Memaknai Kura-kura


Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.

TEENAGE-MUTANT-NINJA-TURTLES

Dalam dunia mitologi dan filosofi, kura-kura dianggap sebagai hewan yang bijak serta penyabar, bukan licik seperti kancil, sok berkuasa seperti macan, dan pemangsa layaknya elang. Inilah sisi yang membuat saya menyukai hewan dua dunia ini. Dan kalau direnungkan lebih lanjut, banyak hal dari diri kura-kura yang bisa diambil hikmahnya sebagai pelajaran hidup manusia. setidaknya ada delapan hal menarik yang bisa di jadikan rujukan manusia perlu belajar apa dari kura-kura :

1. Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.

2. Perisai tempurung yang kuat. Kura-kura mempunyai tempurung yang kuat yang digunakan sebagai perlindungan dari bahaya. Semua orang juga ingin punya tempurung seperti itu. Saat dunia seakan-akan tidak berpihak ke diri kita, kita bisa menyembunyikan diri dalam tempurung kita untuk sementara supaya kita bisa menarik nafas, bersembunyi dan menyusun strategi lagi. Tempurung kita bisa berupa rumah, keluarga, lagu, cerita atau sekedar kenangan indah di masa lalu.

3. Fokus pada sedikit tujuan. Kura-kura tahu, bahwa dengan gerakannya yang lambat, dia tidak mampu untuk mengerjakan banyak hal. Jadi dia fokus kepada hal-hal yang ingin dia kerjakan dan kemudian dia memberikan perhatian penuh pada tujuannya itu. Manusia modern dengan segala yang serba instan, ingin banyak hal dengan cepat dan segera. Pada akhirnya, dia kehilangan fokus apa yang sebenarnya ingin dia kerjakan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak dia inginkan.

4. Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura-kura. Ada cerita tentang seekor kura-kura yang berjalan pelan di atas salju musim dingin. Monyet datang menghampiri dan bertanya mau ke mana kura-kura tersebut. Dijawab bahwa si kura-kura mau berenang di tepian danau. Monyet menertawakannya karena danau sekarang sedang beku total dan si kura-kura tidak mungkin berenang. Kura-kura cuma menjawab, “Pada saat aku sampai ke sana, danaunya sudah mencair.”

5. Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.

6. Temukan kecepatan pribadimu sendiri dan jangan menjadi minder karenanya. Kura-kura menyadari bahwa dia mempunyai kecepatannya sendiri. Kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia tidak berupaya untuk menjadi lebih cepat dan berganti nama menjadi kelinci. Dia bergerak sewajarnya, dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya, karena kura-kura sudah menemukan kecepatan pribadinya sendiri.

7. Tidak disentuh bukan berarti tidak disayangi. Kura-kura adalah hewan berdarah dingin (cold blooded), artinya mereka selalu menyesuaikan diri dengan temperatur di sekelilingnya, termasuk suhu tubuh manusia yang menyentuhnya. Jadi coba bayangkan, jika mereka yang sedang asyik-asyikan berada di dalam air dengan temperatur 20-25 0C lalu harus merasakan suhu 36-37 0C. Dikembalikan ke air lalu dipegang lagi. Apa nggak panas dingin tuh jadinya? Jadi biarkanlah mereka berada di habitatnya dan hidup tenang. Mereka akan lebih senang jika tidak sering dibelai.

8. Rata-rata berumur panjang karena hidupnya selo. Kura-kura itu bukan binatang penuntut. Yang harus melihat dunia yang begitu luas. Ketika sudah menjadi binatang peliharaan, mereka paham bahwa definisi dunia akan menjadi lebih sempit dan itulah kehidupan yang akan dijalani. Ketika mereka dikeluarkan dari kotaknya, mereka tidak akan langsung berpikir untuk pergi sejauh-jauhnya agar tidak lagi masuk ke kotak itu. Hidup itu selo, jalani saja. Semua kehidupan sudah digariskan, bukankah begitu?

Kura-kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat sekarang ini. Namun, kura-kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dia punya dan menghargai kesempatan yang ada sepanjang waktu yang singkat tersebut.

*)dari berbagai sumbe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s