Belajar Menjadi Indonesia


Surprise…..!!!! (Hampir melompat selanjutnya, lupa jika lutut kiri masih diperban)

Kata itu mewakili atas uruk salam dipintu beberapa jam lalu. Melihat sirod bercelana pendek dan berkaos hitam muncul di pintu kamar tempat saya berhari-hari selonjor.

Eh di belakangnya ternyata ada “pengembara pejalan sunyi” yang hatinya seluas samudra. Sedulur dan serasa dari bumi tarumajaya. Yang mengenalkn situa Buni sebagai jejak kejayaaan nusantara di tanah betawi.

Bang Agus Tian. Yang selalu lebih suka disebut sebagai @ojeksufi. Muncul di pintu kamar saya terbaring. Pendekar dan begawan pengasuh Rumah Baca HOS COKROAMINOTO Bekasi, sekaligus inisiator dan founder jejaring SEKOLAH RAYA.

Yang selalu tidak bisa diam. Kehadirannya di rumah cerah sayabsdg dlm keadaan masih harua di bopong jika berjalan. Serasa menjadi penambah semangat segera berlari.

“Hari ini saya mau ketemu pelaku kehidupan pojokan kuburan Rangkah cak. Lalu selanjutnya ke komunitas literasi yg ada di kediri dan nganjuk”.

Ungkapan kalimatbsingkatnya ini saja sudah membuat saya berbinar. Kabar pencerahan seperti ini selalu saja membuat serasa pengin segera mengarungi perjalnan.

Belajar dari proses, senantiasa melek hatinya, menyediakan energi untuk hidup yg bermanfaat. Bahkan bisa dibilang telah mewaqafkan perjalanan umur untuk bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

O ya. Selain sirod juga terimakasih buat dery yg kabarnya ngajar sejarah lokal di univ pembangunan nasional (UPN) Surabaya. Salah satu pecinta kamera lubang jarum.

Bahwa kehadiran rombongan ini nanti akan mengenalkan prosea dan manfaat merekam jejak komunitas pinggiran dan perdesaan. Dengan kamera lubang jarum. Idenya adalah merekam jejak kampung dalam lubang jarum.

Ketamuan para pendekar pembaharu sosial yg senantiasa bergerak di jalan sunyi. Menebar kebaikan lintas batas dengan spirit merajut keindonesiaan.

Saya rasa telah mendarah daging dan merasuk ke tulang sumsum pribadi2 seperti tiga pendekar yg barusan singgah di ruang tamu berhias adegan goro-goro dalam pewayangan (punakawan menemui kresna) dg latar gunungan wayang.

Selain ngobrol tentang kangen2an. Percakapan lebih dari dua jam tadi, perjamuan kecil makan siang bersama. Setelahnya bang gus tian bertutur jika jambore relawan tahun ini akan diselenggarakan lagi di cirebon.

Tepatnya di sebuah sanggar lingkungan hidup. “Kira2 ada usulan tema apa yaa cak” begitu tiba2 disodorkannya pertanyaan yang seperti melengkapi desain membangun jaringan masyarakat pembelajar melalui komunitas-komunitas belajar yang berkarakter.

Spontan saya coba memberi ilustrasi. Idenya bagaimana pertemuan durasi cepat itu menjadi seperti muktamar. Jika semakin banyak yg mau hadir secara sukarela. Maka sedianya semua bisa menjadi peserta aktif, pengunjung, peninjau dan penikmat rangkaian acara.

Tetapi desain interaksi sosial dan pertemuan efektifny dibuat tetap ada. Maka bisa jadi cara menceritakan apa yang telah dikerjakan oleh tiap pelaku itu. Disediakan jadwal untuk mengisahkan dengan presentasi kreatif. Bukan hanya ceramah dan brainstorming..

Misalnya. Presentasi pengalaman inisiasi bersama komunitasnya di sampaikan melalui puisi, drama, teatrikal yang lengkap dg musik dan riasan serta alat kelengkapan yg benar2 mewakili apa yg telah dikerjakan selama 1-2 tahun belakang.

Lalu temanya apa cak? “Saya rasa kita sdg sama2 berihtiar bang gus… Gimana jika Merayakan Belajar Kembali Menjadi Indonesia” atau “merayakan Belajar Menjadi Indonesia Kembali”.
image

Silahkan dicari ketepatan makna “menjadi Indonesia Kembali” karena kontekstualnya apa? Jika memilih “kembali Menjadi Indonesia” kontekanya apa??

saya lirik mata bang agus tian berbinar-binar dan menangkap ada lompatan apa yang akan disambungkan dengan pertanyaan sebumnya.

Obrolan berlanjut. Lalu sebentar kemudian “Okey cak. Kami lanjutkan pengembaraan dengan lelakon menebar saling sinau dan berkarya bersama yang sdh dirajut.”

“Tetap semangat dan smoga lekas sembuh…..” pelukan hangat roso seduluran menghantarkan saya kembali ke temlat tidur setelah keluar ke ruang tamu dengan di bopong sm sirod dan bang gus tian serta dery.

Terimakasih para pembaharu,
Dunia memang membutuhkan lebih banyak lagi pribadi2 abnormal dan nirlelah tuk berbuat kemanfaatan pada ummat dan lingkungan.

Mari kita rayakan proses mencipta dengan segenap sumberdaya terbaik yg sudah kita punya….

Salam satu seruput,
Salam dunia cerah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s