Menjiwai Kesederhanaan


Selamaaat pagi duniaaa….
Dia mekar, entah kewajiban atau karena kekasihnya bernama matahari telah terbit dan meninggi. Ketika senja tiba, kembali menangkup menunggu esok pagi. #belajardariteratai

image

Belajar dari akar teratai

Sementara tangkup dan kuncup2 lain bersiap bermekaran. Yang mendahului menyiapkan batas diri. Untuk bersedia diwarna oleh yang siap bermekaran.

Begitu seterusnya. Mekar berganti. Semuanya tetap indah. Saling menerima sambil saling menjernihkan apapun polutan yang memasuki air di bawahnya.

Yang lain tahunya kelopak bungaMu. Tapi bagaimana menjadi akar..? Seperti apa melakoni menjadi akar yng jarang disebut dalam keindahan.

Menyediakan dan menerima terendam. Tertutupi daun, batang dan kelopak. Tidak menunggu sanjungan dan haus panggung pengakuan.

Disitulah banyak yang tidak tahu. Jika batang, daun, kelopak dan warna2 berseri sang penghibur. Seperti itulah tubuh fisik manusia.

Semua yg tampak pada permukaan memiliki akar yang membuatnya dia bergerak-gerik. Memiliki harapan, impian, tujuan dan aneka peran. Semua tertampakkan dalam fisik ragawi.

Tapi apa akar dari sisi alir darah, gerak tiap sendi dan alir nafas sampul raga fisik?? Tentunya bersedia makin menengok kedalam. Menyelam pada pembersihan dan penyaringan nafsu kemenungsan. Sederhananya  sebagaimana akar teratai adalah salah satu jalan untuk berkenalan denganx.

Tidak hanya dari matahari yang menunggumu terbit setiap hari. Tapi akarmu yg sehat membuat suplai asupan kepada seluruh bagian tubuh dan jaringanmu menjadi punya energi melakoni peran. Jiwa yang hidup.

Karena jika mendung pun, kelopakmu tetap sama saja mekar pd usianya. Waktu. Dan bukan cahaya yang membatasimu. Karena ada jiwa tang siap hidup dengan keindahan.

Tapi…. Meskipun akarmu bersetia menyaring, mengirim asupan, pada saatnya batas sang waktu juga meminta smua berhenti mekar.

Terimakasih teratai,
Maturnuwun akar yg setia…..

#salamsatusedooooot
Seusai meneguk segelas jus jambu merah pagi ini ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s