Walhi Impian


WALHI itu…

Kalau dia jadi warung-swalayan isu dia jual beli.. ,

kalau balai dia tak mengikat, karena keluar masuk,

Kalau Terminal-Bandara-Stasiun, dia tempat poolling dan transit,

 

Tetapi ketika dia RUMAH PARA PEMBELA KEADILAN LINGKUNGAN..

maka dia adalah WAHANA semua orang berlindung-berkarya-

berbagi KEPEMIMPINAN-kebijaksanaan dan tanggungjawab demi masa depan kehidupan

dan keberlanjutan sumber-sumber kehidupan rakyat yang berkeadilan.

 

jika itu adalah visi, lantas bagaimana mengoperasionalkannya?

senang sekali jika bisa berdiskusi dan berbagi dengan semua kawan,

sahabat, kolega, rekan, mitra dan para WAhiers, untuk memperluas dan

memperjelas konteks, WALHI RUMAH PEMBELA KEADILAN LINGKUNGAN ??

 

===========================================

ihwal tantangan-tantangan organisasi pembela lingkungan  ??

[ bagian 1 ]

===========================================

apa yang ada di hari ini karena masa lalu. bukan harus selalu melirik  kebelakang, tapi sesekali menoleh  dari apa yang mgnuatkannya hingga mas skr ada disitu ada pembelajaran...

apa yang ada di hari ini karena masa lalu. bukan harus selalu melirik kebelakang, tapi sesekali menoleh dari apa yang mgnuatkannya hingga mas skr ada disitu ada pembelajaran…

 

WALHI dari namanya, dia mudah dipahami. dia terlahir dari sebuah percakapan sosial lintas kelompok di sebuah gedung berantai tinggi waktu tahun 1980. dengan visi menjadi sebuah wahana bersama bagi lintas kelompok dalam mengembangkan tata nilai kehidupan yang berorientasi pada keberlanjutan [the future], bukan past life.

 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia [WALHI} demikian para penghuni dan “pengimanmu” mengucapkan namamu dengan fasih. banyak yang bergabung dengan tidak sengaja, kenal karena diajak teman-rekan-sahabat-senior-kolega dan karena keterusan main-main. meski ada juga yang “sebagian kecil” bergabung karena mengidealkan apa yang menjadi cita2 besarMu. sebagian kecil, karena ada begitu banyak hal aturan, mekanisme, tata nilai, kebijakan, program yang engkau kerjakan semenjak berdiri hingga sekarang. DAN tidak satupun orang akan menghapal STATUTAmu. heheee…. karena kalau di hapalkan, itu juga tidak mungkin, sebab tiap PNLH bisa jadi akan ada pasal yang akan di revisi. begitu pun dengan dokumen-dokumen penting lainnya di organisasi.

 

sedemkian banyak anggotamu di seluruh Nusantara. dengan program-program yang sangat heterogen, bahkan memang multi issu dan program yang dikerjakan oleh anggota, struktur organisasi. bernafas [pada] kerja ADVOKASI dan PEMBELAAN itu adalah yang membedakan WALHI dengan banyak organisasi lingkungan hidup lainnya. bahkan ketika lahir MANIFESTO WALHI yang mendekatkan degradasi lingkungan hidup senantiasa erat terkait dampak sosial ekonomi manusia juga, bahkan mengundang hadirnya kekerasan oleh perusahaan dengan tangan-tangan para petugas kemananan nasional. maka disitulah terjadi pelanggaran hak-hak sipil dan politik dalam kasus lingkungan. tentu selain pelanggaran hak ekonomi sosial budaya. maka yakinlah seluruh bagian penting dalam pertemuan nasional pada tahun 2002-2005 itu untuk menguatkan HAL itu adalah HAM [HAK ATAS LINGKUNGAN HIDUP ITU ADALAH HAK AZAI RAKYAT].

