Terimakasih Ibu Bumi Kendeng


Hari Bumi dan Inspirasi Pejuang Bumi Dipasung Semen Dari Kendeng

image

Hidup adalah bertani . merawat sumber makanan.

Melawan Dengan Hati… Penuh kegigihan, kebersahajaan, penuh keyakinan hingga menggetarkan dan sampai pada relung terdalam. Hanya penguasa sibuk bicara dan telinganya tertutup semen yang tidak mampu mendengar suara ini….

Tak ada kesombongan, bahkan sangat rendah hati. Praktek melawan dengan cinta… Ada disini.

Rasa cintanya pada keberlanjutan ekosistem. Gunung, air, hutan, udara dan keberlanjutan sistem pangan serta lingkungan hidup.

Mereka tidak hanya pejuang kendeng. Inilah wujud suara ibu bumi. Yaa pejuang lingkungan hidup yang membumi…

Benar. Bahwa setiap tahun secara seremonial di negeri ini. Pada 21 april akan ada peringatan hari lahir pejuang melek hurud dan kritis pada jamannya. Hari ibu kita kartini.

Apa yang ditunjukkan para perempuan kendeng dalam durasi lebih dari dua tahun ini sungguh melampaui nyali dari penulis surat kritis dan sekedar membangkang.

Tapi apa yang dikerjakan dalam kegigihannya para perempuan kendeng ini telah mengetuk nurani terdalam dari ketidakpedulian.

Atas nilai hidup dan hasil pendidikan seperti apa hingga melahirkan pribadi seperti ini?? Tentu bukan karena hasil training, pelatihan apalagi kursus2 formal dan sekolahan.

Tapi ada sesuatu  “spirit” yang merasuk ke tulang sumsum dan sel darahnya. Juga suara jiwanya. Bahwa hidup dengan mempertahankan ruang penghidupan beserta prinsipnya. Adalah nilai hidup itu sendiri. Bahwa bisa menkalani bertani sekarang hingga masa depan. Adalah keyakinan yang harus dipertahankan dan diperjuangkan.

Sekarang. Selain hari kartini. Gerakan lingkungan di bulan april ini akan memperingati suati momentum tahunan. Yang disebut sebagai hari bumi. Yabsebuah inapirasi dari sebuah tulisan “musim semi yang sunyi”.

Kemudian dijadikan penanda bahwa serangga, air, udara, sistem pangan, telah berubah. Maka dibtahin 1969 dijadikan ajang melakukan demonstrasi jalanan menggugat kebijakan pembangunan do AS. olehnseorang senator geyrald nelson bersama ratusan ribu orang turun ke jalanan.

Dan bukankah 22 april ini di dunia juga di Indonesia akan di peringati sebagai hari bumi? Dunia memperingatinya setahun sekali. Tapi refleksi mendalam dari ibu2 para perempuan pejuang dari kawasan kendeng ini tidak memperingati setiap tahun.

Tapi mereka telah menjiwai. Bagaimana setiap tetes darah dan hembusan nafasnya adalah terhubung dengan gunung, mata air, sungai, sawah, benih, pangan, udara dan seluruh kesatuan ekosistemnya.

Semoga janji di temui. Diselesaikan dan diginakan telinga dan mata hati yang kemarin menyampaikan pesan. Untuk membongkar dalam pasungan semen. Benar-benar diwujudkan.

Tapi jika itu di gantung lagi. Dan di beri janji palsu lagi. Apakah akan lebih banyak lagi solidaritas dengan melakukan pasungan semen secara serentak.

Atau kita akan menyaksikan suatu upaya kegigihan menjebol ruang2 kebuntuan dengan aksi2 inspiratif yang mengetuk nurani dari para pejuang kendeng??

Mungkinkah hari Bumi 22 April di Indonesia bisa memetik dan menjadi alarm lebih menguatkan gerakan mencintai bumi yang mengetuk nurani terdalam??

Saya hanya berharap. Bahwa inspirasi dsri aksi otentisitas dan sangat menggugah nurani dari kendeng. Bisa jadi cara merefleksikan memilih pilihan aksi-aksi mendobrak kebekuan.

Salam kendeng,
Semua di bumi yang satu

Selamat menyambut hari bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s