Hector Menemukan Kebahagiaan


“apakah kamu bahagia?” demikianlah rasa penasaran dan keingintahuan yang di lakonkan oleh seorang hector dalam film Hector Search For Happines. Diberikan pertanyaan kegelisahannya awalnya itu kepada istrinya sendiri, kemudian banker kaya raya yang bisa membeli hiburan paling mahal, pramugari, pekerja seks komersial, bandar narkoba, ibu rumah tangga. kemudian kepada biksu di pegunungan Himalaya, kepada dokter di area konflik afrika dan kepala pasukan penculik, serta teman lama “mantan pacarnya” sejak masa sekolahnya.

hHector (Simon Pegg) adalah seorang psikiater unik yang telah menjadi semakin bosan dengan kehidupan membosankan-nya. Saat dia mengatakan pacarnya, Clara (Rosamund Pike), dia merasa seperti penipuan: dia belum benar-benar terasa hidup, namun dia menawarkan nasiha kepada pasien yang tidak mendapatkan apapun lebih bahagia. Jadi Hector memutuskan untuk keluar dari kehidupan tertipu dan rutinitasnya. Berbekal ember keberanian dan anak-seperti rasa ingin tahu, dia memulai pada pencarian global dalam harapan mengungkap sulit dipahami tentang formula rahasia untu kebahagiaan sejati. Jadi memulai lebih besar dari petualangan hidup dengan hasil riotously lucu.

Jebakan rutinitas, disiapkan, menjalani profesi, menemui pasien, perjalanan ke kantor, makan tidur, bangun mandi dan pakai dasi lagi. Menemui pasien lagi ternyata menghadirkan sebuah benua pertanyaan baginya. Mengapa semua orang yang datang konsultasi kepadaku selalu cerita sedihnya dan seperti tidak memiliki kebahagiaan apapun? Dengan bekal perjalanan seorang petualang dan adventure, tidak lupa sebuah buku memo cantik beserta bulpennya diberikan oleh si clara dalam tasnya saat memulai perjalanan pencariannya itu.

Dari pertanyaan inilah dia memutuskan melakukan sebuah perjalanan “menemukan kebahagiaan”. Chna adalah Negara pertama yang di tujunya untuk mengetahui dan mengerti tentang kebahagiaan. Perjumpaannya semalam dengan Yung Li perempuan eksotik berwajah khas China membuat dia belajr sesuatu. Kebahagiaan adalah menerima keadaan. Yung li yang mengaku sebagai mahasiswi itu tenrnyata dalam kuasa para germo.

Hal itu baru terungkap besoknya ketika hector mengajaknya makan siang. Di sebuah suasana perkampungan dalam kota china yang khas. Mereka berdialog singkat saat tidak jauh dari lokasi mereka sedang duduk semeja di ruang terbuka “mengapa para ibu itu duduk di tengah jalan dan banyak tersenyum dengan kegembiraannya?” demikian rasa penasaran hector kepada yung Li. “mereka sedang menikmati hari liburnya, karena tidak cukup uang untuk ke kafe maka mereka menikmati minuman sendiri sambil duduk bersma dan main kartu disitu”. Sesederhana itu kemudian hector kembali menuliskan dalam buku memonya “menikmati apa yang ada”.

Masih belum puas dia lanjutkan perjalanannya hingga menyusuri lereng salju di pegunungan Himalaya. Dan sampailah dia di sebuah rumah yang berada paling di puncak perbukitan. Awalnya dia ditolak untuk masuk. Tapi dia tidak menyerah, dan sekali pintunya di buka dia mengajukan pertanyaan yang sama “apakah kamu bahagia?”. Tidak lama kemudian yang dianggap guru dan paling di tuakan juga ikut mendekati pintu dan diajaknya hector masuk kedalam. Ternyata tempat I ni sudah dilengkapi dengan perangkat IT yang memungkinkan sang Biksu Bijak Bestari ini bisa berkomunikasi dengan jaringan internet kepada dunia di luarnya.

