggungjawab melahirkan solusi. senantiasa saling sinau, saling berbagi dan saling menginspirasi menjadi bagian dari aksi-aksi nyata. berkembang bersama dan memperluasnya. mentrannsformasikan krisis kesadaran menjadi gagasan perubahan. idenya adalah dengan memulai menjadikan lingkungan hidup adalah hal yang penting dan lebih dari sekedar taman dan tumbuhan saja!

 

tepian bendungan,

Studio ceRah 11/5/2014

 

#salamkebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s