Seniman Pertemuan


Apa yang Anda bayangkan dalam waktu 3 jam mengelola pertemuan sedikitnya 560orang dan semua bs terlibat aktif tanpa terkecuali…??

image

Dari peran narasumber yg berubah menjadi sesi fasilitasi. Proses mengubah proses interaksi pertemuan ceramah menjadi dialog muktikanal.

Dengan seni ketrampilan mengelola pertemuan semua bisa jd mungkin.

Buat saja sederhana. Mau pertemuan satu jam atau satu minggu bagi fasilitator cerah semua sama saja.

Sesi opening dan perkenalan. Saya gunakan metode autograph. Dengan menggunakan empat pertanyaan fokus. (1) apa pengalaman masa lalu paling membanggakan (2) siapa tokoh idolamu (3) buku apa yg pernah dibaca (4) apa yang benar2 ingin diciptakan *diubah* dimasa depan?

Dalam sesi berkenalan inilah sejumlah lingkaran2 kecil terdiri dari limabelas orang membentuk kelompoknya. Dengan pendekatan semua bebas memilih kelompoknya.

Ini sesi yang penting. Berikan kesempatan sebesar2nya kesadaran para peserta membuat keputusan dan menggunakan jujurnya. Jika sebuah kelompok sudah limabelas maka buatlah baru jika bukan bergabung pad jumlah yg masih kurang.

Usai mereka dipastikan memilih kelompoknya. Baru sebutkan pertanyaan berkrnalan yang dibuat.

Cara berinteraksinya adalah ; semua orang dalam waktu lima menit gambarkanlah jawaban pertanyaan tadi. Kuq pakai gambar? Yaa ini sesi menghidupkan semu indera belajar. “Sedikit gambar sejuta kata”. Semikian sebuah pepatah mengatakan.

Lalu apa manfaatnya? Yaa karena otak kanan kita suka pd nada warna objek dan   aroma. Lalu kenapa mesti gambar? Karena belajar itu proses mencipta. Bisa jadi banyak orang dipertemuan itu jarang sekali memggambar dan corat-coret dalam hidupnya.

Maka pendekatan gambar ini setidaknya akan jd pengalaman baru dalam sebuah sesi seminar limaratus lebih peserta.

Bagaimana ketika smua sudah membuat gambar?? Yaa dilanjut saja dengan mengkualitaskan percakapan diantara mereka. “Bahwa kesempatan tiap orang untuk menceritakan gambarnya adalah satu menit saja. Satu memulai dan lainnya melanjutkan. Mau acak boleh, mau searah jarum jam dan sebaliknya juga boleh”

Apa yang anda bayangkan..?? Ternyata untuk membuat ratusan orang itu punya kesempatan bicara mengenai dirinya dalam waktu 20 menit saja sudah selesai.

Usai saling bercerita. Saatnya fasilitator kembali menggunakan seni mengelola pertemuan yg di sebut *reflecting*. Ya menggali umpan balik belajar dan mengajak mereka belajar dari pengalaman.

Caranya mudah. Manfaatkan ketrampilan zeni bertanya. Misalnya (apa yg anda rasakan saat menggambar. Apa yang bisa kamu dipelajari dari pengalaman barusan. Apa yang benar2 bisa dipetik sebagai pembelajaran dari proses autograph)

Disitu akan banyak cerita hebat. Unik. Khas. Berkarakter dan menghadirkan beberapa kejutan bagi orang lain saat menyimak cerita anggota lingkaranya.

Jadi discovery yg dijadikan konteks seni mengelola pertemuan adalah tentang mengakui dan menghargai apa yang ada. Bahwa tiap orang punya pengalaman keren dan bisa jadi pengetahuan saat berinteraksi dalam sebuah kelompok.

Disinilah kekuatan opening dengan bernyanyi lagu tanah air. Menggambar dan saling bercerita. Hadir sebagai pengalaman mengikuti sebuah seminar kewirausahaan.

Terimakasih BEM FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS Muhammdiyaj Malang. Yanf menyelenggarakan kegiatan yang mengundang BEM FAKULTAS EKONOMI sejawa bali dan kampusnya sendiri.

*proses hadir sepenuh hati. Percaya pada kelompok. Sediakan Alat bantu. Dan tantang prosesnya* disitu sikap dasar yg bs ansa jadikan Mental Model fasilitator (seniman pengelola perteuan) yang senantiasa asiek dan mengubah kualitas percakapan dan relasi tiap orang dalam sesi event pertemuan.

Usai sesi discovery. Kita bisa lanjut mengajak melahirkan visi dan impian kewirausahaan sesuai tema kegiatan dalam sesi DREAM. Anda bisa gunakan papan impian atau menuliskan 20ide impian.

Usai ngedream. Masuk ke sesi DESIGN (menjemput impian). Pada sesi ini bisa menggunakan alat bantu tangga perubahan atau mailstone (batu loncatan).

Jika sesi waktu masih cukup tutup dengan D yang kelima DESTINY (merawat impian). Banyak cara dan alat bantu yg bisa digunakan. Bisa pakai surat dalam botol. Bisa lembar komiten dan ajakan. Bisa dengan diagram ipmplementation plan.

Untuk sesi clossing. Berikan saja sebesar2nya tiap orang mengungkapan apa yg dirasakan dan apa yg berkesan dari prosea belajar adalah mencipta.

Ah disitu asieknya memiliki ketrampilan yang sering saya jadikan jawaban kalau ditanya orang baru kenal “jadi mas ipoel ini apa pekerjaannya?”. Dengan santai saya jawab “saya seniman. Yang kadang jd  penghibur bradeer, khususnya seniman pertemuan.”

Bagaimana perjumpaan pertemuan dlm proses pembelajaran dan pelatihan tdk hanya berceramah dan presentasi. Tapi mengubahnya menjadi dialog multi kanal bagi yg hadir di pertemuan  tersebut. Disitu saya sedang bermain belajar bekerja dan berkarya.

Selamat berbagi kebaikan

Salam dunia cerah

#cerahway  #cerahinstitute

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s