Perjumpaan singkat hector dengan si sibiksu adalah tentang dialog “makana kehagiaan”. Ada beberapa dialog keren, diantaranya adalah “mengapa orang menyukai kebahagiaan? Karena dia tidak menginginkan ketidakbahagiaan. Kenapa orang tanpa disadarai menjadi menghindari ketidakbahagiaan sementara menginginkan kebahagiaan? Bukankah dengan begitu kebahagiaan menjadi tidak ada artinya?”

menyimak kalimat ini hector diam sambil berpikir dalam, lalu dia mengajukan pernyataan “saat tidak merasa menghindari ketidakbahagiaan dan ada kebahagiaan tapi kita tidak pernah merasa sangat berbagia. Apakah di situ letaknya?. Sambil merespon singkat sang biksu menjawab “lebih tinggi lagi dari itu hector”. Di jawab hector “apakah saat kita tanpa rasa cemas sedikitpun, dengan tidak perlu dicari dan cukup dirasakan antara bahagia dan tidak bahagia itu sama-sam hadir bersamaan. Disitu bahagia sesungguhnya? “lebih tinggi lagi dari itu hector?”. Ahhh… hector menjadi makin penasaran ……

diagnosa isi kepala dengan warna

Merasa cukup dengan petulangan di China dia pergi ke Afrika. Kali ini dia ingin menemui sahabt lamanya sejak sekolah namanya Michael.

Sewaktu perjalanan diatas pesawat itulah dia duduk disamping seorang ibu yangmenggendong bayinya dengan wajah tanpa kecemasan. Menjadi dialog perjalanan yang terguncang karena cuaca buruk. Sekali lagi hector bertanya “apakah kamu bahagia dan apa yang membuatmu bahagia”. Dengan santai si ibumenjawab “rumah, keluarga. Adalah kebahagiaanku. Serta suatu konsepsi dimana ketika anak-anakku tumbuh menjadi manusia baik yang ketika pergi ke sekolah bosa berangkat sendiri tanpa butuh pengawalan”. Di pesawat ini ada kejadian yang mebuat semua orang menjadi tertawa dan bahagia ketika guncangan demi guncangan petir dan cuaca buruk menimbukkan efek samping pada seekor ayam betina yang kebetulan ikut naik bersama penumpang hingga membuat si ayam “bertelur”..😀😀😀😀 inilah efek samping dari analog atau gambaran betapa banyak orang saat ini menjadi bahagia lebih karena efek samping belaka. Tapi bahagia itu sendiri hadir dan menyertai dalam hidupnya….

Arti kalimat tanpa pengawalan itu baru di mengerti hector ketika usai menghadiri jamuan makan di rumah si Ibu dengan ketela rebus manis khas afrika. Ketika pulang dari tempat perjamuan dengan agak sedikit mbuk, mobilny di hadang pasukan bersenjata di wilayah afrika yang memang rawan konflik dan menggunakan senjata adalah soal keseharian. Saat dia terbangun ternyata sopir mobilnya telah berganti dan itu membwa dia hingga pada camp penyiksaan fisik dan membuatnya berkontemplasi. Saya pergi mencari kebahagiaan ternyata yang saya dapatkan kuq malah ini. Beruntung ketika malem pertama mendarat di afrika dia ketemua dengan seorang “Bandar narkoba” yang tidak jadi memukulinya, ketika dia berhasil melakukan sebuah dialog tentang “apakah kamu bahagia” dengan memberikan sedikit saran tentang skit yang dialami oleh istri si Bandar narkoba. Karena hector membawa pena emas si bndar inilah maka di a dilepas dari sarang penculik.

Akhirnya dia kembali pada rumah si ibu yang terakhir meberikan perjamuan bersama keluarganya itu. Dan sambil berteriak “saya masih hiduuuup”.. keluarlah semua orang di perkampungan kecil itu untuk kemudian bernyanyi dan menari. Sambil hector merangkum singkat sebuah ungkapan dari sang penabuh gendang di tarian itu “bahagia adalah tentang tahu caranya berpesta”.

Sementara pPerjumapaanya dengan teman sekolahnya yang memilih mengabdi di sebuah klinik di afrika yang sangat terkenal “azulu klinik”. Ternyata di tengah proses dialognya, temannya itu sekarang adalah seoarng gay dan tanpa ragu menunjukkannya kepada hector tentang kasih sayangnya bersama pasangannya yang sejak awal berjumpa di bandara menemaninya menjadi driver mobil penjemput. Dari temannya inilah dia belajar “bahagia adalah mencintai apa adanya”.

