Guru Partikelir Bercerita


​Perkenalan yang berdampak


Pagi ini jam 05.00 bersama si silver meluncur ke Trowulan. Hari pertama si guru partikelir masuk kelas dan berkenalan dg para siswa kelas 1 SMA Majapahit Mojokerto. 
seperti acara konser cerah yg dimana-mana itu. Bagi saya semua peristiwa manggung adalah istimewa. Begitu jug zemua orang yg hadir di ruangan kelas adalah spesial.
Setelah mengenalkan diri secara singkat. Saya langsung ajak seluruh pelajar remaja ini bermain. Ya bermain sambil belajar dan mengasah kemampuan bercerita. Lalu saya tanya apa yg diraskaan dan apa yg jadi cita2 setiap orang seusai msreka bercerita.
Saya ditantang oleh pengelol yayasan yg menaungi skolah SMA MAJAPAHIT 1 di desa sentono rejo. Untuk mendampingi dan menantang para murid belajar membuat KARYA ILMIAH REMAJA.
Bagi saya ini tantangan menarik. Hari ini ketika biasanya ikut berada di jalanan memperingati hari tani (24 sept 2016). Tadi pagi dan skr baru selesai di ruang kelas perkenalan.
Menjadi guru magang. Sekaligus sdg melakoni jadi guru partikelir itu kece. Bagaimana saya harus belajar bahasa remaja yg beranjak dewasa ini mengenal, mengetahui, memahami, mengerti dan bisa memaknai kenapa berkarya ilmiah itu penting? 
Secara sederhana saya tidak menyiapkan kurikulum khusus untuk menemani paramuda kelas 1 SMA. Tapi alur dan prinsip belajar yg asiek, memudahkan, menggembirakan dan berdampak adalah alurnya.
Secara tahapan saya menyiapkan tiga tahapan dalam satu semester. Bahwa ada tahap mengenalkan aneka ragam karya ilmiah. Begitu juga dengan tema dan topiknya. 
Ditahap mengenal ini. Peristiwa mengalami akan banyak saya gunakan. Termasuk ini tadi untuk minggu depan kami menjalin kontrak belajar untuk empat kelompok bersedia membawa karya ilmiah sbg referensi. Lalu membuat satu karya di tulis tangan level kelompok ttg tema yang berkaitan dengan masa depan remaja.
Pada tahap kedua saya akan fokus pada bagaimana belajar dari melakukan dan memahami rasa suka pada berkarya. Lalu bagaimana tujuan tahap ini makin diarahkan pada menyukai berkarya. Sehingg materi, metode, prosesny adalah membuat menyukai berkarya itu asiek dan menyenangkan.
Nah baru tahap ketiga adalah memperbanyak latihan berkarya dan menciptakan pasar ide serta gagasan imajiner. Selanjutnya akan di peras untuk menemukan ide prioritas buat dikerjakan dg terukur.
Saya bersyukur usai sesi 90 menit ini tadi ada sekitar 5 siswa yg langsung bergairah usai suasana dalam kelas. Saya ajak duduk dibruang perpustakaan. Lalu mulailah mereka mengajukan pertanyaan2 segar “pak, bagaimana dulu jenengan belajarnya? Apa saja yg dipelajari” demikian Amanah bertanya.
“Lalu gimana pak caranya agar bisa seperti panjenenegan. Saat tadi menyimak cara menyampaikan. Saya langsung pengin jadi seperti jenengan”. Demikian Tantri yg bercita2 jadi dokter ini dg jujur mengungkapkan isi hatinya. “Ouh…. Terimakasih buat apresiasinya yaa tantri”. Sahut saya singkat.
Kristina tidak mau pasif “pak kenapa hanya 90 menit? Sebaiknya dibuat kelas ekskul yg bapak ajar ini lebih lama. Ayooo pak masuk kelas lagi”. Dengan wajah serius dia mengajukan permintaannya.
Putri yg sejak di kelas sangat aktif juga bertanya dan sorot matanya yg tajam. Selalu punya gagasan segar diajukan. “Pak anggota kelompok saya itu semua orang2 sulit diajak belajar. Ada yg sebukan masuk seminggu saja. Lalu satunya tdk mau ngomong. Gimana saya bisa berdiskusi kelompok?”
Apa yg disampaikan putri ini menarik. Betapa kelas ini beragam dan benar2 unik. “Coba di alami dulu ptosesnya put. Semua calon pemimpin itu memang diuji tuk pinter momong. Demikian juga kamu bersama kelompok. Pasti nanti ada pelajaran menarik.”
“Iya tapi sulit pak.” secara cepat dia menyambar kalimat saya. “Naah disitu pelajarannya. Saat semakin sulit. Karena kalau nga ada sulitnya kita cenderung tidak belajar hal baru”
Wulan yg memilih duduk dibawah sendirian saat yang lain bersemangat ngobrol di kursi dan mengelilingi meja. Lebih banyak menyimak dan memperhatikan saat yg lain ngobrol.
Terimakasih hidup…. Terimakasih pelajaran hidup. Saya masih diperjumpakan peristiwa berbagi dengan paramuda calon pemimpin di jalan kehidupannya masing-masing.
Minggu depan pasti lebih seru pemirsaa. Saat si guru partikelir ini nanti akan menggunakan alat bantu belajar yg di desain memudahkan proses belajar.
Salam kebaikan
Trowulan, 24 Sept 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s