Meniup Harapan “effective meeting”


Petistiwa seperti di gambar ini. Mengingatkan saat masa kecil dulu. Saya pernah beberapa kali saat diminta menjaga nyala api kayu bakar di pawon (nama tempat membakar kayu sekaligus area dapur dlm sebutan dulu).

image

Tugas menjaga nyala api ini tidak mudah. Meskipun sdh di kasih contoh dan di beri alat tiupnya dari bambu. Yang di arahkan ke area bara api.

Panjangnya hampir seukuran panjang lengan orang dewasa. Tujuanya agar muka tidak terlalu dekat dengan api.

Tapi hasilnya seringkali ketika proses meniup. Yang terjadi adalah muka terasa hangat, lalu mata terasa pedih terkena asap. Lalu reflek mengusap muka dan mata sekenanya.

Apo yg stabil di butuhkan khususnya saat menanak nasi dan menggoreng lauk pauk. Kalau masak air, biasanya sesi terakhir usai masak semuanya. Sambil membiarkan kayu terbakar habis di pawon.

Pelajaran berharga dalam situasi ini mengingatkan saya pada istilah “di dunia ini tidak orang bodoh”.

Bahwa setiap orang dikaruniai lebih dari ratusan milyar sel otak. Tiap tahun yg rusak nga sampai sejuta sel dan jika seseorang diberi umur panjang sampai 80tahun. Sel yang rusak hanya 3% saja.

Kemudian kemampuan menyampaikan gagasan dalam verbal 800kata permenit. Tapi yg mampu diucapkan hanya 120 kata maksimal untuk mudah di simak dan dipahami.

Teori otak ini. Mirip dengan menyala bara api. Karena otak memang pada dasarnya bukan gelas dan botol. Tapi dia adalah bara api.

Jika anginx hilang dia padam. Jika hembusannya terlalu keras juga akan membuat semua berkobar tak terarah.

Nah dengan hembusan yang memakai bambu sedepa (alat bantu belajar). Maka hembusan yg stabil dan terarah bisa membuat bara yg ada tetap menyala.

Dslam dunia fasilitasi meeting. Pun sama. Bagaimana fasilitator menempatkan par warga belajar bukN gelas kosonf dan botol kosong.

Tapi sekumpulan “bara api” yang hidup, punya emosi, punya pengalaman, punya hal yg unik dan berbeda, sekaligus ada yg selalu ingin di sampaikan (verbal non verbal).

Dengan pendekatan semua orang adalah bara api yang hidup. Tantanganx. Jika anda adalah fasilitator.

Maka tantanganya mencipta alat bantu yg menjadi bagian dari meniup harapan bara yg saling berinteraksi (saling menyalakan dan menghidupi) dalam putaran sesi meeting yang efektif.

Selamat sore sahabat,

Salam meniup harapan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s