Usai dari afrika dia memutuskan menemui mantan pacarnya yang juga seorang psikolog di Los Angeles. Sampai akhirnya mereka berdua usai daling merayakan perjumpaan di tempat yang paling berkesan, hector diperkenalkan kepada suaminya. Agnes nama mantan pacarnya ini. Pada hari yang disepakti mereka akan menghadiri sebuah kuliah terbuka dari seorang professor yang telah menemukan alat dengan canggihnya disebut sebagai dari awal sebuah penemuan. Bahwa rasa takut, happy dan sedih yang di miliki manusia itu saat bekerja di otaknya telah menciptakan citra warna tertentu.
Dengan seorang gaya petualang yang suka naik gunung, si professor mengenakan sweater dan topi kerpus khas para penaik gunung itu dia presentasi yang membuat hector dan agnes terkesima bersma puluhan peserta lainnya.

“kenyataannya manusia telah menjadi bagian dimana kebahagiaan semakin turun dan terus turun dengan segala kerumitannya. seberapa banyak diantara kita mampu mengenang kebahagiaan di masa kecil. Ketika kita mengalami kebahagiaan, merupakan sesuatu yang telah ada. Di saat itulah kebahagiaan, disaat itu juga, semuanya yang ada di dunia, di dalam dan diluar akan baik-baik saja. Yups, Everythink gone be all rights.

maxresdefault

Tapi kita sekarang telah menjadi kelompok, yang melakukan semuanya dengan salah. Sepanjang waktu! Dan akan di perlukan suatu petualangan untuk mendapatkannya kembali. Dengan bukannya kita fokus terhadap kebahagiaan kita sendiri, karena itu semakin tidak berguna. Bahkan itu akan menjadi pertanyaan, kenapa kita bertunangan. Fokus,meng inspirasi, komunikasi, mencari pembelajaran, menari demi kebaikan. Itu seperti pengalaman kebahagiaan kita, merupakan efek samping dari sebuah produk.
Tidak. Kita TIDAK harus meyakinkandiri kita sendiri, untuk tidak begitu MENGEJAR ARTI kebahagiaan. Tapi DENGAN KEBAHAGIAANLAH kita mengejar sesuatu!

Tapi bagaimana kita mau mengukur kebahagiaan?? Perasaan itu sama seperti warna, sebuah alat pendeteksi sudah ditemukan dan ini baru awalnya. Hector memiliki sebuah gambaran visual dari caar kerja otaknya setelah melalui tahap petualangannya memiliki aurora borealis, tak lain adalah cahaya dari utara. Tapi bukan itu juga intinya.

“klik… klik… tut tat tut.. klik …… aaahahahaaayyyy…… herctor bagaimana perjalananmu? Apa yang sudah kamu pelajari? Sangat luar biasa. Luar biasa! Aku sangat siap pulang ke rumah untuk ketemu kekasihku, pekerjaanku. Aku sudah tidaksabar menceritakan pada pasienku. “untuk mengatakan apa kepada mereka?” begitu Tanya sang biksu bijak bestari di sekitar salju pegunungan Himalaya.

Dengan hati-hati dan teliti haktor memilih pengertiannya bahwa jika kita (tiap pribadi) memiliki kapasitas untuk menjadi bahagia. “ouwh.. lebih tinggi dari itu hector”, singkat sang bijak bestari menyahutinya. Kemudian hector menambahkannya “kita semua memiliki hak untuk bahagia”. Kembali si si biksu menyahuti dengan kalimat yang sama “lebih tinggi dari itu hector”.. ehmm…. Sambil berpikir dan merasakan nafasnya hector kembali memilih kalimatnya “oouww… aku mengerti. Kita semua memiliki kewajiban untuk bahagia” respon si biksu kemudian menangkupkan kedua telapak tangan di depan dadanya sebagai tanda penghormatan sekaligus ucapan verbal “salamat” atas pengertiannmu hector.

Saya sarankan sebagai salah satu cara kita belajar sambil santai dan menikmati suasana, film bergenre drama, komedi dan pengetahuan ini bisa membuat kita mendapat inspirasi banyak hal tentang bagaimana untuk menjadi seorang yang seperti sedang belajar memulai kembali bagaimana mencintai. Yaa bagaimana saat semacam suasana hati dan pikiran disaat seperti “mulai mencintai” dan “terus belajar mencintai” menjadi energy yang menemani kita menjalani hidup yang makin indah.

Bukankah kita setiap orang memiliki kewajiban untuk membuat hidup menjadi indah?!
Sebelah bendungan, 2 pebruari 2015.
Sambil menikmati jagung rebus dan irisan apel ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s