Ospek Inspiratif


begitulah saya menyebutnya. Untuk konser setengah hari kemarin (minggu, 4/9/2016) di trowulan. Ajang penyambutan mahasiswa baru di kampus STITNU ALHIKMAH Mojokerto.


Apa saja yang membuatnya layak jd ajang inspiratif..? Selain kemasan san desain acara. Juga energi dan semangat panitia serta para pesertanya.
Sedianya setelah saya bersama ki dulurd Zaini (ketua sekaligus pendiri komunitas Hong). Melakukan trips singkat di situs2 bersejarah percandian, kolam segaran dan museum trowulan. Akan melakukan pemetaan lahan yg mau di jadikan pusat permainan tradisional bernuansa bahari. 
Untuk itu kami masih mau memilih nama areanya. Apakah KAMPOENG MAIN MOJOPAHIT (KaMaJo). Atau cukup dengan sebutan HONG MOJOPAHIT “permainan tradisional nusantara”. 
Any wey. Ternyata setelag de keliling situs sejak jam 08.00-10.30 ternyata dominta tandem buat ngisi ospek mahasiswa baru.
Setelah diberi pengantar singkat oleh pak sinin (ketua STITNU ALHIKMAH). Lalu beliau menyilahkan Kang Zaini Alif buat mengambil sesi pertama. 
Persiapan dilakukan buat menggunakan alat bantu laptop dan proyektor. Ternyata ada gangguan kecil yg memerlukan penanganan khusus. Hingga ki dulurd menyilahkan saya untuk tampil duluan.
Wah … Tantangan menarik ini. Mengambil sesi pertama bersama seorang inapirator yg sdh mendunia dan mengumpulkan dokumen, menyebarkan, memainkan permainan tradisional. 
Setelah menawarkan pasword pertemuan yg bisa jadi kode kembali kw fokus. Saya coba mengajak memberi nilai seberapa penting acara ini buat semua warga pertemuan (mahasiswa baru).

Kompak. Angkanya mwndekati sempurna. Lalu saat mengajak memainkan otak kanan dengan kuis sederhana. Alhamdulillah hadiahnya aman…. Kekekekekkeeee
Lalu masuklah saya pada materi proses belajar adalah mencipta. Dengan memanfaatkan momen perjumpaan yg setelah saya tanya. “Apakah sudah saling mengenal?” 
Ternyata banyak yg tidak saling mengenal. Maka saya gunakan untuk mengajak saling berkenalan lebih dekat. Dengan alat bantu tarot dan empat pertanyaan (perasaan saat ini, masa lalu berkesan, sumber semangat masa kini dan masa depan yg mau diciptakan). 
Suasana kelas yang semula rapi dan duduk teratur tiba2 langsung meriah saatsaya minta menjadi lingkaran kecil berjumlah 8 orang. Dengan boleh memutar kursi duduknya. 
Ini momen riuh rendah suara kelas yang khas. Usai sesi berkenalan. Saya coba periksa dan mengajak belajar pada proses. 

Selanjutnya sesi ki dulurd yang juga lebih keren daripada saya. Langsunf mengenalkan perjalanan masa kecil. Masa remaja. Masa belajar dan bermain. Juga awal2 mendirikan HONG.
sesi mengenalkan gerakan khusus buat mengajak anak2 bisa fokus pada Wirasa, wiraga, wirama. Menjadikan semua krang antusias. Apalagi saat dapat naik level pada latihan gerak dan fokusnya.
Usai istirahat siang. Acara di lanjut. Lalu saya diminta oleh pak ulil buat mengajak clossing dan melakukan kembali refleksi proses belajar.
Dengan menegaskan ospek inapiratif dan tridharma perguruan tinggi. Saya ajak peserta berkomitmen untuk melakukan tridharma sejak hari pertama masuk kampus.
Bahwa proses ospek hari ini. Mesti di jadikan bentuk nyata tridharma. Tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Nah penakanannya untuk hari ospek ini adalah dijadikan sebuah tulisan yang beecerita pada proses. sesuai dengan gaya penulisan, gaya bercerita dan pilihan kata setiap orang. Idenya pihak kampus akan menjadikan sekitar 10 tulisan yang menarik. Untuk diunggah di website resmi STITNU ALHIKMAH.
“Aapakah berani saya tantang menjadikan proses belajar hari ini menjadi bahan penelitian sederhana dan menjadi tulisan?” beberapa orang menjawab “beraniii….”
Lalu saya coba ulangi kalimat tantangan dan hasilnya bertambah lebih banyak. Tahap selanjutnya tentu saya serahkan saja pada yag maha kuasa dan yg bagian mengawal do kampus.
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dr acara ini. Lama pernah menginginkan sejak ketemu ki dulurd Zaini Hong. Kapan ya bisa konser bareng? Eeeeh nga taunya bisa dapat duet tanpa janjian dan perencanaan. Asieeek dan hebooh benerlahhhh jadiny kelas ospeknya.
Laikny ospek itu memang bukan ajang membentak2, memplonco, apalagi ajang menciptakan jarak senior dan yunior. Kemasan acara yang seperti inilah mestinya yg diperbanyak.
Selamat bersiap mengamalkan tugas pengabdian masyarakat sejak masih jadi mahasiswa di kampus yaa teman2 semua.
Salam kebaikan…. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s