 

satu dialektika yang menarik dan memang pas dengan situasi sosial ekonomi politik yang berkembang pada saat itu hingga sekarang. tapi disisi lain kesejarahan yang berulang dan terus menerus banyak terjadi dibanyak organisasi adalah berlanjutnya satu sistem transformasi dan perubahan. khususnya bagaimana mentransformasi tata nilai, issu dan gerakannya. jalur kebetulan bergabung, kebetulan bermain, kebetulan berjejaring dan singgah di walhi sedemikian banyak masih terjadi pada pibadi-pribadi yang pada perkembangannya ikut [advokasi]  MEMBELA  KEADILAN LINGKUNGAN.

 

WALHI memang mengurusi lingkungan hidup, dan serta secara otomatis mengurusi manusia pada sisi ruang hidup yang beradilan dan berkelanjutan. karena pada hakekatnya bumi dan langit dalah bagian tak terpisahkan, demikian pun sistem di lingkup bumi dan manusia itu juga tidak terpisah. meski secara genealogi, semua jenis makhluk hidup dalam bawaan bumi sudah da jutaan tahun sebelum manusia terlahir [tercipta]. demikian sebuah pengambaran sederhana dan gamblang dalam visualisasi film HOME. yang mengupas tuntas perilaku para “homo sapiens” yang ternyata sekarang banyak menimbulkan ketidak seimbangan bumi di mana-mana. terbukti denhan banjir yang kian meluas, perubahan iklim, longsor, angin topan dan badai, hujan yang tidak pada musimnya, krisis air pada banyak daratan, rusaknya tata sistem ekologis sebuah kawasan, makin banyaknya wabah penyakit baru, bahkan penyakit yang dulunya sudah teratasi ternyata kini masih menjadi endemik [seperti diare dan demam berdarah].

 

WALHI memang salah satu bagian penting dari sekian banyak sistem sosial yang menggerakkan dinamika sosial politik di Indonesia. apakah dalam sistem sosial ekonomi WALHI tidak ikut menggerakkan? tentu saja ikut, bagaimana mungkin akan mgnhilangan peran Organisasi rakyat dan masyarakat terdampak [baik dari kebijakan politik yang tidak adil, maupun sistem ekonomi yang eksploitatif beroperasi di dekat ruang hidup rakyat.

 

sedemikian kompleks dan tidak menetunya dinamika di situasi eksternal. lantas dinamika internal apakah juga terjadi kompleksitas. sebagai mantan Direktur Eksekutif Daerah WALHI [periode 2005-2008]. pahit manisnya memanggul amanah organisasi dan mencurahkan energi untuk terlibat dalam dinamika keanggotan, implementasi program, kesepakatan organsiasi, membutuhkan sedemikian besar kekuatan. mulai dari pengaduan kasus, pengorganisasian “perlawanan” pada ketidakadilan lingkungan, relasi dengan lembaga anggota, relasi Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah serta Anggota, menyiapkan berbagai laporan administratif dan pertanggungjawaban pengelolaan Dana dari program. kemampuan menopang kebutuhan operasional bagi sekretariat Eksekutif Daerah, mengelola sumber daya manusia di jejaring sekretariat. semua masih terjadi hingga sekarang.

 

suatu pilihan dan butuh keteguhan dalam memaknai APA YANG BENAR-BENAR MAU DIUBAH DAN INGIN DISAKSIKAN JIKA TANTANGAN DAN DINAMIKA SEDEMIKIAN KOMPLEKS. BUTUH TRUST yang melampaui “basa-basi” dalam memaknai RUANG PERBEDAAN DAN KEBERAGAMAN UNSUR-LATAR BELAKANG DAN FOKUS ISU masing-masing pihak dalam sistem organisasi WALHI… karna meniadakan keberagaman dan perbedaan di WALHI itu suatu keniscayaan..

 

[tulisan ini akan  berlajut pada bagian 2 …

MENGELOLA SUMBER DAYA ORGANISASI MERAIH DUKUNGAN PUBLIK… ]

 

memanggil masa lalu, banyak ide kreatif bisa lahir..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s